Arti Surat An-Nas Ayat 1-6 Beserta Tafsirnya

Hantoro, Jurnalis · Selasa 21 September 2021 13:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 21 330 2474634 arti-surat-an-nas-ayat-1-6-beserta-tafsirnya-NShA4jP2wD.jpg Ilustrasi arti Surat An-Nas. (Foto: Okezone)

ARTI Surat An-Nas adalah tentang "Umat Manusia". An-Nas merupakan surat ke-114 dalam kitab suci Alquran. Surat An-Nas berisi enam ayat dan termasuk golongan Makkiyyah atau diturunkan di Kota Makkah, Arab Saudi.

Baca juga: Surat Al Ikhlas Menjelaskan tentang Tauhid kepada Allah Yang Maha Sempurna 

Ilustrasi arti Surat An-Nas. (Foto: Salman Mardira/Okezone)

Berikut ini lafadz Surat An-Nas beserta terjemahan dan artinya:

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ

1. Qul a'uzu birabbin naas

"Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhannya manusia'."

مَلِكِ النَّاسِ

2. Malikin naas

"Raja manusia."

إِلَٰهِ النَّاسِ

3. Ilaahin naas

"Sembahan manusia."

مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ

4. Min sharril was waasil khannaas

"Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi."

الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ

5. Al lazee yuwas wisu fee sudoorin naas

"Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia."

مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

6. Minal jinnati wan naas

"Dari (golongan) jin dan manusia." (QS An-Nas: 1–6)

Baca juga: Arti Asmaul Husna yang Berjumlah 99, Mulai Al Alim hingga As Sami 

Sebagaimana dirangkum dari laman Muslim.or.id, Selasa (21/9/2021), Abu Yahya Agus bin Robi’ Al-Bakaasy, alumni Ma’had Ilmi Yogyakarta, menjelaskan bahwa Surat An-Nas beserta Surat Al Falaq merupakan sebab sembuhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam dari sihir seorang penyihir Yahudi bernama Labid bin A’shom. Dalam sihir tersebut Rasulullah dikhayalkan seakan-akan melakukan suatu hal yang beliau tidak melakukannya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dalam Surat An-Nas terkandung permohonan perlindungan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan bertawasul (menggunakan perantara) dengan tiga nam-Nya yang mencakup tiga makna keyakinan tauhid kepada Allah secara sempurna. Masing-masing adalah tauhid rububiyah, asma wa sifat, dan uluhiyah. Ketiga jenis tauhid ini diwakili oleh asma-asma Allah Subhanahu wa ta’ala sebagai berikut:

1. Ar-Rabb

Ar-Rabb dalam kata ِرَبِّ النَّاسِ (Tuhan Manusia) bermakna bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala adalah pencipta, pengatur, dan pemberi rezeki seluruh umat manusia. Tentunya Allah Ta’ala bukan hanya Rabb atau Tuhannya manusia, namun juga seluruh alam semesta ini beserta isinya.

Pengkhususan penyebutan Rabb manusia di sini adalah untuk menyesuaikan dengan pembicaraan. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa ta'ala pada hal tersebutlah yang dimaksud dengan tauhid rububiyah. Seseorang yang memiliki keyakinan bahwa wali-wali tertentu dapat mengabulkan permohonan berupa harta, jodoh, atau anak maka dia telah menyekutukan Allah dalam rububiyah-Nya.

Baca juga: Keutamaan Surat Al Falaq, Lengkap dengan Waktu Membacanya 

2. Al-Malik

Al-Malik adalah salah satu dari Asmaul Husna yang bermakna pemilik kerajaan yang sempurna dan kekuasaan yang mutlak.

3. Al-Ilaah

Sedangkan penyebutan kata Ilahinnaas (sembahan manusia) di sini adalah untuk menegaskan Allah Subhanahu wa ta'ala adalah yang seharusnya disembah oleh manusia dengan berbagai macam peribadahan.

Sementara ibadah ada dua jenis yaitu zhohir dan batin. Yang zhohir misalnya adalah sholat, doa, zakat, puasa, haji, nazar, menyembelih qurban, dan lain sebaginya. Sedangkan yang batin letaknya di dalam hati, seperti khusyuk, roja’ (pengharapan terhadap terpenuhinya kebutuhan), khouf (takut yang disertai pengagungan), cinta, dan lain sebagainya.

Barang siapa yang meniatkan salah satu dari ibadah-badah tersebut kepada selain Allah maka dia telah berbuat syirik. Siapa yang sujud kepada kuburan Nabi dan para wali atau yang lainnya, maka dia telah berbuat kesyirikan, siapa yang tawakalnya kepada jimat maka dia telah syirik.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Asbabun Nuzul Surat Al Falaq, Ketika Rasulullah Kena Sihir 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya