Niat Mandi Wajib dan Tata Caranya Menurut 4 Mazhab

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Rabu 21 Juli 2021 12:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 21 330 2443731 niat-mandi-wajib-dan-tata-caranya-menurut-4-mazhab-dDNG60sPnQ.jpg Niat mandi wajib dan tata caranya. (Foto: Boldsky)

NIAT mandi wajib atau mandi junub banyak dipertanyakan kaum Muslimin. Ini menandakan semangat mereka untuk mengetahui ilmu agama semakin menguat.

Dalam soal mandi junub, para ulama berbeda pendapat mengenai batasan minimal atau hal-hal fardhu atau yang harus dilakukan ketika mandi wajib.

Ustaz Ammi Nur Baits menjelaskan bagaimana batasan minimal mandi junub menurut 4 mahzab.

Baca Juga: Hari Tasyrik, Ini yang Harus Dilakukan Jamaah Haji

Mazhab Hanafi: 

إن فرائض الغسل ثلاثة: أحدها المضمضة, ثانيها الاستنشاق, ثالثها غسل جميع البدن بالماء

“Sesungguhnya hal fardhu ketika mandi wajib ada tiga: 1.Berkumur-kumur, 2. Istinsyaq (memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya), 3. Mencuci seluruh tubuh dengan air

Baca Juga: Hikmah Melempar Jumrah Apakah Betul Merajam Setan, Begini Penjelasan Ulama

Mazhab Maliki: 

فرائض الغسل خمس وهي: النية, تعميم الجسد بالماء, الموالات, دلك جميع الجسد بالماء, تخليل الشعر

“Hal fardhu ketika mandi wajib ada lima: Niat, Meratakan air ke seluruh tubuh, Beruntun (tanpa diselingi perbuatan lain), Menggososk seluruh tubuh dengan air, dan menyela-nyela rambut”

Mazhab Syafi’i: 

فرائض الغسل اثنان فقط, وهما النية وتعميم ظاهر الجسد بالماء

“Hal fardhu ketika mandi wajib hanya dua: Niat dan Meratakan air ke seluruh bagian tubuh yang terlihat”

Baca Juga: Ustadz Yusuf Mansur Ungkap Sosok 5 Penghafal Alquran yang Jadi Pendonor Darahnya

Mazhab Hambali: 

فرض الغسل شيئ واحد: وهو تعميم الجسد بالماء ويدخل في الجسد الفم ولأنف

“Hal fardhu ketika mandi wajib ada satu yaitu: Meratakan air ke seluruh tubuh, bagian mulut dan hidung termasuk dalam bagian tubuh yang harus dicuci” (Al-Fiqh alal Mazahib al-Arba’ah: 62-64).

Namun, Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin menambahkan: 

أن الغسل المجزئ أن ينوي ثم يسمي ثم يعم بدنه بالغسل مرة واحدة مع المضمضة والاستنشاق

“Batasan minimal seseorang mandi wajib adalah: Berniat, kemudian membaca Basmallah, kemudian meratakan seluruh tubuhnya dengan air sebanyak satu kali, termasuk di dalamnya berkumur-kumur dan Istinsyaq.” (Asy-Syarhul Mumti’: 1/306)

"Sehingga dalam hal ini, jika berpedoman pada mazhab Syafi’I, selama seseorang telah berniat untuk mandi wajib kemudian ia guyurkan air ke seluruh tubuhnya secara merata, maka mandi wajibnya tetap sah," ujarnya sebagaimana dikutip laman Konsultasisyariah pada Rabu (21/7/2021).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Demikian juga hal yang senada disebutkan oleh Syaikhul Islam ibnu Taimiyyah: 

الأفضل أن يتوضأ ثم يغسل سائر بدنه, ولا يعيد الوضوء كما كان النبي ﷺ يفعل ولو اقتصر على الاغتسال من غير الوضوء أجزأه ذلك

“Yang Afdhal adalah: Berwudhu kemudian mencuci seluruh tubuh, dan tidak mengulangi lagi wudhu setelahnya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi ﷺ, dan apabila seseorang mencukupkan mandi wajib tanpa wudhu maka hal itu sudah sah baginya” (Majmu’atul Fatawa: 11/171)

Hanya saja perlu diketahui bahwa sifat/cara yang sempurna dalam mandi wajib adalah: 

أن ينوي ثم يسمي ويغسل يديه ثلاثا وما لوثه ثم يتوضأ ويحثي على رأسه ثلاثا ترويه ثم يفيض الماء على سائر جسده مع مراعاة تدليكه

“Hendaklah ia berniat, kemudian membaca basmalah, mencuci telapak tangannya 3 kali, mencuci kotoran yang menempel pada telapak tangan, kemudian berwudhu dan menggosokkan air di kepalanya 3 kali, kemudian mengguyurkan air ke seluruh tubuhnya dengan memperhatikan setiap gosokan tangan pada seluruh anggota tubuh” (Al-Fiqh al-Muyassar: 1/125). Wallahu a’lam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya