Kisah Mukjizat Nabi Musa yang Membuat Para Tukang Sihir Takluk Beriman kepada Allah Ta'ala

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 23 November 2021 09:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 23 614 2505952 kisah-mukjizat-nabi-musa-yang-membuat-para-tukang-sihir-takluk-beriman-kepada-allah-ta-ala-tnXBoTLzOk.jpg Ilustrasi mukjizat Nabi Musa Alaihissallam. (Foto: Freepik)

MUKJIZAT Nabi Musa Alaihissallam sudah cukup diketahui kaum Muslimin. Salah satunya tongkatnya yang bisa berubah menjadi ular besar. Hal ini terjadi ketika Nabi Musa menghadapi Raja Firaun.

Suatu ketika Raja Firaun dengan sombongnya menantang Nabi Musa Alaihissallam dengan mendatangkan para tukang sihir. Para tukang sihir menawarkan kepada Nabi Musa, siapa yang akan memulai terlebih dahulu.

Baca juga: 3 Mukjizat Luar Biasa Nabi Ismail, Nomor 1 Awal Mula Prosesi Ibadah Besar 

Nabi Musa Alaihissallam memilih para tukang sihir yang akan memulainya. Kemudian mereka melemparkan tali-temali dan tongkat-tongkat ke tengah area pertandingan.

Tiba-tiba tali dan tongkat tersebut dalam pandangan Nabi Musa Alaihissallam akibat pengaruh sihir berubah menjadi ular-ular yang menjalar kian ke sana-kemari. Nabi Musa pun mulai takut.

Ilustrasi mukjizat Nabi Musa Alaihissallam. (Foto: Baztab)

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam ayat-ayat suci Alquran yang artinya:

"(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata: 'Hai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kamikah orang yang mula-mula melemparkan?' Berkata Musa: 'Silakan kamu sekalian melemparkan.' Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka. Maka Musa merasa takut dalam hatinya." (QS Thaha: 65–67)

Baca juga: 2 Mukjizat Nabi Ishaq yang Belum Banyak Diketahui Umat Manusia 

Sihir tidak bisa mengubah kenyataan. Tali-temali pada hakikatnya tetap menjadi tali-temali, tidak pernah berubah jadi ular-ular. Ilmu sihir bisa membuat dalam pandangan orang yang melihat tali-temali itu berubah jadi ular.

Tukang sihir bisa saja menyihir bongkahan batu jadi emas, tetapi sebenarnya bongkahan batu itu tidak pernah berubah menjadi emas, hanya orang-orang yang kena pengaruh sihir melihatnya seperti emas.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kalau sihir bisa mengubah kenyataan, tentu para tukang sihir di dunia akan menjadi kaya raya sehingga tidak perlu bersusah payah lagi mencari nafkah.

Akibat pengaruh sihir, Nabi Musa Alaihissallam menjadi takut melihat ular-ular yang begitu banyak merayap, maka Allah Subhanahu wa ta'ala segera memberitahunya agar tidak takut. Sebab yang diberikan kepada Nabi Musa yaitu mukjizat tongkat bisa berubah menjadi ular yang akan mengalahkan semua itu.

Baca juga: Kisah Nabi Luth dan Mukjizatnya Menghadapi Kaum Sodom 

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya:

"Kami berkata: 'Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang). Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang." (QS Thaha: 68–69)

Tongkat yang dilemparkan Nabi Musa Alaihissallam benar-benar berubah jadi ular besar dan menelan semua ular-ular palsu tukang sihir tersebut. Allah Subhanahu wa ta'ala menegaskan tukang sihir tidak akan pernah bisa mengalahkan mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Musa.

Baca juga: Selain Tidak Mempan Dibakar, Ini Mukijizat Nabi Ibrahim yang Jarang Diketahui 

Para tukang sihir yang berkumpul di arena tahu persis bahwa apa yang dilakukan Nabi Musa Alaihissallam sama sekali bukanlah sihir. Sebagai orang yang berpengalaman dalam dunia sihir, mereka bisa membedakan mana yang sihir dan mana yang bukan.

Para tukang sihir yakin bahwa Nabi Musa Alaihissallam berada di pihak yang benar, maka itu serentak mereka bersujud dan menyatakan beriman dengan Tuhannya Musa yakni Allah Subhanahu wa ta'ala.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman yang artinya, "Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: 'Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa'." (QS Thaha: 70)

Tentu saja Raja Firaun marah besar. Kekalahan para tukang sihir itu saja sudah menamparnya, apalagi sampai menyatakan beriman dengan Tuhannya Nabi Musa Alaihissallam. Raja Firaun mengancam akan membunuh mereka jika tetap beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Allah Ta'ala berfirman:

"Berkata Firaun: Apakah kamu telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya." (QS Thaha: 71)

Baca juga: 10 Peninggalan Para Nabi yang Menggemparkan Dunia, Ada Sisa Kapal Raksasa 

Kekalahan itulah yang menyadarkan para tukang sihir bahwa yang mereka hadapi bukanlah ahli sihir, tapi utusan Allah Subhanahu wa ta'ala. Oleh karena itu, mereka segera menyatakan beriman kepada Allah Ta'ala.

Raja Firaun merupakan seorang tiran yang zalim. Ia menganggap dirinya tuhan. Dia sangat sombong padahal hanya manusia biasa.

Untuk menghindari tuduhan bahwa dia tidak dapat menerima kekalahan, Raja Firaun mencari alasan lain kenapa mengancam akan membunuh para tukang sihir itu. Bukan karena beriman dengan Tuhannya Nabi Musa Alaihissallam dan Nabi Harun Alaihissallam, tapi karena tidak minta izin terlebih dahulu kepadanya sebelum menyatakan beriman.

Baca juga: 5 Aksi Nekat Upaya Pencurian Jasad Nabi Muhammad, Ada yang Dilakukan Raja Sampai Dua Kali 

Sebagaimana dilansir laman Suara Muhammadiyah, tidak ada aturan seseorang harus minta izin dulu kepada Raja Firaun sebelum beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Tapi begitulah biasanya, seorang raja yang zalim tidak memerlukan alasan yang benar untuk berbuat sewenang-wenang kepada rakyatnya.

Raja Firaun tetap mengganggap Musa sebagai ahli sihir, bukan utusan Tuhan. Bahkan menuduh Musa adalah guru dari para tukang sihir tersebut. Maka secara tidak langsung Raja Firaun menuduh para tukang sihir tersebut bersekongkol dengan Musa untuk mengalahkannya dan mengusir bangsa Mesir dari Mesir.

Ternyata, di luar dugaan Raja Firaun, para tukang sihir itu sama sekali tidak takut dengan ancamannya. Mereka tetap mempertahankan keimanan yang baru saja mereka terima, apa pun yang akan terjadi.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman: "Mereka berkata: 'Kami sekali-kali tidak akan mengutamakan kamu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan kami; Maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja." (QS Thaha: 72)

Baca juga: Dubai Gelar Pameran Kehidupan 25 Nabi, Disajikan Juga dalam Bahasa Indonesia 

Hal yang mereka saksikan dalam pertandingan di arena itu baru satu mukjizat yaitu tongkat Musa menjadi ular dan menelan tali temali dan tongkat-tongkat yang telah disihir menjadi ular-ular yang menjalar kian kemari, tetapi kenapa dalam ayat disebutkan dalam bentuk jamak yaitu mukjizat, bukan mukjizah.

Menurut Quraish Shihab dalam kitab 'Tafsir Al-Mishbah 8:334', diungkapkan dalam bentuk jamak karena dalam penilaian mereka, pada apa yang ditampilkan Nabi Musa Alaihissallam terdapat beberapa hal yang mengagumkan, misalnya beralihnya tongkat menjadi ular besar, lalu ular itu memakan tali-temali dan tongkat yang sudah disihir jadi ular, kemudian ular itu beralih kembali menjadi tongkat.

Baca juga: Kisah Mukjizat Nabi Shaleh: Keluarnya Unta dari Dalam Batu dan Azab untuk Kaum Tsamud 

Dalam pandangan para tukang sihir tersebut, ini bukanlah satu bukti, tetapi sudah bukti-bukti. Mukjizat yang baru saja mereka saksikan secara nyata dalam pertandingan itu telah membuat mereka yakin bahwa Nabi Musa Alaihissallam adalah utusan Tuhan.

Keyakinan itu tidak bisa lagi dikalahkan oleh ancaman Raja Firaun. Sekalipun diancam untuk dipotong tangan dan kaki secara bersilang, lalu disalib di pohon kurma, mereka tidak takut karena sudah beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Wallahu a'lam bishawab.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya