Jadi Pembicara Peringatan Serangan WTC 11/9, KH Yahya Cholil Staquf Ajak Tatanan Dunia Diperkuat

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 11 September 2021 10:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 11 330 2469678 jadi-pembicara-peringatan-serangan-wtc-11-9-kh-yahya-cholil-staquf-ajak-tatanan-dunia-diperkuat-bvX4yMS76R.jpg KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya). (Foto: Dok)

VIRGINIA - KH Yahya Cholil Staquf selaku Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali dipercaya berbicara pada pertemuan tingkat internasional yang membahas tentang pentingnya perdamaian global pada Kamis (9/9/2021).

Kiai Yahya diundang secara khusus oleh Regent University, Virginia, Amerika Serikat untuk menjadi narasumber peringatan 20 tahun atas Serangan 11 September 2001 ke Gedung World Trade Center (WTC) New York.

Pembicara lain pada acara yang disiarkan secara internasional ini antara lain mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, Pat Robertson, pendiri Regent University, tokoh-tokoh daari kalangan diplomatik, ahli dan pemegang wewenang militer, keamanan dan hukum, serta intelektual AS.

Baca Juga: Serangan 11 September 2001, Cerita Imam Shamsi Ali di New York Dipeluk Tetangga Katolik (1)

Dalam paparannya, Gus Yahya, sapaan akrabnya, menekankan bahwa pasca serangan WTC tatanan dunia membutuhkan pengelolaan yang semakin tangguh. Di antaranya adalah dengan menjaga keutuhan negara-bangsa yang ditopang lewat tradisi keagamaan dan budaya lokal yang kokoh dari serangan ideologi-ideologi transnasional. Ideologi itu bisa didasarkan pada identitas agama, etnik atau ras, maupun gagasan-gagasan sekuler.

Baca Juga: Serangan Menara Kembar WTC 11 September 2001, Imam Shamsi Ali: Islam Ketika Itu Sedang Runtuh Juga (2)

“Ini krusial sekali karena senyawa antara negara-bangsa, tradisi keagamaan dan budaya lokal adalah satu-satunya struktur dasar yang tersedia dalam tata dunia saat ini untuk mengelola proses negosiasi global menuju peradaban yang harmonis,” kata Gus Yahya yang memberikan paparannya melalui rekaman video.

Melalui kecermatan dalam pola adaptasi terhadap globalisasi tersebut, maka tatanan dunia diyakini akan semakin membaik. Namun sebaliknya, jika negosiasi ini gagal, maka ketegangan-ketegangan baru bisa saja tak terhindarkan.

Baca Juga: Serangan 11 September, Cerita Imam Shamsi Ali di New York Dikirim Bunga oleh Pendeta (3)

"Negara-bangsa adalah pondasi tata dunia pasca Perang Dunia Kedua yang menopang stabilitas dan keamanan global saat ini,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, Gus Yahya juga menjelaskan potensi besar yang dimiliki Nahdlatul Ulama (NU) dengan tradisi keagamaan lokalnya yang kokoh serta bangsa Indonesia dengan visi “Bhinneka Tunggal Ika” dalam rangka membangun peradaban umat manusia. Melalui tradisi keagamaan lokal dan visi bangsa itu, Gus Yahya menilai proses perwujudan konsensus menuju peradaban global yang harmonis bukanlah impian.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Acara peringatan Serangan WTC yang digelar Regent University dipandu langsung oleh Michele Bachmann, dekan pada The Robertson School of Government di kampus tersebut. Pada kesempatan itu, Michele Bachmann menyampaikan kekagumannya dan memberikan apresiasi atas pidato Gus Yahya. Bahkan Bachmann menyebut “Pak Yahya sebagai suara muslim terdepan dalam menghadapi ekstremisme."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya