Masjid Agung Pati Bernilai Sejarah Tinggi, Miliki Mimbar Unik Berumur 160 Tahun

Agregasi Solopos, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 615 2448338 masjid-agung-pati-bernilai-sejarah-tinggi-miliki-mimbar-unik-berumur-160-tahun-77B1enigGE.jpg Masjid Agung Pati. (Foto: Instagram @masjidinfo.id)

DI Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ternyata ada sebuah masjid bernilai sejarah tinggi. Masjid tersebut bernama Masjid Agung Baitunnur Pati atau lebih dikenal Masjid Agung Pati. Letaknya berada di sisi barat Alun-alun Kabupaten Pati atau Simpah Lima. Di sebelah kiri masjid ini terdapat Kantor Bupati Pati dan Gedung DPRD Kabupaten Pati.

Dikutip dari situs Patikab.go.id, Masjid Agung Pati memiliki beberapa keunikan. Di antaranya adalah kombinasi apik antara marmer putih pada lantai dan dinding bagian depan yang berpadu dengan ornament kayu berwarna coklat.

Baca juga: Sahihkah Hadis Soal Meramaikan Masjid Akan Dijauhkan dari Penyakit? 

Sejarahnya, Masjid Agung Baitunnur Pati ini dibangun pertama kali oleh Raden Adipati Aryo Condro Adinegoro (nama aslinya Raden Bagus Mita) yang memegang kekuasaan antara tahun 1829 hingga 1895 Masehi.

Pembangunan masjid ini dimulai pada tahun 1261 Hijriah atau 1845 Masehi. Tahun pembangunan masjid ini ditunjukkan melalui prasasti berbentuk kaligrafi milik Masjid Agung Pati yang sekarang berada di Masjid Gambiran.

Masjid Agung Pati. (Foto: Instagram @masjidinfo.id)

Kaligrafi tersebut berisi: “Ibtidaa’u binaa’i hadza al-masjid fii sanah 1261H/1845M.” Artinya adalah Awal pembangunan masjid ini pada tahun 1261 Hijriah bertepatan dengan 1845 Masehi.

Dahulu atap masjid ini berundak seperti pada Masjid Agung Demak dan masjid-masjid kuno di Jawa Tengah yang dibangun oleh para wali. Masjid tidak memiliki kubah, tetapi cungkup berundah khas yang ada di rumah tradisional Jawa kuno.

Baca juga: Di Chechnya Warga yang Belum Divaksin Dilarang Masuk ke Masjid 

Kemudian pada 1289H/1969M, Masjid Agung Baitunnur Pati direnovasi. Tahun renovasi ini bisa dilihat pula pada tulisan Arab di sebelah kiri prasasti kaligrafi yang sama.

Pada tahun tersebut yang menjadi Bupati Pati adalah AKBP Raden Soehargo Djojolukito (menjadi bupati pada 1967–1973M). Desain masjid ini berubah dari yang sebelumnya tanpa kubah kemudian memiliki kubah di bagian atasnya, namun atap berundah masjid masih dipertahankan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pada 1979, Masjid Agung Baitunnur Pati direnovasi untuk kedua kalinya di akhir Jabatan Bupati Kol Pol Drs Edy Rustam Santiko (menjabat bupati pada 1973–1979M). Pembangunan selesai pada 1980M yang ketika itu Bupati Pati dijabat Kol Inf Panoedjoe Hidayat.

Desain masjid pada renovasi kedua ini dilakukan oleh Nu'man dari ITB Bandung. Desain Masjid Agung Baitunnur Pati berubah total dari desain sebelumnya.

Baca juga: 5 Keistimewaan Masjid Ramlie Musofa hingga Dijuluki "Taj Mahal Jakarta" 

Desain Masjid Agung Pati yang sebelumnya berundak dan berkubah, setelah direnovasi pada 1979, atap masjid tidak lagi berundak dan juga tidak lagi berkubah. Desain bangunan masjid tersebut terkesan memiliki desain minimalis dan bertahan sampai sekarang.

Masjid Agung Baitunnur Pati juga memiliki mimbar unik dan kuno yang berumur sekira 160 tahun. Mimbar ini hadiah atau pemberian Raden Adipati Aryo Condro Adinegoro sembilan tahun setelah pembangunan masjid. Di dalam mimbar tersebut terdapat prasasti bertuliskan huruf Arab Pegon.

Masjid Agung Baitunnur Pati memiliki arsitektur yang unik. Di samping kiri masjid menjulang menara tunggal yang terpisah dengan bangunan utama masjid. Di sebelah belakang masjid berdiri Gedung Islamic Centre yang bergandengan dengan tempat wudu dan kamar mandi. Keunikannya, antara masjid dan tempat wudu dihubungkan dengan teras dan kolam yang sama-sama berdasarkan tatanan batu-batu kecil.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya