Awan Bisa Berbentuk Gelombang Tsunami, Ini Penjelasan Alquran dan Sains

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 22 September 2021 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 22 614 2475283 awan-bisa-berbentuk-gelombang-tsunami-ini-penjelasan-alquran-dan-sains-UmfsNSd7iS.jpg Fenomena awan berbentuk seperti gelombang tsunami. (Foto: Istimewa)

ALQURAN dan sains kali ini mengungkap adanya fenomena alam awan bisa berbentuk seperti gelombang tsunami yang sangat besar di langit. Ternyata hal ini sudah jauh lama dijelaskan dalam kitab suci Alquran.

Sebagaimana dinukil dari 'Buku Pintar Sains dalam Alquran' karya Dr Nadiah Thayyarah, keberadaan awan bergumpalan juga tertulis di dalam ayat-ayat suci Alquran. Ini menyerupai penjelasan fenomena awan mirip gelombang tsunami yang terjadi di banyak tempat.

Baca juga: Alquran dan Sains: 6 Bintang Paling Terang Ternyata Punya Nama Arab 

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

ٱللَّهُ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَيَبْسُطُهُۥ فِى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ يَشَآءُ وَيَجْعَلُهُۥ كِسَفًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ ۖ فَإِذَآ أَصَابَ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

Allahullazi yursilur-riyaha fa tusiru sahaban fa yabsutuhu fis-sama'i kaifa yasya'u wa yaj'aluhu kisafan fa taral-wadqa yakhruju min khilalih, fa iza asaba bihi may yasya'u min 'ibadihi iza hum yastabsyirun

Artinya: "Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendaki-Nya, tiba-tiba mereka menjadi gembira." (QS Ar Rum: 48)

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Keistimewaan Lebah, Bisa Obati Berbagai Penyakit 

Ayat ini menjelaskan bahwa anginlah yang membentuk awan berikut semua jenisnya, seperti awan stratus. Awan stratus terbentang secara horizontal dan berbentuk lapisan sepanjang 200 kilometer.

Awan seperti itu bisa dinamakan awan stratus, bentuknya memanjang di lapisan pertama paling bawah. Kemudian di lapisan ketiga terbawah, lalu lapisan keempat, dan seterusnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Para ilmuwan mengatakan awan stratus tidak dapat menghasilkan kilat, guntur, dan butiran-butiran es, tetapi hanya menurunkan hujan.

Namun, turunnya hujan melalui awan stratus tidak terjadi di setiap kondisi, hanya di kondisi tertentu. Hujan tidak akan turun kecuali jika empat lapisan awan berkumpul menjadi satu.

Baca juga: Alquran dan Sains: Benarkah Kitab Suci Alquran Memiliki 6.666 Ayat? 

Jika hanya tiga lapisan yang berkumpul, hujan tetap akan terbentuk, tapi tidak akan jatuh ke bumi karena sudah menguap di udara. Sebab, ketebalan butiran-butiran air hanya sedikit.

Adapun ketika dua lapisan awan berkumpul, hujan tak akan terbentuk. Pada titik inilah ungkapan kisafan yang dikatakan oleh ayat di atas menemukan kebenarannya.

Terbentuknya awan menjadi hujan, butiran salju dan kilat pun tertulis di dalam Alquran. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يُزْجِى سَحَابًا ثُمَّ يُؤَلِّفُ بَيْنَهُۥ ثُمَّ يَجْعَلُهُۥ رُكَامًا فَتَرَى ٱلْوَدْقَ يَخْرُجُ مِنْ خِلَٰلِهِۦ وَيُنَزِّلُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مِن جِبَالٍ فِيهَا مِنۢ بَرَدٍ فَيُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ وَيَصْرِفُهُۥ عَن مَّن يَشَآءُ ۖ يَكَادُ سَنَا بَرْقِهِۦ يَذْهَبُ بِٱلْأَبْصَٰرِ

A lam tara annallaha yuzji sahaban summa yu'allifu bainahu summa yaj'aluhu rukaman fa taral-wadqa yakhruju min khilalih, wa yunazzilu minas-sama'i min jibalin fiha mim baradin fa yusibu bihi may yasya'u wa yasrifuhu 'am may yasya', yakadu sana barqihi yaz-habu bil-absar

Artinya: "Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS An Nur: 43)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Benarkah Ada Bagian Tubuh Manusia Tidak Hancur Usai Dimakamkan? Ini Jawaban Alquran dan Sains 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya