Turun Hujan Lebat dan Ada Petir, Disunahkan Baca Doa Ini

Hantoro, Jurnalis · Rabu 27 Oktober 2021 10:26 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 27 618 2492390 turun-hujan-lebat-dan-ada-petir-disunahkan-baca-doa-ini-qYHgFiwOOC.jpg Ilustrasi turun hujan lebat dan petir menggelegar. (Foto: Shutterstock)

SAAT ini di wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan. Dilaporkan mulai turun hujan lebat. Petir pun beberapa kali terdengar menggelegar. Bagi kaum Muslimin, disunahkan membaca doa ketika dalam keadaan seperti ini. Terdapat doa turun hujan dan mendengar petir yang diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Dengan membaca doa turun hujan dan mendengar petir, dapat meraih keberkahan dari Allah Subhanahu wa ta'ala. Sebagaimana diketahui, hujan merupakan salah satu kenikmatan yang diturunkan Allah Subhanahu wa ta'ala bagi semua makhluk hidup di muka bumi. Oleh karena itu, jangan lupa memanjatkan doa. Ditambah lagi, ketika hujan turun merupakan salah satu waktu dikabulkannya doa.

Baca juga: Masya Allah, 2 Alquran Ini Tetap Utuh Bersih meski Berada di Lokasi Kebakaran Besar 

Dirangkum dari laman Muslim.or.id, Rabu (27/10/2021), Ibnu Qudamah dalam kitab 'Al Mughni' mengatakan, "Dianjurkan untuk berdoa ketika turunnya hujan, sebagaimana diriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

اُطْلُبُوا اسْتِجَابَةَ الدُّعَاءِ عِنْدَ ثَلَاثٍ : عِنْدَ الْتِقَاءِ الْجُيُوشِ ، وَإِقَامَةِ الصَّلَاةِ ، وَنُزُولِ الْغَيْثِ

Artinya: "Carilah doa yang mustajab pada tiga keadaan: Bertemunya dua pasukan, menjelang sholat dilaksanakan, dan saat hujan turun."

Baca juga: Cerita Haru Model Cantik Isya Jeeperson Jadi Mualaf Setelah Diancam Mati Ibunya 

Jadi hendaknya setiap Muslim dalam rangka bersyukur kepada Allah Subhanahu wa ta'ala memanjatkan doa berikut ini ketika hujan:

اللَّهُمَّ صَيِّباً ناَفِعاً

Allahumma shoyyiban naafi’aa

Artinya: "Ya Allah, turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Doa tersebut yang diucapkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ketika melihat turunnya hujan. Berdasarkan hadis dari Ummul Mukminin, Aisyah Radhiyallahu anha:

إِنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا رَأَى الْمَطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ صَيِّباً نَافِعاً »

Artinya: "Nabi Shallallahu alaihi wassallam ketika melihat turunnya hujan, Beliau mengucapkan, 'Allahumma shoyyiban naafi’aa' (Ya Allah turunkanlah kepada kami hujan yang bermanfaat)." (HR Bukhari Nomor 1032, Ahmad Nomor 24190, dan An Nasai Nomor 1523)

Ibnu Baththol mengatakan hadis tersebut berisi anjuran berdoa ketika hujan turun agar kebaikan dan keberkahan semakin bertambah, juga makin banyak memberikan kemanfaatan.

Sementara Al Khottobi mengatakan air hujan yang mengalir adalah suatu karunia. (Syarh Al Bukhari, Ibnu Baththol, 5/18, Asy Syamilah)

Baca juga: Kisah Ummu Sulaim Terima Lamaran Abu Thalhah dengan Mahar Masuk Islam 

Doa ketika Turun Hujan Lebat

Sementara ketika turun hujan lebat ada doa tersendiri. Berdasarkan sebuah riwayat, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah meminta diturunkan hujan. Kemudian ketika hujan turun sangat lebat, Rasulullah memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar cuaca kembali menjadi cerah.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam memanjatkan doa:

اللَّهُمّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا,اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالْجِبَالِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ

Allahumma haawalaina wa laa ’alaina. Allahumma ’alal aakami wal jibaali, wazh zhiroobi, wa buthunil awdiyati, wa manaabitisy syajari

Artinya: Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan untuk merusak kami. Ya Allah, turukanlah hujan ke dataran tinggi, gunung-gunung, bukit-bukit, perut lembah dan tempat tumbuhnya pepohonan)." (HR Bukhari Nomor 1014)

Baca juga: 5 Artis Ganteng Ini Ubah Penampilan Setelah Hijrah, Istikamah Ikuti Sunah Nabi 

Doa Mendengar Petir

Selanjutnya ketika mendengar petir, kaum Muslimin hendaknya membaca doa lain. Sebagaimana Abdullah bin Az-Zubair saat mendengar petir, menghentikan pembicaraan, kemudian mengucapkan:

سُبْحَانَ الَّذِيْ يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمِدِهِ وَالْمَلاَئِكَةُ مِنْ خِيْفَتِهِ

Subhaanalladzi yusabbihur ra’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatihi

Artinya: “Maha Suci Allah yang halilintar bertasbih dengan memuji-Nya, begitu juga para malaikat, karena takut kepada-Nya.” (Al Muwaththa’ 2/992. Al Albani berkata hadis ini mauquf yang sahih sanadnya. Sumber: Kitab Hisnul Muslim Said bin Ali Al Qathanis)

Baca juga: Tak Sengaja ke Kajian Umi Pipik, Wanita Sopir Bus Ini Akhirnya Mantap Jadi Mualaf 

Doa yang lain, berdasarkan riwayat Ikrimah mengatakan bahwasanya Ibnu Abbas Radhiyallahu anhuma ketika mendengar petir, beliau mengucapkan:

سُبْحَانَالَّذِي سَبَّحَتْ لَهُ

Subhanalladzi sabbahat lahu

Artinya: "Maha suci Allah yang petir bertasbih kepada-Nya."

Baca juga: 20 Rekomendasi Nama Anak Islami Berawalan M, Miliki Arti Pemberani dan Adil Memimpin 

Lalu beliau mengatakan:

قال إن الرعد ملك ينعق بالغيث كما ينعق الراعي بغنمه

Aartinya: "Sesungguhnya petir adalah malaikat yang meneriaki (membentak) untuk mengatur hujan sebagaimana pengembala ternak membentak hewannya." (Adabul Mufrod Nomor 722, dihasankan oleh Syekh Al Albani)

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya