Bulan Safar, Ini Arti dan Keutamaannya

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 14:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 330 2468704 bulan-safar-ini-arti-dan-keutamaannya-isAeaeqCZU.jpg Ilustrasi bulan Safar. (Foto: Freepik)

SAFAR adalah bulan kedua dalam Islam setelah Muharram. Berdasarkan kalender hijriah, tahun ini bulan Safar 1443 Hijriah jatuh pada 8 September 2021.

Dikutip dari kanal YouTube HSI Abdullahroy, Kamis (9/9/2021), dijelaskan bahwa ada yang mengatakan bahwa bulan Safar itu berasal dari kata Shafr yang artinya 'nol atau kosong'. Kenapa dinamakan Safar? Karena dulu orang-orang ahlul jahiliyah, bulan Safar kan bulan yang pertama setelah tiga bulan haram: Dzulqaidah, Dzulhijjah, kemudian Muharram.

Baca juga: Benarkah Safar Bulan Sial? Ini Penjelasannya dalam Islam 

"Di tiga bulan tadi, mereka kan enggak boleh perang. Mereka juga enggak boleh menzalimi. Akhirnya keinginan mereka untuk perang itu kan tersimpan selama tiga bulan. Pas datang bulan Safar, mereka dengan segera keluar meninggalkan Kota Makkah dalam keadaan kosong. Makanya dinamakan dengan bulan Safar," terang Ustadz Dr Abdullah Roy Lc MA.

Selain itu, lanjut dia, ada juga yang mengatakan bahwa bulan ini dinamakan Safar karena ketika itu terjadi kekosongan harta.

"Ada juga yang mengatakan bahwa pada saat itu, setelah mereka keluar, berperang, mungkin menyerang daerah yang lain, dan mengambil harta mereka, ya apa yang berharga yang mereka miliki. Sehingga mereka jadi kosong, nggak punya harta lagi. Itu mengosongkan harta orang lain. Itu ada yang mengatakan demikian, wallahualam dengan kebenarannya," sambungnya.

Baca juga: Mitos Bulan Safar yang Dianggap Penuh Kesialan 

Ustadz Abdullah Roy menegaskan bahwa tidak ada dalil khusus yang membahas mengenai keutamaan bulan Safar. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tidak pernah memerintahkan para sahabat-sahabat untuk mengkhususkan amalan tertentu yang harus dijalankan ketika bulan Safar.

"Kemudian, masalah keutamaanya. Setahu saya tidak ada dalil yang khusus yang berbicara tentang keutamaan bulan Safar. Berbeda dengan bulan Ramadhan, berbeda dengan Muharram, Dzulqaidah, Dzulhijjah. Kan di situ memang ada dalil khusus yang mengatakan bahwa itu bulan haram gitu. Tetapi kalau bulan Safar, kalau kita melihat dari dalil, ini sepengetahuan kita ya, tidak ada dalil khusus yang bahwasanya bulan Safar ini memiliki keutamaan khusus," ucap Ustadz Abdullah Roy.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Oleh karena itu, tambah dia, umat tidak boleh meyakini adanya amalan-amalan khusus yang harus dilakukan pada bulan ini, karena itu termasuk perbuatan bid'ah. Bid'ah adalah perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan.

"Nah, bagaimana sikap kita? Ya kita biasa saja. Jangan kita meyakini ada keutamaan khusus pada bulan tersebut. Kalau kita meyakini, berarti kita menambah-nambah di dalam agama sesuatu yang tidak diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Cukupkan, kita tidak boleh meyakini keutamaan tertentu di bulan Safar," tutup Ustadz Abdullah Roy.

Baca juga: 4 Gaya Hijab Cantik Tiphaine Poulon, Model Mualaf Asal Prancis yang Jadi Rans Angel 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya