Tata Cara Sholat Dhuha Beserta Doa Setelahnya

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 18 Juni 2021 09:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 616 2427080 tata-cara-sholat-dhuha-beserta-doa-setelahnya-8mHCIYAbUP.jpg Ilustrasi Sholat Dhuha. (Foto: Shutterstock)

TATA cara Sholat Dhuha diketahui setiap Muslim untuk mengawali hari-harinya. Sholat Dhuha dikerjakan mulai saat matahari meninggi setinggi tombak sampai sebelum zawal atau saat matahari tegak lurus.

Ulama empat mazhab sepakat bahwa Sholat Dhuha hukumnya sunah. Di antara dalilnya adalah hadis Abu Dzar Radhiallahu’anhu, Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى

Artinya: "Di pagi hari ada kewajiban bagi seluruh persendian kalian untuk bersedekah. Maka setiap bacaan tasbih adalah sedekah, setiap bacaan tahmid adalah sedekah, setiap bacaan tahlil adalah sedekah, dan setiap bacaan takbir adalah sedekah. Demikian juga amar ma’ruf dan nahi mungkar adalah sedekah. Semua ini bisa dicukupi dengan melaksanakan Shalat Dhuha sebanyak dua rakaat." (HR Muslim Nomor 720)

Baca juga: Niat Sholat Dhuha, Lengkap dengan Waktu Pelaksanaannya 

Adapun tata cara melaksanakan Sholat Dhuha sama sebagaimana tata cara sholat lainnya. Dikerjakan dua rakaat-dua rakaat dengan salam setiap dua rakaat.

Berdasarkan hadis dari Abdullah bin Umar Radhiallahu’anhuma, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

صلاةُ اللَّيلِ والنَّهارِ مَثنَى مَثنَى

Artinya: "Shalat (sunah) di malam dan siang hari, dua rakaat-dua rakaat." (HR Abu Daud Nomor 1295, An Nasa-i Nomor 1665, disahihkan Al Albani dalam Shahih Abi Daud)

Berikut tata cara Sholat Dhuha yang dimulai dari niat, sebagaimana dirangkum dari laman Muslim.or.id.

Baca juga: Sholat Dhuha Itu Sedekah Bagi 360 Persendian Tulang 

1. Berniat di dalam hati. Diniatkan mengerjakan sholat sunah dhuha semata-mata karena Allah Subhanahu wa ta'ala.

2. Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana sholat biasa.

3. Membaca doa iftitah, kemudian membaca Surah Al Fatihah, dilanjutkan membaca surah yang lain sesuai keinginan.

4. Kemudian rukuk.

5. Lalu bangkit dari rukuk (iktidal).

6. Dilanjutkan sujud.

7. Duduk di antara dua sujud.

8. Sujud lagi.

9. Kemudian bangkit dari sujud, lalu mengerjakan rakaat kedua, urutannya sebagaimana rakaat pertama.

10. Diakhiri salam.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Doa Setelah Sholat Dhuha

Tidak terdapat hadis dari Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yang sahih dan sharih (tegas) mengenai doa setelah Sholat Dhuha. Adapun hadis dari Aisyah Radhiallahu’anha:

صلى رسول الله صلى الله عليه وسلم الضحى، ثم قال: “اللهم اغفر لي، وتب علي، إنك أنت التواب الرحيم” حتى قالها مائة مرة

Artinya: “Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah Sholat Dhuha, kemudian membaca doa: Allaahummagh firlii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rahiim (Ya Allah, ampunilah dosaku, dan terimalah taubatku, sungguh Engkau adalah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang). Beliau ucapkan ini 100 kali." (HR Al Bukhari dalam Al Adabul Mufrad Nomor 219, disahihkan Al Albani dalam Shahih Al Adabul Mufrad)

Baca juga: Keutamaan Sholat Dhuha, Salah Satunya Dilancarkan Rezeki 

Yang rajih, ini adalah doa setelah sholat secara umum, bukan hanya Sholat Dhuha. Sebab, disebutkan dalam riwayat lainnya secara mutlak:

قال: رَجُلٌ مِن الأنصارِ- إنَّه سَمِعَ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ في صَلاةٍ وهو يقولُ: ربِّ اغفِرْ لي -قال شُعْبةُ: أو قال: اللَّهُمَّ اغفِرْ لي- وتُبْ علَيَّ؛ إنَّك أنتَ التوَّابُ الغَفورُ، مِئَةَ مَرَّةٍ

Artinya: "Seorang lelaki dari kaum Anshar mengatakan bahwa ia pernah mendengar Nabi Shallallahu alaihi wassallam setelah sholat Beliau berdoa: Allaahummagh firlii wa tub ‘alayya, innaka antat tawwaabur rahiim 100 kali." (HR Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dalam Musnad Ibnu Fudhail, disahihkan Syu’aib Al Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad Nomor 23150)

Wallahu a’lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya