SESUNGGUHNYA Allah Subhanahu wa ta'ala telah tidak pernah salah memberikan takaran rezeki kepada hamba-Nya. Jika Allah Ta'ala melapangkan rezeki hamba-Nya, maka Allah akan melihat sebatas mana dia bersyukur.
Jika Allah Subhanahu wa ta'ala menyempitkan rezeki kepada hamba-Nya, maka Allah juga akan melihat sebatas mana kesabaran hamba-Nya tersebut. Demikian dikutip dari unggahan akun Instagram @sahabatsurga, Selasa (30/11/2021).
Baca juga: Benarkah Siksa Kubur Bisa Berhenti Sementara hingga Hari Kiamat?
Bahkan melalui kitab suci Alquran, Allah Subhanahu wa ta'ala telah menurunkan surah mengenai ketetapan rezeki kepada hamba-hamba-Nya.
Dalam Surah Asy-Syura Ayat 27, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَلَوۡ بَسَطَ اللّٰهُ الرِّزۡقَ لِعِبَادِهٖ لَبَغَوۡا فِى الۡاَرۡضِ وَلٰكِنۡ يُّنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَآءُ ؕ اِنَّهٗ بِعِبَادِهٖ خَبِيۡرٌۢ بَصِيۡرٌ
Artinya: "Dan sekiranya Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya niscaya mereka akan berbuat melampaui batas di bumi, tetapi Dia menurunkan dengan ukuran yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Maha Mengetahui terhadap (keadaan) hamba-hamba-Nya, Maha Melihat."
Baca juga: Kisah Mualaf Marcell Darwin: Enggak Ada yang Memaksa, Tiba-Tiba Ngomong Mau Jadi Imam
Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa ta'ala menerangkan bahwa Allah tidak akan memberi hamba-Nya rezeki yang berlimpah-limpah, jika pemberian itu bisa membawa mereka kepada keangkuhan dan ketakaburan.
Allah Subhanahu wa ta'ala memberikan rezeki kepada hamba-hamba-Nya dengan kadar tertentu, sesuai kehendak dan selaras dengan kebijaksanaan-Nya.
Baca juga: 4 Mukjizat Nabi Yakub, Salah Satunya Mampu Menakwil Mimpi
Melalui sifat rahman, Allah Subhanahu wa ta'ala tetap memberikan rezeki meskipun orang itu tidak beriman, bahkan ketika manusia melupakan Tuhannya.
Saat itulah Allah Subhanahu wa ta'ala melimpahkan lebih banyak lagi rezekinya. Apabila mereka tetap tidak bersyukur, dan larut dalam kesenangan, barulah Allah Ta'ala menjatuhkan azabnya.
Wallahu a'lam bishawab.
Baca juga: Uniknya Pulau Natal, Dihuni Umat Islam dan Miliki Masjid Megah
(Hantoro)