Semua Gaya Berhubungan Intim Pasutri Dibolehkan, kecuali Ini Dilarang, Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Alasannya

Biladi Muhammad Wiragana, Jurnalis · Kamis 02 Desember 2021 07:33 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 02 330 2510608 semua-gaya-berhubungan-intim-pasutri-dibolehkan-kecuali-ini-dilarang-ustadz-khalid-basalamah-ungkap-alasannya-wduRHGk6cZ.jpg Ustadz Dr Khalid Basalamah Lc MA menerangkan aturan hubungan suami istri menurut syariat. (Foto: Dok YouTube Khalid Basalamah Official)

USTADZ Dr Khalid Basalamah Lc MA mengatakan hubungan suami istri adalah hal yang sangat penting dalam rumah tangga. Ini untuk memenuhi kebutuhan biologis kedua belah pihak secara halal. Tapi melakukan hubungan intim suami istri harus dengan adab-adab yang telah ditetapkan syariat agar meraih keberkahan dari Allah Subhanahu wa ta'ala.

Ia mengatakan ada dalil-dalil sahih yang menjelaskan mengenai berhubungan suami istri tersebut. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam kitab suci Alquran:

نِسَآؤُكُمۡ حَرۡثٌ لَّـكُمۡ ۖ فَاۡتُوۡا حَرۡثَكُمۡ اَنّٰى شِئۡتُمۡ وَقَدِّمُوۡا لِاَنۡفُسِكُمۡؕ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعۡلَمُوۡٓا اَنَّکُمۡ مُّلٰقُوۡهُ ؕ وَ بَشِّرِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ

Artinya: "Istri-istrimu adalah ladang bagimu, maka datangilah ladangmu itu kapan saja dan dengan cara yang kamu sukai. Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu (kelak) akan menemui-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang yang beriman." (QS Al Baqarah: 223)

Baca juga: Seluruh Tubuh Istri Boleh Dicumbu untuk Bangkitkan Gairah kecuali Bagian Ini, Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Alasannya 

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bahwa ayat tersebut berisi tentang variasi dalam hubungan intim suami istri. "Yang dimaksud adalah gayanya, variasinya itu semua dibolehkan di dalam Islam untuk dilakukan," ucapnya, sebagaimana dinukil dari kanal YouTube Pemuda Hijrah, Kamis (2/12/2021).

Dirinya juga menjabarkan bahwasanya ayat tersebut turun karena kaum Yahudi mengatakan kepada kaum Muslimin jika suami menyetubuhi istri dari belakang (dubur) maka mata anaknya akan juling. Kemudian kebiasaan orang Arab yang memiliki keterbatasan gaya atau variasi dalam hubungan intim sehingga surah tersebut menjadi pencerahan bagi kaum Muslimin.

Ilustrasi hubungan suami istri. (Foto: Unsplash)

Imam Abu Dawud dan An-Nasaa’i meriwayatkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berkata:

مَلْعُوْنٌ مَنْ أَتَى امْرَأَةً فِيْ دُبُوْرِهَا

Artinya: "Dilaknat, orang yang mendatangi perempuan pada duburnya." (HR Abu Dawud dan An-Nasaa’i)

Baca juga: Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri Supaya Diberi Anak Salih/Salihah 

Imam At-Turmudzi dan An-Nasaa’i meriwayatkan sebuah hadis dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bersabda:

لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى رَجُلٍ أَتَى رَجُلاً أَوْ امْرَأَةً فِيْ الدُبُرِ

Artinya: "Allah tidak akan melihat orang laki-laki yang bersetubuh dengan sesama laki-laki atau orang laki-laki yang menyetubuhi perempuan di duburnya." (Sanad kedua hadis tersebut sahih)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kemudian dalam ajaran agama Islam, ada beberapa adab yang tidak boleh dilanggar ketika berhubungan suami supaya tidak terjerumus ke jalan sesat bisikan setan.

"Seandainya salah seorang dari kalian ketika menggauli istrinya, dia mengucapkan: 'Dengan menyebut nama Allah, Ya Allah jauhkanlah setan dari kami dan jauhkanlah setan dari apa yang Engkau karuniakan kepada kami.' Maksudnya adalah kenikmatan biologis jangan setan ikut, juga kalau kami diberikan anak jangan setan mengganggunya," papar Ustadz Khalid Basalamah.

Baca juga: Hukum Oral Seks dalam Islam, Boleh atau Haram? Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah 

Dia mengungkapkan, siapa saja yang membaca doa tersebut dan dikaruniakan seorang anak, maka setan tidak dapat membahayakan anak tersebut.

"Hendaklah suami banyak bercumbu dan bermesraan sebelum mulai memecahkan selaput kegadisan (istri). Ia melakukannya dengan lemah lembut sehingga istrinya bisa jinak bersamanya," kata Ustadz Khalid Basalamah.

Baca juga: Suami Istri Berhubungan Intim tapi Membayangkan Orang Lain, Ini Hukumnya Menurut Buya Yahya 

Dirinya juga menerangkan bahwa seluruh tubuh istri diperbolehkan dicumbu oleh suami, kecuali bagian dubur (anus). Kemudian dilarang meletakkan kemaluan suami pada kemaluan istri saat haid dan nifas.

Baca juga: Dilarang Telanjang saat Berhubungan Suami Istri? Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah 

Ustadz Khalid Basalamah pun menganjurkan untuk para suami melakukan cumbu terlebih dahulu agar istri juga ikut bergairah sebelum melakukan hubungan intim, karena faktor biologis wanita yang harus bergairah terlebih dahulu, berbeda dengan pria yang bisa langsung melakukan eksekusi hubungan intim.

"Oleh karena itu, dia (istri) harus betul-betul (diperlakukan) dengan santun dan baik dan mengikhlaskan niatnya bahwasanya dia melakukan ini untuk melakukan biologis yang halal dan juga agar dia bisa mendapatkan keturunan yang baik yang telah Allah Subhanahu wa ta'ala janjikan untuknya," tukasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Berdosakah Istri Menolak Hubungan Intim dengan Suami? Ini Kata Buya Yahya 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya