Share

Penting Bagi Pengusaha Muslimah Mengusai Literasi Digital

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 08:44 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 614 2463660 penting-bagi-pengusaha-muslimah-mengusai-literasi-digital-ytB1V2FbpA.jpg Pengusaha Muslimah kini dituntut menguasai literasi digital. (Foto: Okezone)

BAGI seorang pengusaha  Muslimah maka  penguasaan literasi digital dalam pengembangan usahanya menjadi penting.

“Pengusaha muslimah wajib menguasai literasi digital. Sudah bukan zamannya lagi menjalankan bisnis secara manual. Itu sudah ketinggalan zaman. Semua orang kini sudah beralih dari manual ke digital,” kata Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi pada Workshop Muslimah Enterpreneur yang digelar secara daring oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Baca Juga: Siti Khadijah Investor Pertama Nabi Muhammad SAW, Pertanda Muslimah Punya Jiwa Entrepreneur

Dia mengatakan jangan berpikir bahwa digital itu mahal dan susah. "Semua kita bisa dan biasa menggunakannya. Gadget yang ada di tangan kita adalah modal penting membangun usaha,” sambungnya melansir laman Kemenag, Selasa (31/8/2021).

Wamenag minta gadget tidak hanya digunakan sebagai sarana komunikasi dan informasi semata. Apalagi, hanya digunakan untuk sekedar bermain game yang menghabiskan waktu. Gadget bisa dioptimalkan sebagai modal merintis dan membangun usaha digital.

“Sangat sederhana, cobalah mulai memposting dan meng-endorse produk kita melalui status di media social,” tutur Wamenag.

Baca Juga: 5 Cara Sukses Nabi Muhammad SAW Berbisnis

“Mari gunakan media sosial untuk aktifitas produktif dan menguntungkan dengan memanfaatkannya bagi kemajuan bisnis kita,” sambungnya.

Peluang bisnis berbasis digital di Indonesia sangat besar. Menurut Global Web Index, papar Wamenag, 96% pengguna internet Indonesia berusia antara 16 - 64 tahun yang mencari produk atau layanan secara online untuk dibeli. Riset Janio menemukan, Indonesia menjadi pasar yang sangat potensial untuk fashion. Karena selain jumlah penduduk muslim yang mencapai 227 juta, juga median age yang lebih muda, yaitu rata-rata 28,8. Berbeda dengan negara tetangga seperti Thailand dan China dengan median age di atas 38.

Selain itu, 33,75% penduduk Indonesia masuk kelompok milenial di mana hampir 60% semua kebutuhan transaksinya dipenuhi secara online melalui beragam platform digital. Tingginya pengguna internet ini menjadikan Indonesia adalah salah satu pasar online terbesar di dunia.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Mengutip laman statista com, Wamenag menjelaskan bahwa pertumbuhan ecommerce Indonesia termasuk tinggi di Asia Tenggara. 

“Kita semua harus memanfaatkan media digital secara kreatif dan produktif. Isi ruang di media digital untuk usaha dan bisnis sehingga lebih berkembang. Dengan demikian, ruang digital tertutup dari peluang pihak lain melakukan narasi radikal dan anti-sistem,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini