Mukjizat Nabi Nuh, Pandai Membuat Kapal Besar Penyelamat Kaum yang Menaati Allah Ta'ala

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Senin 08 November 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 08 614 2498350 mukjizat-nabi-nuh-pandai-membuat-kapal-besar-penyelamat-kaum-yang-menaati-allah-ta-ala-qzr1SzrdJ7.jpg Ilustrasi kapal Nabi Nuh Alaihissallam. (Foto: Shutterstock)

ALLAH Subhanahu wa ta'ala menurunkan wahyu kenabian kepada Nabi Nuh Alaihissallam di masa kekosongan dua rasul. Saat itu manusia secara berangsur-angsur meninggalkan dan melupakan ajaran Allah Ta'ala yang diberikan oleh nabi-nabi sebelumnya.

Mereka pun kembali melakukan perbuatan syirik, meninggalkan amal kebaikan, serta melakukan kemaksiatan di bawah pengaruh iblis. Hal ini menjadi tugas yang berat bagi Nabi Nuh Alaihissallam untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar.

Baca juga: Rasulullah Sangat Suka Makan Buah Semangka, Ternyata Ini Alasannya 

Pasalnya, Nabi Nuh Alaihissallam datang saat mereka sedang menyembah berhala yang dibuat oleh tangan mereka sendiri. Mereka menganggap bahwa berhala tersebut adalah Tuhan, yakni yang pembawa kebaikan serta dapat mengatasi segala kesengsaraan dan kemalangan. Mereka menyebut berhala itu dengan berbagai nama, seperti Wadd, Suwa, Yaguts, Yatuq, dan Nasr.

Dikutip dari kanal YouTube Sahabat Nusantara, Senin (8/11/2021), Nabi Nuh Alaihissallam tak merasa gentar. Meski rintangan itu begitu berat, Nabi Nuh Alaihissallam yakin bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala akan membantunya. Ia pun mencoba menarik perhatian kaumnya.

Nabi Nuh Alaihissallam mengingatkan kepada mereka bahwa akan ada ganjaran yang akan diterima oleh manusia atas segala amalan kebaikan dan neraka bagi segala pelanggaran. Namun, hal tersebut tidak berhasil. Setelah berbagai upaya dilakukan, Nabi Nuh pun pasrah dan menyerahkan segala urusan kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: 5 Mukjizat Luar Biasa Nabi Idris, Belum Banyak yang Mengetahui 

Nabi Nuh Alaihissallam memohon kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar menurunkan azab kepada kaumnya yang tidak mengikuti ajarannya. Doa Nabi Nuh itu lantas dikabulkan oleh Allah Ta'ala. Sebagaimana Allah Ta'ala berfirman dalam Surah Hud Ayat 37:

"Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Setelah menerima perintah Allah Subhanahu wa ta'ala untuk membuat sebuah kapal, Nabi Nuh Alaihissallam langsung mengumpulkan para pengikutnya dan mulai mengumpulkan bahan untuk membuat kapal.

Nabi Nuh Alaihissallam membuat kapal tersebut jauh dari kota dan keramaian. Mereka dengan rajin serta tekun bekerja siang dan malam untuk menyelesaikan pembuatan kapal itu.

Baca juga: 4 Surat Nabi untuk Raja-Raja Dunia Mengajak Masuk Islam, Ini Isinya 

Meski sudah menjauhi kota dan kaumnya, Nabi Nuh Alaihissallam tetap saja mendapat ejekan serta cemoohan dari kaumnya yang kebetulan atau sengaja melalui tempat pembuatan kapal tersebut. Mereka kerap mengolok-ngolok Nabi Nuh karena membuat kapal yang jauh dari perairan.

"Wahai Nuh, Engkau telah menjadi tukang kayu dan pembuat kapal. Bukankah kau seorang nabi dan rasul menurut pengakuanmu? Mengapa sekarang menjadi seorang tukang kayu dan pembuat kapal? Kapal yang engkau buat itu jauh dari air, apakah kapal itu akan ditarik oleh kerbau ataukah mengharapkan angin yang menarik kapal ke laut?" ujar mereka.

Baca juga: Kisah Kejaiban Perang Badar: 314 Muslimin Menang Lawan 1.000 Pasukan Kafir Quraisy 

Mendengar ejekan itu, Nabi Nuh Alaihissallam menjawab santai dan mengingatkan kembali orang tersebut bahwa akan ada azab serta hukuman dari Allah Subhanahu wa ta'ala bagi para hamba-Nya yang melakukan pelanggaran.

"Baiklah, tunggu saja saatnya nanti. Jika kamu sekarang mengejek dan mengolok-ngolok kami, maka akan tibalah masanya kelak bagi kami untuk mengejek kamu dan akan kamu ketahui kelak untuk apa kapal yang kami siapkan ini. Tunggulah saatnya azab dan hukuman Allah Subhanahu wa ta'ala menimpa atas diri kamu setelah selesai pekerjaan pembuatan kapal yang merupakan alat pengangkutan laut pertama di dunia," kata Nabi Nuh Alaihissallam.

Baca juga: 4 Mukjizat Akhlak Nabi yang Perlu Diteladani, Termasuk Sikap kepada Istri 

Kemudian Nabi Nuh Alaihissallam menerima wahyu dari Allah Subhanahu wa ta'ala untuk bersiap menaiki kapal. Apabila telah tiba perintah dan terlihat tanda-tanda dari Allah, maka segeralah Nabi Nuh mengangkut para pengikutnya dan membawa dua pasang dari setiap jenis makhluk yang ada di atas bumi untuk segera berlayar.

Kemudian tercurahlah air dari langit dan memancar dari bumi. Air itu begitu deras dengan dahsyat, dalam sekejap kota tersebut mengalami banjir besar hingga mencapai bukit-bukit. Daratan pun langsung tenggelam, tak ada tempat berlindung kecuali kapal Nabi Nuh yang telah berisi penuh dengan orang mukmin dan makhluk lainnya yang diselamatkan oleh Nabi Nuh atas perintah Allah Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: Kisah Kedatangan Nabi Muhammad di Madinah dan Berdirinya Masjid Quba 

Kapal Nabi Nuh Alaihissallam dengan lajunya menyusuri lautan air yang bergemuruh. Pada bagian kanan kiri kapal, tampak orang-orang kafir melawan gelombang air yang menggunung. Mereka berusaha menyelamatkan diri dari cengkeraman maupun lipatan gelombang air.

Dari kejauhan, Nabi Nuh melihat salah seorang putranya, Kan'an tengah menyelamatkan diri dari lautan air tersebut. Ia pun sebagai sang ayah cemas dan meminta anaknya itu untuk masuk ke perahu. Namun, Kan'an tak mau mendengarkan ajakan ayahnya. Ia terus berlari menjauh dari kapal dan terus berlari menuju puncak gunung.

Baca juga: Kisah Nabi Sulaiman Beri Makan Semut tapi Tidak Dihabiskan, Alasannya Sangat Mengagumkan 

Kan'an memang anak pembangkang. Ia tak mau mendengarkan ayahnya sendiri, pun tak mau menerima iman Allah Subhanahu wa ta'ala. Ia adalah anak yang keras kepala dan juga sombong. Meski begitu, sebagai seorang ayah Nabi Nuh Alaihissallam tetap berharap agar anaknya selamat dari badai yang sangat besar itu.

Ia pun berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar anaknya itu diselamatkan. Namun, kali ini Allah Ta'ala tak menerima doa Nabi Nuh lantaran Kan'an adalah anak durhaka dan tidak mau beriman.

Baca juga: Kisah Pembebasan Makkah dari Kaum Quraisy, Kemenangan bagi Rasulullah dan Muslimin 

Nabi Nuh Alaihissallam akhirnya tersadar setelah menerima teguran dari Allah Subhanahu wa ta'ala bahwa cinta kasih sayangnya kepada sang anak telah menjadikan ia lupa akan janji dan ancaman Allah terhadap orang-orang kafir, termasuk putranya sendiri. Ia pun memohon ampun kepada Allah Ta'ala atas segala kelalaiannya karena putranya tersebut.

Wallahu a'lam bishawab.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya