Keutamaan Surat Al Lahab, Pentingnya Hubungan Kekeluargaan di Atas Keimanan

Hantoro, Jurnalis · Senin 20 September 2021 13:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 330 2474024 keutamaan-surat-al-lahab-pentingnya-hubungan-kekeluargaan-di-atas-keimanan-tfP69WUS6o.jpg Ilustrasi keutamaan Surat Al Lahab. (Foto: Unsplash)

KEUTAMAAN Surat Al Lahab sebaiknya dketahui setiap Muslim, karena terdapat makna mendalam di baliknya. Surat Al Lahab sendiri memiliki arti "Gejolak Api". Al Lahab termasuk golongan surat Makkiyah atau diturunkan di Kota Makkah, Arab Saudi. Surat ini terdiri dari lima ayat dan ada di urutan ke-111 dalam kitab suci Alquran.

Dikutip dari laman Rumaysho, Senin (20/9/2021), Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal MSc menjelaskan bahwa Surat Al Lahab (nama lainnya Surat Al Masad) mengisahkan paman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam yang betul-betul memusuhi beliau yaitu Abu Lahab.

Baca juga: 10 Rekomendasi Nama Anak Perempuan Islami Bermakna Cantik seperti Siti Sarah 

Nama asli beliau adalah Abdul ‘Uzza bin ‘Abdil Mutholib. Nama kunyahnya adalah Abu ‘Utaibah. Namun, beliau lebih dikenal dengan Abu Lahab, karena wajahnya yang memerah (makna lahab: api yang bergejolak).

Beliaulah yang paling banyak menentang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam. Sehingga, Allah Subhanahu wa ta’ala membicarakan Abu Lahab dalam satu surat.

Berikut beberapa pelajaran tafsir yang digali dari kitab 'Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim' karya Ibnu Katsir, dan kami tambahkan faedah dari kitab tafsir lainnya.

Ilustrasi keutamaan Surat Al Lahab. (Foto: Freepik)

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ (1) مَا أَغْنَى عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ (2) سَيَصْلَى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ (3) وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ (4) فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ (5)

Artinya: "Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah berfaedah kepadanya harta bendanya dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar. Yang di lehernya ada tali dari sabut." (QS Al Lahab: 1–5)

Baca juga: Rossa Rasakan Kekuatan Doa, Dimudahkan Ibadah Haji hingga Karier Lancar 

Adapun keutamaan dari Surat Al Lahab adalah:

1. Allah Subhanahu wa ta'ala telah menetapkan akan kebinasaan Abu Lahab dan membatalkan tipu daya yang ia perbuat kepada Rasul-Nya.

2. Hubungan kekeluargaan dapat bermanfaat jika itu dibangun di atas keimanan. Lihatlah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam dan Abu Lahab punya kedekatan dalam kekerabatan, namun hal itu tidak bermanfaat bagi Abu Lahab karena ia tidak beriman.

3. Anak merupakan hasil usaha orangtua sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam, “Sesungguhnya anak adalah hasil jerih payah orangtua.” (HR An Nasai Nomor 4452, Ibnu Majah Nomor 2137, Ahmad 6/31. Syekh Al Albani katakan bahwa hadis ini shahih). Jadi apa pun amalan yang dilakukan oleh anak baik sholat, puasa, dan amalan lainnya, orangtua pun akan memperoleh hasilnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

4. Tidak bermanfaatnya harta dan keturunan bagi orang yang tidak beriman, namun sebenarnya harta dan keturunan dapat membawa manfaat jika seseorang itu beriman.

5. Api neraka yang bergejolak.

Baca juga: Umar bin Khattab, Pembenci Islam yang Berubah Tunduk kepada Allah dan Jadi Sahabat Nabi 

6. Mendengar berita neraka dan siksaan di dalamnya seharusnya membuat seseorang takut pada Allah Subhanahu wa ta'ala dan takut mendurhakai-Nya sehingga ia pun takut akan maksiat.

7. Bahaya saling tolong-menolong dalam kejelekan sebagaimana dapat dilihat dari kisah Ummu Jamil yang membantu suaminya untuk menyakiti Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam.

8. Akibat dosa namimah, yaitu menyulut api permusuhan sehingga diancam akan disiksa dengan dikalungkan tali sabut dari api neraka.

9. Siksaan pedih akibat menyakiti seorang Nabi.

10. Terlarang menyakiti seorang mukmin secara mutlak.

11. Setiap Nabi dan orang yang mengajak pada kebaikan pasti akan mendapat cobaan dari orang yang tidak suka pada dakwahnya. Inilah sunnatullah yang mesti dijalani dan butuh kesabaran.

Baca juga: Abu Bakar Ash-Shiddiq, Khalifah Pertama yang Selalu Membenarkan Perkataan Nabi 

12. Akibat jelek karena infak dalam kejelekan dan permusuhan.

13. Benarnya nubuwwah (kenabian) Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam.

14. Ummu Jamil dan Abu Lahab mati dalam keadaan kafir secara lahir dan batin, mereka akan kekal dalam neraka.

15. Tidak boleh memakai nama dengan bentuk penghambaan kepada selain Allah, karena Abu Lahab disebut dalam ayat ini tidak menggunakan nama aslinya yaitu Abdul Uzza (hamba Uzza). Padahal Alquran biasa jika menyebut nama orang akan disebut nama aslinya. Maka ini menunjukkan terlarangnya model nama semacam ini karena mengandung penghambaan kepada selain Allah. (Ahkamul Quran, Al Jashshosh, 9/175)

Baca juga: Obama Takjub dengan Masjid Sultan Ahmet: Menghubungkan Masa Lalu hingga Masa Depan 

16. Nama asli (seperti Muhammad) itu lebih mulia daripada nama kunyah (nama dengan Abu … dan Ummu …). Alasannya karena dalam ayat ini demi menghinakan Abu Lahab, ia tidak disebut dengan nama aslinya namun dengan nama kunyahnya. Sedangkan para Nabi dalam Alquran selalu disebut dengan nama aslinya (seperti Muhammad) dan tidak pernah mereka dipanggil dengan nama kunyahnya. (Ahkamul Quran, Ibnul ‘Arobi, 8/145)

17. Kedudukan mulia yang dimiliki Abu Lahab dan istrinya tidak bermanfaat di akhirat. Ini berarti kedudukan mulia tidak bermanfaat bagi seseorang di akhirat kelak kecuali jika ia memiliki keimanan yang benar.

Baca juga: Ustadz Hanan Attaki Ungkap Cara Bisa Bangun Rumah di Surga, Mudah dan Murah 

18. Imam Asy Syafi’i menyebutkan bahwa pernikahan sesama orang musyrik itu sah, karena dalam ayat ini Ummu Jamil dipanggil dengan “imro-ah” (artinya: istrinya). Berarti pernikahan antara Ummu Jamil dan Abu Lahab yang sama-sama musyrik itu sah.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya