Bolehkah Memperbesar Alat Kelamin? Ini Kata Buya Yahya

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 00:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 330 2506998 bolehkah-memperbesar-alat-kelamin-ini-kata-buya-yahya-zjUpvVunHd.jpg Buya Yahya menjelaskan hukum memperbesar alat kelamin. (Foto: Dok YouTube Al Bahjah TV)

KIAI Haji Yahya Zainul Ma’arif atau akrab disapa Buya Yahya mengatakan terkadang sebagian orang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Misalnya, seorang istri yang menuntut suaminya untuk memiliki ukuran alat kelamin yang besar, sehingga bisa memuaskan kebutuhan biologisnya.

Kemudian karena tuntutan istrinya itu, suami mencari alternatif agar alat kelamin yang dimiliki bisa mendapat ukuran yang diidamkan istrinya. Hal ini juga dianggapnya sebagai cara mempertahankan keharmonisan keluarga.

Baca juga: Bolehkah Istri Mencium Kemaluan Suami? Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah 

Lantas, apakah boleh memperbesar alat kelamin?

Menanggapi hal itu, Pimpinan Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon Buya Yahya mengatakan apabila benar-benar tidak tidak bisa menyentuh bagian sensitif perempuan, maka bisa dilanjutkan ikhtiar.

Ilustrasi hukum memperbesar alat kelamin. (Foto: Freepik)

Misalanya dengan cara operasi. Laki-laki akan meminta bantuan tenaga medis untuk memperbesar alat kelaminnya. Akan tetapi jika ini darurat, maka diperbolehkan.

"Kalau darurat maka boleh ditangani untuk operasi tersebut. Tapi kalau orang itu normal masih bisa menyentuh bagian sensitifnya perempuan, maka enggak perlu melakukan hal itu," jelasnya, seperti dikutip dari channel YouTube Buya Yahya, Kamis (25/11/2021).

Baca juga: Bagaimana Hukumnya Mencium Kemaluan Istri? Ini Kata Buya Yahya 

Akan tetapi apabila itu hanya keinginan sesaat, dan laki-laki masih busa menyentuh bagian sensitif perempuan, maka haram hukumnya. Sebab, ia akan memperlihatkan aurat kepada orang lain.

"Aurat saat operasi," kata Buya Yahya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kemudian alternatif kedua, apabila kemaluan laki-laki benar-benar sangat kecil serta tidak bisa menyentuh bagian sensitif perempuan, maka bisa diolesi obat.

"Ini juga bisa dilakukan oleh laki-laki yang memiliki alat kelamin yang tidak kecil. Dengan catatan tidak membahayakan," terang Buya Yahya.

Baca juga: Ustadz dr Zaidul Akbar Ungkap Minuman Alami Penyembuh Maag, Murah dan Gampang Bikinnya 

Akan tetapi jika memijatnya kepada seseorang yang dianggap dapat memperbesar ukuran alat kelamin tersebut, maka haram hukumnya. Pasalnya, ia memperlihatkan aurat sekaligus membiarkan orang lain menyentuhnya.

Namun apabila istrinya yang memijatnya, maka itu tidak menjadi masalah. Jadi dianjurkan seorang istri memiliki keahlian untuk memijat, sehingga yang dimiliki suaminya bisa sedikit lebih besar.

Oleh karena itu, Buya Yahya mengingatkan jangan pernah membandingkan kepunyaan suami sendiri dengan orang lain. Apalagi sampai membandingkannya setelah ia melihat film porno, di mana hal tersebut sangat dilarang oleh agama.

Baca juga: Mengkaji Kitab-Kitab Lain, Pemuka Agama Ini Malah Yakin Masuk Islam 

"Makanya kami selalu mewanti-wanti jangan nonton film seperti itu. Akan menjadikan Anda tidak puas dengan pasangan Anda selamanya, Kenapa? Di otak Anda sudah dipenuhi sesuatu yang tidak ada pada pasangan Anda," tuturnya.

Buya Yahya mengatakan, ada banyak cara agar kepuasan pasangan suami istri bisa tercapai. Laki-laki tidak perlu memaksakan diri untuk memperbesar kemaluannya, selama itu masih bisa menyentuh bagian sensitif perempuan.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya