Kisah Laksamana Cheng Ho, Ahli Geografi Muslim Penemu Amerika Sebelum Columbus

Intan Afika, Jurnalis · Senin 27 September 2021 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 27 614 2477314 kisah-laksamana-cheng-ho-ahli-geografi-muslim-penemu-amerika-sebelum-columbus-xQNQN7H4r8.jpg Patung Laksamana Cheng Ho. (Foto: Shutterstock)

LAKSAMANA Zheng He atau lebih dikenal Laksamana Cheng Ho adalah salah satu tokoh Muslim ahli geografi yang berperan penting dalam sejarah penjelajahan dunia. Bahkan, ia disebut-sebut sebagai orang yang menemukan Benua Amerika dan Australia sebelum Christopher Columbus. Untuk selanjutnya, simak kisahnya yuk.

Dikutip dari laman About Islam, Senin (27/9/2021), Laksamana Zheng He atau yang sering dieja Laksamana Cheng Ho dalam bahasa Inggris adalah seorang kasim, pelaut, penjelajah, diplomat, dan laksamana Armada Hui selama awal Dinasti Ming di China. Ia lahir pada akhir abad ke-14 di sebuah kota kecil di wilayah Yunnan dari keluarga Hui yang merupakan kelompok etnis Tionghoa Muslim.

Baca juga: Buat Ayah Bunda, Ini 10 Nama Anak Laki-Laki Islami Miliki Arti Pemimpin yang Baik 

Nama lahirnya adalah 'Ma He'. Di China, mereka menggunakan "Ma" sebagai nama pendek untuk "Muhammad". Keluarganya mengaku sebagai keturunan gubernur Mongolia di Yunnan atau dari Raja Mohammed dari Bukhara. Dibesarkan sebagai seorang Muslim, Ma He mempelajari ajaran Islam dan menghafal Alquran sejak usia dini.

Laksamana Cheng Ho. (Foto: Shutterstock)

Sejak kecil Ma He sudah fasih berbahasa China dan Arab. Ia selalu ingin tahu segalanya tentang negara-negara yang secara geografis terletak di sebelah barat China. Ma He mempelajari bahasa, agama, tradisi, sejarah, serta geografi mereka bersama sang ayah dan kakek.

Baca juga: WFH Lebih Banyak Nganggur, Halalkah Gajinya? 

Ketika berusia 10 tahun, Ma He ditangkap dan dijadikan kasim di istana kaisar. Ia menjadi pelayan khusus Pangeran Zhu Di, anak keempat kaisar pendiri Dinasti Ming.

Berkat kemampuan, kesetiaan, serta kejujurannya; Ma He pun menjadi sahabat dan pengawal pribadi pangeran muda itu. Saat itulah kecerdasan, kebijaksanaan, dan kemampuan kepemimpinan Ma He menjadi terlihat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Setelah semua kampanye dan pertempuran yang dia pimpin bersama Pangeran Zhu Di selama 4 tahun, Ma He pun tumbuh menjadi komandan militer terkuat di China.

Pada 1404, Pangeran Zhu Di menjadi kaisar baru Dinasti Ming. Kemudian Zhu Di memberikan Ma He penghargaan sebagai Komando Tertinggi Badan Rumah Tangga Kekaisaran. Zhu Di juga memutuskan untuk mengganti nama Ma dan memberinya gelar baru dengan Zheng. Sejak saat itu nama Ma He berubah menjadi "Zheng He".

Baca juga: Mau Bayar Utang tapi Lupa Jumlahnya? Ini Solusinya Menurut Ajaran Islam 

Kemudian Kaisar Zhu Di memilih Zheng He sebagai komandan untuk pelayaran besar ke barat. Setelah itu, ia menjadi penjelajah maritim terbesar di China dan memiliki gelar baru menjadi Laksamana Zheng He.

Laksamana Cheng Ho. (Foto: Shutterstock)

Zheng He mempersiapkan semuanya dengan sangat detail sebelum menyelesaikan misinya sebagai seorang penjelajah. Ia membuat beberapa studi rinci tentang grafik angkatan laut yang ada, navigasi astro, kalender timur dan barat, astronomi, geografi, ilmu kelautan, piloting, pembuatan, dan perbaikan kapal.

Baca juga: Viral Balita Palestina Berbagi Sarapan dengan Kucing di Masjidil Aqsa, Netizen pun Terharu 

Sejak tahun 1405 hingga 1433, Zheng He memimpin tujuh ekspedisi maritim besar. Ia mengunjungi lebih dari 30 negara Asia dan Afrika. Dari situ, Zheng He belajar banyak tentang budaya serta kepercayaan mereka.

Ada kemungkinan bahwa dalam salah satu ekspedisinya ia menyelesaikan hajinya di Makkah. Zheng He bukan satu-satunya Muslim dalam ekspedisi itu. Penasihat dan penerjemah yang bepergian bersamanya, seperti Ma Huan, sama seperti dia Muslim Tionghoa.

Armada pertama yang dikomandani Zheng He mencakup 27.870 orang di 317 kapal, termasuk pelaut, juru tulis, juru bahasa, tentara, pengrajin, dokter, dan ahli meteorologi. Kapal-kapal yang dipimpin oleh Zheng He memiliki panjang hingga 137,2 meter dan lebar 186 meter, mampu membawa lebih dari 1.000 penumpang serta sejumlah besar kargo dengan produk-produk seperti porselen, emas dan perak, kapas, tembaga, dan sutra. Kapal-kapal itu berkali-kali lipat dari ukuran kapal Columbus.

Pelayaran Zheng He yang terpenting adalah pelayaran keempat dengan 30.000 anak buahnya, yaitu ke Arab melalui Hormuz, Aden, dan Laut Merah. Ketika tiba di Arab, 19 negara mengirim duta besar untuk menaiki kapal Zheng He dan juga hadiah untuk Kaisar Zhu Di.

Baca juga: 10 Inspirasi Nama Anak Islami Bermakna Bijaksana, Jadi Penyejuk Hati Orangtua 

Kaisar Zhu Di meninggal pada tahun 1424, dan digantikan oleh Kaisar baru bernama Hongxi. Semua ekspedisi maritim pun terhenti. China menjadi negara yang terisolasi sendiri selama 100 tahun kemudian.

Peninggalan Laksamana Cheng Ho. (Foto: Shutterstock)

Zheng He diangkat sebagai komandan pelabuhan di Nanking dan menerima perintah untuk membubarkan pasukannya. Zheng He memilih dengan dukungan Xuande, yang telah menggantikan Hongxi, untuk menghidupkan kembali ekspedisinya.

Baca juga: 6 Syarat Utama Menuntut Ilmu Menurut Imam Syafii, Apa Saja? 

Pada perjalanannya yang ketujuh dan terakhir pada tahun 1433, Zheng He mengunjungi kembali Teluk Persia, Laut Merah, dan Afrika hingga meninggal di India dalam perjalanan kembali. Pada saat itu, ia berusia 60 tahun.

Zheng He terbukti menemukan Benua Amerika dan Australia dalam salah satu perjalanannya sebelum Columbus melakukannya. Ia juga mencapai pantai timur Afrika dan berlayar dari Tanjung Harapan ke Kepulauan Tanjung Verde sebelum Marco Polo melakukannya.

Tidak hanya berlayar, Zheng He menambahkan hal penting dalam perjalanannya, yakni mengajak orang-orang masuk Islam. Bersama para penasihatnya yang juga Muslim-nya, Zheng He mengajak masyarakat sekitar untuk memeluk agama Islam ke mana pun mereka pergi.

Zheng He secara aktif mendukung pertumbuhan Islam di Asia Tenggara. Ia mendirikan komunitas Muslim Tionghoa di Palembang, Jawa, Semenanjung Malaya, dan Filipina. Tugas mereka adalah menyebarkan ajaran agama Islam di sekitar wilayah tersebut untuk membangun masjid dan memberikan layanan sosial lainnya yang dibutuhkan komunitas Muslim setempat.

Baca juga: Alquran dan Sains Ungkap Keistimewaan Lebah, Bisa Obati Berbagai Penyakit 

Laksamana Cheng Ho. (Foto: Shutterstock)

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya