Bolehkah Langsung Tidur Usai Berhubungan Suami Istri? Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 330 2513227 bolehkah-langsung-tidur-usai-berhubungan-suami-istri-ini-kata-ustadz-khalid-basalamah-nF0iLpLlpz.jpg Ustadz Dr Khalid Basalamah Lc MA. (Foto: YouTube Deddy Corbuzier)

BERHUBUNGAN intim suami istri disebut jimak. Selain bentuk usaha mendapatkan keturunan, aktivitas biologis ini juga bisa sebagai perekat bagi suami istri.

Namun dalam kehidupan sehari-hari kerap ditanyakan, bagaimana hukum langsung tidur usai berhubungan intim suami istri? Apakah harus membersihkan hadas atau mandi besar terlebih dahulu baru kemudian tidur?

Baca juga: Istri Menolak Ajakan Suami Berhubungan Intim Dosa Besar? Ini Kata Buya Yahya 

Ilustrasi berhubungan suami istri. (Foto: Muslimgirl)

Menurut Ustadz Dr Khalid Basalamah Lc MA, berdasarkan ilmu fikih, boleh saja tidur setelah berhubungan biologis suami istri. Hal yang tidak boleh dilakukan oleh orang yang sedang junub adalah membaca Alquran atau sholat.

"Yang benar itu kalau orang lagi junub enggak boleh baca Alquran, tidak boleh sholat," ujar Ustadz Khalid Basalamah, seperti dikutip dari kanal YouTube Kajian Sunnah Sumsel, Selasa (7/12/2021).

Baca juga: Istri Belum Mandi Besar Usai Haid, Bolehkah Jimak? Ini Kata Buya Yahya 

Kemudian Ustadz Khalid Basalamah menyampaikan, saat bulan Ramadhan, bagi suami istri yang berhubungan biologis, lalu baru mandi usai azan subuh maka sah puasanya. Beda hal jika mereka berhubungan setelah azan subuh maka batal puasanya.

"Puasa pun boleh. Misalnya di bulan Ramadhan berhubungan biologis menjelang subuh, dan pas azan subuh dia belum mandi, dia bangun baru mau mandi, maka sah puasanya. Tidak ada hubungannya, kecuali dia berhubungan biologis setelah azan selesai, sudah mulai puasa, maka batal puasanya," paparnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berikut sejumlah hadis yang menjelaskan tentang mandi besar usai berhubungan intim suami istri:

Pertama, hadis dari Ibnu ‘Umar. Ia berkata bahwa ‘Umar bin Khattab pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, "Apakah salah seorang di antara kami boleh tidur sedangkan ia dalam keadaan junub?" Beliau menjawab, "Iya, jika salah seorang di antara kalian junub, hendaklah ia berwudhu lalu tidur." (HR Bukhari Nomor 287 dan Muslim Nomor 306)

Baca juga: 6 Gaya Berhubungan Intim yang Dilarang dalam Islam, Suami Istri Wajib Tahu 

Kedua, hadis dari ‘Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata, "Nabi Shallallahu alaihi wassallam biasa jika dalam keadaan junub dan hendak tidur, beliau mencuci kemaluannya lalu berwudhu sebagaimana wudhu untuk sholat." (HR Bukhari Nomor 288)

Ketiga, hadis dari ‘Aisyah pernah ditanya oleh ‘Abdullah bin Abu Qais mengenai keadaan Nabi Shallallahu alaihi wassallam, "Bagaimana Nabi Shallallahu alaihi wassallam jika dalam keadaan junub? Apakah beliau mandi sebelum tidur ataukah tidur sebelum mandi?" ‘Aisyah menjawab, "Semua itu pernah dilakukan oleh beliau. Kadang beliau mandi, lalu tidur. Kadang pula beliau wudhu, barulah tidur." ‘Abdullah bin Abu Qais berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan segala urusan begitu lapang." (HR Muslim Nomor 307)

Baca juga: Apa Manfaat Doa Sebelum Berhubungan Suami Istri? Ini Kata Ustadz Khalid Basalamah 

Berdasarkan ketiga hadis tersebut, artinya boleh tidur walaupun belum mandi. "Hadis ini sahih diriwayatkan Imam Muslim. Jika ia tak bisa mandi, apakah harus berwudhu? Di situ ada pertanyaan," kata Ustadz Khalid Basalamah.

"Iya dianjurkan kepada laki-laki dan perempuan tidur dalam keadaan junub kecuali berwudhu terlebih dahulu. Artinya, hanya anjuran. Jadi kalau tiba- tiba langsung tidur boleh. Tapi yang lebih baik pahalanya sebelum tidur iya bersihkan kemaluan dulu, baru wudhu, baru tidur. Ini anjuran atau sunah berdasarkan sabda Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam," jelasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Istri Bisa Sentuh Suami di Bagian Ini untuk Tingkatkan Gairah, Ustadzah dr Aisah Dahlan Ungkap Alasannya 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya