Bicara ketika Makan, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 00:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 330 2468939 bicara-ketika-makan-bagaimana-hukumnya-menurut-islam-TuDMnmITOU.jpg Ilustrasi bicara ketika makan. (Foto: Shutterstock)

BANYAK orang berbicara ketika sedang makan. Mereka berbincang dengan teman atau sanak saudaranya di meja makan. Lantas, bagaimana hukumnya menurut ajaran agama Islam?

Dikutip dari laman Muslim.or.id, ternyata Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan para sahabat beberapa kali berbicara saat makan. Jadi, berbicara ketika sedang makan diperbolehkan saja, tapi tentunya dengan adab-adab yang baik sesuai syariat.

Baca juga: Kenapa Malam Jumat Baca Surah Al Kahfi? Ini Penjelasannya 

Berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu, ia berkata:

أُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بِلَحْمٍ ، فَرُفِعَ إِلَيْهِ الذِّرَاعُ ، وَكَانَتْ تُعْجِبُهُ ، فَنَهَسَ مِنْهَا نَهْسَةً فَقَالَ : أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ …

Artinya: "Suatu hari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dihidangkan makanan berupa daging, kemudian disuguhkan daging paha untuk Beliau, dan Beliau sangat menyukainya. Maka Beliau pun menyantapnya. Kemudian Beliau bersabda: 'Aku adalah pemimpin manusia di hari kiamat…'." (HR Bukhari Nomor 3340 dan Muslim Nomor 194)

Ilustrasi makan bersama. (Foto: Freepik)

Selanjutnya dalam riwayat dari Jabir bin Abdillah Radhiallahu anhu, ia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَأَلَ أَهْلَهُ الْأُدُمَ ، فَقَالُوا: مَا عِنْدَنَا إِلَّا خَلٌّ . فَدَعَا بِهِ فَجَعَلَ يَأْكُلُ بِهِ وَيَقُولُ: ( نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ ، نِعْمَ الْأُدُمُ الْخَلُّ)

Artinya: "Nabi Shallallahu alaihi wa sallam meminta 'udm (lauk; makanan pendamping makanan pokok) kepada istrinya. Maka para istrinya menjawab: 'Kita tidak punya apa-apa selain cuka.' Maka Nabi pun meminta dibawakan cuka tersebut dan makan dengan cuka itu. Kemudian Beliau bersabda: 'Udm yang paling nikmat adalah cuka. Udm yang paling nikmat adalah cuka'." (HR Muslim Nomor 2052)

Baca juga: Sedekah Kok Malah Bikin Kaya Raya? Ini Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah 

Kemudian berdasarkan riwayat dari Abu Usaib Radhiallahu anhu, maula Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Hadis yang panjang disebutkan di dalamnya:

فأكل رسولُ اللهِ – صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ – وأصحابُه، ثم دعا بماءٍ باردٍ فشرب، فقال : لتُسألُنَّ عن هذا النعيمِ يومَ القيامةِ، قال : فأخذ عمرُ العذقَ، فضرب به الأرضَ حتى تناثر البُسرُ قبلَ رسولِ اللهِ – صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ -، ثم قال : يا رسولَ اللهِ ! إنا لمسؤولونَ عن هذا يومَ القيامةِ ؟ ! قال : نعم

Artinya: "Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan para sahabatnya makan, kemudian Beliau meminta dibawakan air lalu meminumnya. Beliau lalu bersabda: 'Sungguh nikmat ini akan ditanyakan di hari kiamat. Kemudian Umar bin Khatthab mengambil tandan kurma dan memukulkannya ke tanah hingga berjatuhanlah kurma-kurma muda di belakang Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian Umar bertanya: 'Wahai Rasulullah, apakah kita akan ditanya tentang nikmat (kurma) ini di hari kiamat? Nabi menjawab: 'Iya'." (HR As Suyuthi dalam Al Budur As Safirah (195), ashl hadis ini dalam Shahih Muslim (2038) dari sahabat Abu Hurairah Radhiallahu anhu)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berdasarkan hadis-hadis tersebut serta yang lainnya, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam saling berbicara ketika makan. Hal ini menunjukkan bahwa berbicara saat makan diperbolehkan, apalagi dengan tujuan mencairkan suasana dan menyenangkan orang lain.

Al Imam An-Nawawi mengatakan:

وَفِيهِ اِسْتِحْبَاب الْحَدِيث عَلَى الْأَكْل تَأْنِيسًا لِلْآكِلِينَ

Artinya: "Dalam hadis ini (yaitu hadis Jabir) terdapat anjuran untuk mengobrol ketika makan untuk menyenangkan orang-orang yang makan bersama." (Syarah Shahih Muslim, 7/14)

Baca juga: Kisah Rasulullah Perintahkan Ali Makan Gandum Dibanding Anggur, Ini Alasannya 

Meski demikian, hendaknya tetap menjaga adab ketika berbicara saat makan, jangan sampai melebihi batas.

Syekh Al Albani rahimahullah menjelaskan:

الكلام على الطعام كالكلام على غير الطعام ؛ حسنه حسن ، وقبيحه قبيح

Artinya: "Berbicara ketika makan, hukumnya seperti berbicara di luar makan. Jika pembicaraannya baik, maka baik. Jika pembicaraannya buruk, maka buruk." (Silsilah Huda wan Nuur, 1/15)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya