Optimis Berangkatkan Haji Tahun 2022, Kemenag Siapkan Skenario

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 15 Oktober 2021 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 15 614 2486630 optimis-berangkatkan-haji-tahun-2022-kemenag-siapkan-skenario-aQHC2WVLa7.jpg Ilustrasi jamaah haji Indonesia. (Foto: Widi Agustian/Okezone)

PIHAK Kementerian Agama (Kemenag) optimis memberangkatkan jamaah haji Indonesia tahun 1443 Hijriah/2022 Masehi. Maka itu, dibentuk tim manajemen krisis untuk kembali mempersiapkan skenario pemberangkatan.

"Tahun ketiga pandemi, saya optimis Indonesia akan memberangkatkan jamaah haji. Skema pemberangkatan dan mitigasi penyelenggaraannya harus kembali disiapkan tim manajemen krisis" ungkap Sekretaris Jenderal Kemenag Nizar, Rabu 13 Oktober 2021.

Baca juga: Bahas Kepastian Haji dan Umrah 2022, Menag Segera ke Arab Saudi 

Ibadah haji saat pandemi covid-19. (Foto: Reuters)

"Saya malah berharap di tahun ketiga ini haji bisa diselenggarakan dalam kuota normal 100 persen," tambahnya, seperti dikutip dari laman resmi Kemenag RI.

Ia mengatakan, penanganan covid-19 di Indonesia terus membaik. Tren persebaran kasus positif covid-19 juga terus mengalami penurunan. Arab Saudi juga diperkirakan segera membuka akses pemberangkatan jamaah umrah Indonesia.

"Penyelenggaraan jamaah umrah Indonesia di masa pandemi ini sekaligus akan menjadi tolok ukur skema penyelenggaraan haji 1443H," jelas Nizar.

Baca juga: Indonesia Dapat Izin Umrah, AMPHURI: Jamaah yang Sudah Antre Diberangkatkan Lebih Dulu 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dirinya memperkirakan penyelenggaraan ibadah haji 1443H digelar masih dalam suasana pandemi covid-19. Oleh karena itu, jamaah harus terus diedukasi dalam kedisiplinan penerapan protokol kesehatan.

Baca juga: Umrah Diizinkan, AMPHURI Harap Jamaah Tak Perlu Karantina dan Vaksin Ulang 

"Kemenag juga harus memastikan kuota petugas haji mencukupi dan mereka bisa menjalankan tugasnya secara profesional dalam konteks suasana pandemi," pesannya.

"Jika perlu, pelatihan petugas dilakukan secara terpisah, sesuai bidang layanan masing-masing, baik katering, transportasi, akomodasi, hingga pembimbing obadah. Saat ini baru pembimbing ibadah yang disertifikasi. Ke depan, perlu juga sertifikasi untuk semua layanan," tuntasnya.

Baca juga: Selama Pandemi Jamaah Hanya Boleh Sekali Umrah, Sekali Sholat di Raudlah 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya