Hari Pahlawan, Muhammadiyah: Momen Ikhtiar untuk Menyerap Nilai-Nilai Perjuangan

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 10 November 2021 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 10 614 2499443 hari-pahlawan-muhammadiyah-momen-ikhtiar-untuk-menyerap-nilai-nilai-perjuangan-5r7Oo9xkeL.jpg Ilustrasi Hari Pahlawan 10 November. (Foto: Okezone)

BANGSA Indonesia hari ini memperingati Hari Pahlawan. Salah satu caranya dengan mengenang sosok para pahlawan nasional yang berjuang meraih kemerdekaan dari penjajah pada masa silam. Mereka adalah sosok-sosok tangguh yang tidak gentar membela bangsa. Mereka rela bercucuran darah dan menukar jiwa demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, Hari Pahlawan setiap 10 November jangan hanya dijadikan sebagai acara seremonial belaka.

"Bangsa Indonesia tentu harus memperingati Hari Pahlawan sebagai ikhtiar untuk menyerap nilai perjuangan dari para pahlawan Indonesia sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai kepahlawanan itu agar hidup di dalam jiwa, alam, pikiran, sikap, dan tindakan warga dan elite bangsa. Hari Pahlawan jangan hanya dijadikan seremonial belaka," ungkap Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, seperti dikutip dari laman resmi Muhammadiyah, Rabu (10/11/2021).

Baca juga: Hari Pahlawan, Google Doodle Menampilkan Sosok Ismail Marzuki 

Terlebih lagi kini, lanjut dia, bangsa Indonesia dihadapkan dengan tantangan yang lebih kompleks, lawan tidak datang dalam bentuk penjajahan fisik. Ancaman terbesar justru hadir saat warga dan elite bangsa tidak lagi menjaga persatuan. Maka itu, Haedar mengingatkan agar di Hari Pahlawan kembali menghidupkan nilai-nilai kepahlawanan baik bagi warga maupun elite bangsa. Di antaranya adalah:

1. Nilai pengorbanan

Para pahlawan telah berkorban demi merawat eksistensi Republik Indonesia dalam panggung sejarah bangsa-bangsa. Jika nilai pengorbanan ini diaktualisasikan dengan baik, maka terbentuk bangsa yang peka dan mau membantu sesama, dan tidak lagi melakukan provokasi yang dapat menimbulkan konflik dalam berbangsa dan bernegara.

"Para pahlawan nasional dalam mewujudkan dan mengisi kemerdekaan Indonesia mereka berani berkorban, pikiran, harta, bahkan jiwa untuk Indonesia. Mereka memberi bukan meminta dan bukan mengambil. Itulah ciri berkorban," jelasnya.

Baca juga: Hadapi Musibah Berat, Baca Doa Ini Supaya Selalu Tabah 

2. Meletakkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan yang lain

Persoalan dan tantangan bangsa Indonesia begitu banyak dan kompleks. Tidak mungkin terselesaikan tanpa kolaborasi dan persatuan di antara segenap elemen anak bangsa. Para pahlawan mampu menyatukan Tanah Air karena selalu meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan diri, keluarga, dan kroni.

"Para pahlawan melintas batas dengan hadir untuk semua kalangan, dan mereka hadir sebagai sosok-sosok yang meletakkan kepentingan yang lebih luas di atas kepentingan yang lebih sempit. Mereka hadir tidak untuk diri, keluarga, atau kroninya, melainkan untuk kepentingan bangsa dan negara," paparnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Nilai kenegarawaan

Para pahlawan mengajarkan bahwa ekspresi sikap kenegarawanan yang paling sederhana niscaya ada dalam tindakan jujur baik dalam perkataan maupun perbuatan. Ketika terdapat kesalahan mereka dengan gagah berani mengakui kesalahan dan tidak menutupi kesalahan dengan kesalahan yang lain. Seharusnya, kebiasaan laku jujur para pahalawan ini menjadi inspirasi dan batu tapal kemajuan untuk bangsa dan negara.

"Para pahlawan berdiri tegak di atas nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan kepatutan di dalam hidup. Para pahlawan adalah kesatria, di saat salah mereka berani mengakui kesalahan, dan tidak menutupi kesalahan dengan kesalahan yang lain. Mereka tidak berdusta namun sangat jujur dengan kehidupan. Jiwa kesatria ini begitu penting," terang Haedar.

Baca juga: Berniat Ajak Teman Murtad, Wanita Cantik Ini Malah Yakin Jadi Mualaf 

4. Nilai uswah hasanah atau keteladanan hidup

Ia menganggap bahwa menjadi teladan yang baik sebagai salah satu simpul harapan bangsa Indonesia di saat keadaan negara mengalami kerapuhan sosial sebagai imbas pertarungan politik dan ekonomi ambisius seperti sekarang ini. Perlu kiranya meneladani para pahlawan yang telah memberi panduan dalam berbangsa dan bernegara, yaitu kata dan tindakannya tidak pernah pecah kongsi.

"Para pahlawan pada dasarnya hidup sejahtera nan bersahaja, tetapi jiwanya seluas samudera, bahkan melampauinya. Kata sejalan dengan tindakan, sehingga masyakarat memperoleh obor dan suluh dari sikap, pikiran, cita-cita, langkah, dan jejak para pahlawan," tuntasnya.

Baca juga: 20 Rekomendasi Nama Anak Laki-Laki Islami Berawalan V, Maknanya Setia hingga Pejuang 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya