Kisah Bilal bin Rabah Bikin Penduduk Madinah Menangis saat Kumandangkan Azan

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 16:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 614 2471817 kisah-bilal-bin-rabah-bikin-penduduk-madinah-menangis-saat-kumandangkan-azan-jatGYUeYKr.jpg Ilustrasi kisah Bilal bin Rabah. (Foto: Shutterstock)

SALAH satu sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang dijamin masuk surga adalah Bilal bin Rabah. Ia merupakan mantan budak yang masuk Islam di awal-awal dakwah Nabi Muhammad di Kota Makkah. Bilal memiliki suara merdu dan lantang, maka itu diangkat oleh Rasulullah menjadi muadzin. Kisah hidupnya pun menginspirasi banyak orang.

Posisi Bilal bin Rabah sebagai penyeru panggilan azan waktu sholat tidak tergantikan. Bahkan saat penaklukan Kota Makkah, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam memerintahkan Bilal mengumandangkan azan di atas Kakbah, sebuah kehormatan luar biasa baginya. Tidak sembarang orang bisa naik ke Kakbah.

Baca juga: Biografi Umar Bin Khattab, Dapat Julukan Al-Faruq Langsung dari Rasulullah SAW 

Setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam wafat, Bilal sangat sedih. Ia tidak mampu lagi mengumandangkan azan. Tiap melantunkan kalimat azan, suaranya akan terhenti dan menangis sesunggukan karena selalu teringat Nabi Muhammad.

Ilustrasi Bilal bin Rabah.

"Bilal bin Rabah, sahabat Nabi merasa sudah tidak kuat lagi untuk tinggal di Kota Madinah, karena setiapkali Bilal datang ke masjid maka Bilal akan melihat rumah nabi di sebelahnya, yang di dalamnya ada kuburan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam," kata Ustadz Hanan Attaki, dikutip dari tausiyahnya di kanal YouTube Motive Islam, Rabu (15/9/2021).

"Jadi kalau kita bentuk kangennya adalah pengin ke Masjid Nabawi, Bilal justru karena saking cintanya, sudah tidak kuat lagi berada di Masjid Nabawi, karena orang yang ia cintai telah wafat," lanjutnya.

Baca juga: Kisah Tabiin Abul Aswad ad-Duali, Bapak Ilmu Nahwu Belajar Langsung dari Ali bin Abu Thalib 

Bilal akhirnya minta izin kepada Khalifah Abu Bakar as Siddiq untuk meninggalkan Madinah dan ikut berjihad dengan pasukan Muslimin lain di Syam. Abu Bakar sebenarnya tidak ingin melepas Bilal, tapi ia tidak kuat menahannya.

Di Syam, Bilal menikahi seorang perempuan salihah dan menetap di sana. Bilal tidak sempat melihat Abu Bakar wafat dan kepemimpinannya akhirnya digantikan oleh Umar bin Khattab.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Suatu malam, istri Bilal mendapati sang suami menangis saat terbangun dari tidurnya. Istrinya bertanya mengapa muazin teladan itu berurai air mata.

Bilal mengaku bermimpi bertemu Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang sangat dirindukannya. Dalam mimpi tersebut, diceritakan bahwa Rasulullah menegur Bilal lantaran dirinya sudah tidak pernah lagi mengunjungi Madinah dan makam Rasulullah. Bilal akhirnya kembali ke Madinah.

Baca juga: Begini Sikap Tegas Umar bin Khattab Hadapi Pandemi 

"Bilal memutuskan untuk berziarah ke makam Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Berangkat Bilal dari Syam ke Madinah. Lihat Bilal masuk lagi ke Kota Madinah, penduduk Madinah kembali merasa seperti hidup di zaman Rasulullah," ujar Ustadz Hanan Attaki.

Umar bin Khattab dan penduduk Madinah menyambut gembira kembalinya Bilal. Mereka selama ini merasakan kehilangan sang muazin kebanggaan mereka. Bilal kemudian sholat di Masjid Nabawi lalu berkunjung ke makam Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dan Abu Bakar.

Baca juga: Kisah Anak Sahabat Nabi Tak Merasakan Sakit saat Kaki Diamputasi karena Tak Henti Berzikir 

Selepas itu, Umar bin Khattab menghampirinya dan memintanya untuk kembali mengumandangkan azan seperti dahulu yang sering ia lakukan semasa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Bilal menolak karena tidak kuat melantunkan azan, tapi umat dan para sahabat lain terus membujuknya. Mereka sangat rindu dengan suara azan Bilal.

Bilal akhirnya luluh. Baru saja mengawali azan dengan suara lantangnya, seisi Kota Madinah dibuat takjub sekaligus kaget mendengar suara Bilal. Orang-orang bergegas ke masjid untuk menyaksikan fenomena itu.

"Kota Madinah kaget mendengar suara Bilal. Orang-orang di rumah menanyakan, 'Apakah Rasulullah sudah bangkit kembali?' Mereka semua kaget dan bahagia seolah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam sudah bangkit kembali dari kematiannya. Satu Kota Madinah kaget penuh kebahagiaan," ujar Ustadz Hanan Attaki.

Baca juga: Sahabat Nabi Ini Hampir Meninggal Ditangan Perampok, Berkat Doanya Malaikat Datang Menolong 

"Pasar yang tadinya ramai, tiba-tiba sepi mendengar suara Bilal yang masih sayup-sayup. Semua berlari dari tempat kerja mereka ke masjid," lanjutnya.

Pertanyaan yang sama tentang kebangkitan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam banyak disebutkan oleh masyarakat Madinah yang gempar saat itu. Lantunan suara azan dilanjutkan oleh Bilal, sampai saat Bilal menyebutkan "Asyhadu anna Muhammadan Rasulullaah", belum selesai kalimat itu disebutkan, Bilal berhenti dan kemudian menangis dengan suara tangis yang luar biasa kerasnya. Satu masjid, bahkan hingga satu Kota Madinah menangis karenanya.

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Abdullah bin Ummi Maktum Buta Namun Iblis Sangat Takut 

"Ulama mengatakan, tidak pernah Kota Madinah menangis sedahsyat mereka menangis hari itu, kecuali ketika Rasulullah wafat. Cuma dua kali menangisnya Kota Madinah yang paling dahsyat. Kesatu, ketika hari Rasulullah wafat; dan kedua, ketika Bilal kembali mengumandangkan azan dan mengucapkan Asyhadu anna Muhammadarrasulullaah".

Semuanya menangis dan merasa sangat kehilangan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Semua masyarakat Madinah ingin kembali merasakan hidup di zaman ketika Rasulullah masih hidup.

Selepas itu, semua menanyakan mengapa Bilal seketika menangis. Bilal menjawab dengan kembali mengenang masa lampau semasa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam masih hidup, di mana setelah selesai mengumandangkan azan, Bilal biasanya akan datang ke hujroh (rumah) Rasulullah dan memanggil Rasulullah untuk sholat.

Selepas Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam wafat, Bilal merasa hampa lantaran dirinya sudah terbiasa memanggil kekasih Allah Subhanahu wa ta'ala itu saat hendak sholat.

Baca juga: Kisah Sahabat Nabi, Abu Bakrah ats-Tsaqafi Bertemu Rasul dengan Bantuan Tali Sumur 

"Rasulullah enggak akan keluar sampai mendengar suara Bilal memanggil beliau secara khusus. Barulah Rasulullah keluar dengan wajah berseri-seri," kata Ustadz Hanan Attaki.

Mendengar penjelasan Bilal, seluruh Kota Madinah kembali menangis. Seketika hari itu menjadi hari berkabung bagi Madinah, seruan tangis akan kerinduan terhadap Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam memuncak ketika Bilal kembali berkumandang dan mengisahkan kepiluan hatinya setelah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam wafat.

Wallahu a'lam bishawab.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya