Makna Surat Al Kafirun dan Kisah Nabi Menolak Makkah Dibagi Dua

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 20 September 2021 11:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 330 2473952 makna-surat-al-kafirun-dan-kisah-nabi-menolak-makkah-dibagi-dua-POMpNiBh6x.jpg Ilustrasi makna Surat Al Kafirun. (Foto: Shutterstock)

MAKNA Surat Al Kafirun hendaknya diketahui setiap Muslim. Pasalnya, surat ini sering dibaca umat Islam dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya dalam sholat.

Surat Al Kafirun memiliki arti "Orang-orang kafir". Al Kafirun termasuk golongan surat Makkiyyah atau diturunkan di Kota Makkah, Arab Saudi. Al Kafirun merupakan surat ke-109 dalam kitab suci Alquran dan berisi enam ayat.

Baca juga: Ustadz Hanan Attaki Ungkap Cara Bisa Bangun Rumah di Surga, Mudah dan Murah 

Allah Subhanahu wa ta’ala menurunkan surat ini tentu dangan sebab tersendiri. Surat Al Kafirun memiliki suatu kisah atau asbabun nuzul yang sangat luar biasa.

Ustadz Dr Khalid Basalamah Lc MA menceritakan makna diturunkannya Surat Al Kafirun (Asbabun Nuzul). Berikut kisahnya, seperti dikutip dari kanal YouTube-nya.

Ilustrasi makna Surat Al Kafirun. (Foto: Salman Mardira/Okezone)

"Seorang kafir Quraisy menegosiasi kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, 'Hai Muhammad, kita ingin negosiasi.' Nabi menjawab, 'Seperti apa?'," cerita Ustadz Khalid Basalamah.

"Makkah kita bagi dua saja, sehari untukmu, sehari untuk kami."

Baca juga: Obama Takjub dengan Masjid Sultan Ahmet: Menghubungkan Masa Lalu hingga Masa Depan 

Nabi Kembali bertanya, "Apa maksudmu?"

"Sehari kami ikuti agamamu, kami ucapkan selamat untukmu, semua yang kamu ajarkan kami ikuti. Tapi syaratnya, hari esok kau ikuti ajaran kami."

Nabi menjawab, "Tidak bisa."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kaum kafir Quraisy kembali coba bernegosiasi, "Baiklah kalau begitu, sehari untuk kami, seminggu untukmu."

Nabi menjawab, "Tidak bisa."

"Muhammad, sehari untuk kami, sebulan untukmu," nego kafir Quraisy lagi.

Baca juga: Abu Bakar Ash-Shiddiq, Khalifah Pertama yang Selalu Membenarkan Perkataan Nabi 

Nabi menjawab, "Tidak bisa."

"Baik Muhammad, sehari untuk kami, setahun untukmu."

Nabi kembali menjawab, "Tidak bisa."

"Terakhir Muhammad, sehari untuk kami, seumur hidup untukmu."

Nabi tegas menjawab, "Tidak bisa."

Akhirnya Malaikat Jibril langsung turun membawa Surat Al Kafirun. Itulah sebab turunnya. Semua orang kafir tidak boleh diikuti ajarannya.

Seperti yang sudah jelas Allah Subhanahu wa ta'ala menunjukkan di dalam ayat keenam Surat Al Kafirun:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

Artinya: "Untukmulah agamamu dan untukkulah (orang Islam) agamaku." (QS Al Kafirun: 6)

Baca juga: Umar bin Khattab, Pembenci Islam yang Berubah Tunduk kepada Allah dan Jadi Sahabat Nabi 

Diturunkannya surat ini adalah alasan Allah Subhanahu wa ta'ala untuk menegaskan kepada orang-orang kafir bahwa tidak bisa tukar-menukar akidah atau ajaran agama Islam.

Surat Al Kafirun juga dapat dijadikan pedoman bagi umat Islam dalam bertoleransi dengan agama lain. Namun, tetap tidak bermaksud untuk pindah ke agama itu.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya