Tata Cara Sholat Unsi, Adakah Syariatnya?

Hantoro, Jurnalis · Selasa 12 Oktober 2021 12:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 330 2485007 tata-cara-sholat-unsi-adakah-syariatnya-BOxA5nEKtS.jpg Ilustrasi tata cara sholat unsi. (Foto: Shutterstock)

TATA cara sholat unsi atau sholat yang pahalanya dihadiahkan untuk orang yang telah meninggal dunia ternyata banyak ingin diketahui. Tapi apakah ada syariat yang shahih terkait sholat unsi?

Dikutip dari laman Muslim.or.id, Selasa (12/10/2021), Syekh Abdul Aziz Bin Baz yang merupakan ulama besar Arab Saudi dan pernah menjabat sebagai mufti (penasihat agung) Kerajaan Arab Saudi, rektor Universitas Islam Madinah, Hai'ah Kibaril Ulama (semacam MUI di Arab Saudi), Dewan Riset Ilmu dan Fatwa (Al-Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-Ilmiyah wal Ifta'), pernah ditanya mengenai hukum sholat unsi.

Baca juga: Simak Jadwal Sholat Hari Ini, Selasa 12 Oktober 2021 

Ia mengatakan, seorang anak tidak perlu melakukan sholat tertentu untuk dihadiahkan pada kedua orangtua setelah mereka wafat, ataupun kepada orang lain. Yang dituntunkan syariat adalah mendoakannya, memohonkan ampunan bagi mereka berdua, bersedekah, demikian juga melakukan haji dan umrah untuk mereka.

Ilustrasi tata cara sholat unsi. (Foto: Shutterstock)

Adapun sholat, tidak disyariatkan bagi siapa pun untuk menghadiahkan sholat tertentu untuk orang lain. Yang ada hanyalah sholat jenazah bagi mayit yang Muslim, sebelum ia dikuburkan. Bagi yang belum sempat mensholatkannya sebelum dikubur, boleh melakukan sholat jenazah setelah ia dikubur jika rentang waktunya tidak lebih dari sekira 3 bulan. Sebab, Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wassallam pernah sholat jenazah di kuburnya Ummu Sa’ad bin Ubadah setelah sebulan dikuburkan.

Baca juga: Viral Anak Pengumpul Barang Bekas Selalu Rapi dan Wangi saat Sholat di Masjid 

Demikian juga sholat sunah thawaf yang dikerjakan dua rakaat setelah thawaf bagi orang yang berhaji atau umrah untuk orang yang diwakilkan thawaf-nya. Karena memang disyariatkan bagi orang yang mewakilkan thawaf untuk sholat dua rakaat setelah selesai thawaf.

Dalam hal ini yang menjadi pijakan adalah bahwa ibadah itu tauqifiyah, tidak disyariatkan kecuali telah ditetapkan oleh Alquran dan As Sunnah. Wallahu Waliyyut Taufiq.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara Ustadz Badru Salam Lc menerangkan memang terjadi perselisihan ulama tentang masalah apakah bisa dikiaskan kepada shadaqah. Bahkan para ulama semua sepakat bahwa untuk menghadiahkan shadaqah kepada mayat itu boleh.

Namun yang menjadi perselisihan, apakah bisa dikiaskan kepada shadaqah ibadah yang lainnya seperti membaca alquran, sholat, puasa, dan yang lainnya.

Baca juga: Viral Pria Nyamar Pakai Cadar Masuk Shaf Sholat Wanita, Diduga Mau Cipika-cipiki 

"Pendapat yang rojih, yang paling kuat, yakni pendapat Imam Malik. Yang masyhur dari beliau demikian pula yang masyhur dari Imam Syafii bahwa itu (sholat unsi, red) tidak disyariatkan," jelasnya, seperti dikutip dari tayangan video di kanal YouTube Safdah TV berjudul 'Bincang Santai: Shalat Unsil Mayit dan Mendawamkan Surah As-Sajdah - Ustadz Badru Salam Lc', Selasa (12/10/2021).

Ustadz Badru Salam melanjutkan, alasannya, pertama, kalau mengkiaskan itu dengan shadaqah itu benar, tentu yang pertama kali yang melakukannya adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Yang pertama kali adalah melakukannya para sahabat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Baca juga: Tata Cara Sholat Fajar: Lengkap dengan Waktu, Niat, hingga Bacaannya 

Namun, tidak pernah diketahui ada seorang sahabat yang meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah menghadiahkan sholatnya untuk Khadijah misalnya. Menghadiahkan sholatnya untuk Ruqayyah anaknya yang sudah meninggal misalnya.

Tidak pernah juga didapati satu pun riwayat yang shahih bahwa para sahabat menghadiahkan sholat untuk mayat dan yang lainnya. Bahkan ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam suatu malam didatangi oleh Malaikat Jibril, dan diperintahkan untuk pergi ke Baqi mendoakan mayat yang ada di Baqi.

Maka kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pun pergilah ke Baqi dan mendoakan mayat yang ada di Baqi. Tapi ternyata Rasulullah tidak ada satu pun sholat misalnya untuk dihadiahkan kepada mayat-mayat yang ada di Baqi.

Padahal, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam orang yang paling sayang kepada umatnya. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Artinya: "Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (QS At-Taubah: 128)

Baca juga: Tata Cara Sholat Istisqa, Lengkap dengan Tempat dan Waktu Pelaksanaan 

"Padahal, beliau sangat sayang kepada umatnya. Oleh karena itulah pendapat yang kuat dalam masalah ini tidak disyariatkan. Bahkan sebagian ulama mengatakan itu termasuk bid'ah. Kenapa? Karena Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tidak pernah sekali pun menghadiahkan sholat untuk mayat. Karena kalau itu perbuatan yang baik tentu pasti para sahabat akan meriwayatkan dari Rasulullah, atau diriwayatkan juga para sahabat melakukannya karena itu kebaikan yang bisa dipersembahkan untuk mayat," tuntasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya