Hukum Berbuat Zalim Bakal Dahsyat Tekanan Malaikat saat Sakaratul Maut

Vitrianda Hilba Siregar, Jurnalis · Jum'at 10 September 2021 08:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 10 330 2469099 hukum-berbuat-zalim-bakal-dahsyat-tekanan-malaikat-saat-sakaratul-maut-1OfiMg9dgw.jpg Hukum berbuat zalim bakal dahsyat tekanan malaikat saat sakratul maut. (Foto:Shutterstock/Ilustrasi)

JIKA orang selama hidup di dunia banyak berbuat zalim tentunya akan menerima proses kematian sakaratul maut yang mungkin akan menyakitkan dan menyedihkan. Ini sebagai tanda bahwa dia harus mempertanggungjawabkan amalan buruk dirinya di dunia.

Begitu juga sebaliknya jika dia adalah hamba yang saleh maka tidak perlu kuatir, cukup berserah diri kepada Allah atas ibadah, dan amal kebajikannya dan tentunya Allah akan memberikan perlakuan yang sepadan, sebab akhlaknya yang indah di dunia.

Imam Al-Qurtubi menyatakan beberapa ayat yang menggambarkan beratnya kesulitan dan kepedihan sakratul maut, seperti termaktub dalam QS. Al- An’an:93Al-Waqi'ah: 83Al-Qiyamah: 20;  dan Surah Qaf: 19.

Baca Juga: Begini Cara Mengalirkan Pahala kepada Orangtua yang Telah Meninggal Dunia

Wakil Ketua Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) Ustaz Ainul Yaqin menjelaskan, jika merujuk pada makna-makna ayat di atas, maka semua orang akan mengalami apa yang dinamai sakaratul maut.

"Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang dzalim berada dalam tekanan sakratul maut, sedangkan para malaikat memukuli dengan tangannya (sambil berkata), “Keluarkanlah nyawamu.” Di hari ini kamu dibalas dengan siksa yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya,”(QS Al-An‘am: 93)

Baca Juga: Sholat 5 Waktu, Jangan Tinggalkan Sesulit Apapun Keadaan

Bahkan, Nabi Muhammad SAW, pun ketika wafat juga merasakan sakaratul maut, seorang yang terjamin surganya, seperti yang disampaikan hadits yang diceritakan ibunda Aisyah RA : 

إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ رَكْوَةٌ أَوْ عُلْبَةٌ فِيهَا مَاءٌ فَجَعَلَ يُدْخِلُ يَدَيْهِ فِي الْمَاءِ فَيَمْسَحُ بِهِمَا وَجْهَهُ وَيَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ إِنَّ لِلْمَوْتِ سَكَرَاتٍ ثُمَّ نَصَبَ يَدَهُ فَجَعَلَ يَقُولُ فِي أخرجه البخاري ك الرقاق باب سكرات الموت و في المغازي باب مرض النبي ووفاته. الرَّفِيقِ الْأَعْلَى حَتَّى قُبِضَ وَمَالَتْ

Artinya:

“Bahwa di hadapan Rasulullah ada satu bejana kecil dari kulit yang berisi air. Beliau memasukkan tangan ke dalamnya dan membasuh muka dengannya seraya berkata: “Laa Ilaaha Illa Allah. Sesungguhnya kematian memiliki sakaratul maut (kepedihan)”.

Dan beliau menegakkan tangannya dan berkata: “Menuju Rafiqil A’la”. Sampai akhirnya nyawa beliau tercabut dan tangannya melemas (HR Bukhari 6029).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

"Hal diatas menunjukkan maut adalah hal yang sangat subtantif urusan ruh adalah urusan tidak main-main, apalagi sesuatu yang dianggap bahwa mati menyenangkan, dan mudah dalam prespektif ilmiah tertentu, seperti perjumpaan orang mimpi dan bangun kembali setelah bertemu dengan kerabat yang sudah meninggal lebih dulu," paparnya dalam pesannya yang diterima Okezone, belum lama ini.

Dia juga menjelaskan, semua orang menginginkan alamat mati dalam keadaan husnul khotimah, kematiaan yang indah dan bahagia bagi dirinya menuju perjumpaan Sang Khalik.

Dan tentunya malaikatpun akan mencabut nyawanya dengan lemah lembut, sebagai bentuk penghormatan pada dirinya. 

وَٱلنَّٰشِطَٰتِ نَشْطًا

Artinya : 

Dan (malaikat-malaikat) yang mencabut (nyawa) dengan lemah-lembut.(QS. an-Naziat:2)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya