Share

Bulan Dzulhijjah Masuk Kategori Bulan Mulia, Begini Keutamaannya

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 17:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 330 2436926 bulan-dzulhijjah-masuk-kategori-bulan-mulia-begini-keutamaannya-HV1xUqGg9z.jpg Bulan Dzulhijjah bulan mulia. (Foto: Freepik)

BULAN Dzulhijjah disebut juga sebagai bulan al-asyhur al-hurum atau bulan-bulan mulia yang mulia. Selain Dzulhijjah, bulan Dzulqa’dah, Muharram, dan Rajab juga masuk dalam bulan-bulan mulia. Nah, pada waktu-waktu tersebut Allah SWT janjikan pahala yang berlipat atas setiap amal saleh. Begitu sebaliknya, Allah SWT memberikan ancaman berlipat pula atas setiap dosa yan diperbuat manusia.

Keutamaan bulan Dzulhijjah di antaranya bisa melakukan sejumlah amalan sunah, mulai dari sedekah, puasa, kurban, haji dan umrah hingga salat Iduladha yang jika dikerjakan tentu saja akan mendapatkan pahala.

Baca Juga: Hasil Penelitian di Amerika Sebutkan Banyak Membaca Al-Quran Tingkatkan Imunitas Tubuh

Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Ruslan Fariadi mengungkapkan  haji dan umrah pada tahun ini ditunda sesuai instruksi para pemegang kebijakan. Keputusan yang “pahit” tersebut diambil di tengah situasi penyebaran Pandemi Covid 19 yang masih tinggi dan mengkhawatirkan. Keselamatan dan keamanan jemaah haji menjadi pertimbangan utama Pemerintah Indonesia.

Baca Juga: Bulan Dzulhijjah, Selain Haji dan Puasa Arafah Perbanyak Juga 3 Amalan Ini

“Maka sikap Muhammadiyah, suka atau tidak suka, maka kita mengikuti kebijakan tersebut. Sebab tidak mungkin kita bisa berangkat haji ketika regulasi dan lain sebagainya tidak dikeluarkan atau tidak diizinkan untuk tidak dilaksanakan,” ujar dia melansir laman Muhammadiyah pada Rabu (7/7/2021). 

Ruslan mengajak untuk berpasrah kepada Allah sekaligus berharap agar masa-masa pandemi ini segera berlalu. Meski ibadah haji bagi jamaah Indonesia ditunda, namun semua umat Islam masih tetap bisa menjalankan amalan lainnya di bulan Dzulhijjah yaitu puasa pada hari Arafah. Menurut Ruslan, hari Arafah bertepatan dengan tanggal 19 Juli 2021.

Baca Juga: Gadis Penghafal Al-Quran Meninggal Dunia Saat Bacakan Surat Yunus Ayat ke-4

“Kita manfaatkan karena ini amalan yang disiapkan Allah karena Dia paham bahwa kita tidak pernah steril dari perbuatan dosa. Maka Rasulullah Saw punya harapan yang sangat mulia bahwa dengan puasa di hari Arafah itu amalan yang kita lakukan mampu menjadi penghapus dosa-dosa yang kita lakukan setahun sebelumnuya dan setahun sesudahnya,” ungkap Ruslan.

Baca Juga: 3 Artis Indonesia Diundang Raja Arab Naik Haji

Ruslan menerangkan bahwa dengan melaksanakan puasa Arafah, dosa-dosa kecil akan dihapus. Sementara dosa-dosa besar seperti syirik harus melalui prosesi khusus terlebih dahulu melalui rangkaian pertaubatan. Ruslan mengungkapkan bahwa pertaubatan akan diterima bila terdapat penyesalan, komitmen, meminta ampun, dan menambal keburukan dengan amal saleh.

“Ketika melaksanakan puasa Arafah dengan penuh keimanan, ketulusan, dan mengharap ridha Allah, maka ini bisa menjadi penghapus dosa yang kita lakukan setahun sebelum dan sesudahnya. Di masa pandemi atau bukan, kita bisa melaksanakan puasa Arafah, terkecuali yang sakit,” kata dosen Pendidikan Ulama Tarjih Muhammadiyah ini.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini