Doa Setelah Sholat Dhuha, Permohonan Seorang Hamba Memulai Aktivitas

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 14:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 330 2446154 doa-setelah-sholat-dhuha-permohonan-seorang-hamba-memulai-aktivitas-koYMLyaBFw.jpg Doa setelah selesai Sholat Dhuha

Doa setelah Sholat Dhuha dapat dimohonkan. Namun yang patut diingat adalah Sholat Dhuha ada pengganti sedekah untuk sekitar 365 sendi tulang manusia yang melaksanakan sholat tersebut.

Adapun doa yang dianjurkan dibaca setelah Sholat Dhuha yaitu: 

اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

(Allahumma innadh dhuha-a dhuha-uka, wal bahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuka. Allahuma inkaana rizqi fis samma-i fa anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’asaran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqiduhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ‘ibadakash shalihin).

Baca Juga: Mulai 9 Agustus Arab Saudi Buka Kembali Layanan Umrah, Bagaimana dengan Jamaah Indonesia?

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Alloh, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang saleh,”.

KH Yahya Zainul Ma'aif alias Buya Yahya menjelaskan, doa tersebut bukan berasal dari hadits Nabi. Melainkan doa tulus dari seorang hamba kepada Allah. Berdoa, kata Buya Yahya, bisa dengan bahasa apa saja, sekalipun tidak ada dalam hadits Rasulullah.

Baca Juga: Cerita Pasien Selamat dari Kritis Covid-19 dengan Obat Keajaiban Sedekah

Dalam berbagai kitab hadits memang tidak ditemukan asal muasal doa tersebut. Pada Kitab Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq tidak menyebutkan doa tersebut, namun hanya menyebutkan keutamaan Sholat Dhuha. Sedangkan dalam Kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj Wa Hawasyi Asy Syarwani wa al ‘Ibadi karya Ahmad bin Muhammad bin ‘Aly bin Hujr al Haitsami khususnya dalam Hawasyi Asy Syarwani memuat doa itu dalam bab yang menguraikan Sholat Dhuha.

"Siapa yang mengatakan (doa Sholat Dhuha bersumber dari) hadits? Itu doa dan doa boleh dengan bahasa apa saja yang penting maknanya benar, yang mengatakan hadits dhoif dia telah salah, karena memang itu bukan hadits” ujar Buya Yahya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya