Hukum Mengucapkan Selamat Natal, Ini Penjelasan 3 Ustadz

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 13 Desember 2021 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 330 2516054 hukum-mengucapkan-selamat-natal-ini-penjelasan-3-ustadz-W3Z6coTuX6.jpg Ilustrasi hukum mengucapkan selamat Natal. (Foto: Shutterstock)

MENJELANG tanggal 25 Desember setiap tahunnya, banyak orang bertanya-tanya, bagaimana hukum mengucapkan selamat Natal? Ini termasuk pengucapan secara langsung atau melalui media sosial.

Hal ini dirasa sangat penting diketahui, sebab bangsa Indonesia mayoritas berpenduduk Muslim. nah, berikut ini hukum mengucapkan selamat Natal, berdasarkan penjelasan tiga ustadz, sebagaimana dikutip dari kanal YouTube Paras Muslim TV, Senin (13/12/2021).

Baca juga: Istri Jangan Marahi Suami yang Banyak Kekurangan, Ini Dosa yang Diterima Menurut Syekh Ali Jaber 

1. Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA

Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA yang merupakan lulusan Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, menegaskan bahwa umat Islam dilarang mengikuti acara keagamaan non-Muslim, termasuk mengucapkan selamat hari Natal. Hal ini sudah menjadi ijma atau kesepakatan dari para ulama, termasuk mazhab Imam Syafii.

"Tidak boleh kita beri selamat kepada acara keagamaan mereka karena itu menunjukkan keridhoan. Ucapan selamat ini ijma para ulama, termasuk madzhab Imam Syafii juga melarang," terang Ustadz Firanda Andirja.

Meski demikian, umat Islam boleh bertoleransi kepada non-Muslim dengan cara bersikap baik, misalnya kerja bakti bersama. Segala perbuatan baik boleh dilakukan, kecuali yang berkaitan dengan agama. Pasalnya, hal tersebut bertentangan dengan akidah umat Islam.

Baca juga: 5 Gaya Hijab Cantik Nicke Widyawati, Dirut Pertamina yang Termasuk Wanita Paling Berpengaruh di Dunia 

"Kalau kita mengucapkan selamat hari Natal, tentunya tidak boleh karena bertentangan dengan akidah kita. Tetapi kita berbuat baik kepada mereka. Kalau ada kerja bakti, kita bareng-bareng," kata Ustadz Firanda Andirja.

Ia mengatakan bahwa toleransi memang boleh dilakukan. Hanya saja, umat Islam harus tahu batasan-batasannya. "Toleransi itu ada, namun ada batasannya. Kita tidak boleh ikut ranah-ranah keagamaan," pungkasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah Lc MA

Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah Lc MA juga mengatakan hal serupa. Dalam dakwahnya, ia mengatakan bahwa toleransi boleh dilakukan, tapi tidak boleh melampaui batas, salah satunya dalam urusan agama.

"Toleransi di negeri kita ini melampaui batas, contohnya urusan agama," tegas Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah Lc MA.

Baca juga: 5 Gaya Hijab Simpel Cantik Mbak Lala Pengasuh Anak Raffi-Nagita, Honor Endorse-nya Lebih Gede dari Gaji 

Menurut dia, apabila umat Islam mengucapkan selamat hari Natal kepada non-Muslim, itu sama saja ikut merayakan kelahiran Tuhannya. Ini tentunya sangat bertentangan dengan ajaran agama Islam.

"Dia merayakan hari kelahiran Tuhan, ketika kita datang mengatakan itu berarti kita ikut melestarikan hal itu, tidak boleh," ujar Ustadz Syafiq Riza Basalamah yang merupakan lulusan Universitas Islam Madinah.

Baca juga: Wali Kota Bandung Meninggal Sebelum Sholat Jumat, Ini Keistimewaan Wafat di Hari Jumat 

Alih-alih mengucapkan selamat Natal, umat Islam bisa mengatakan "Lakum dinukum waliyadin" kepada mereka. Ucapan ini sudah cukup menunjukkan sikap toleransi kepada non-Muslim yang berarti "Untukmu agamamu, dan untukku agamaku". Ini menunjukkan bahwa umat Islam tetap pada agamanya dan menghormati agama non-Muslim.

"Datang ke tempat dia, 'Lakum dinukum waliyadin.' Kita ini di dunia untuk tauhid, 'La ilaha illallah.' Tuhan itu satu," ujarnya.

3. Ustadz Dr Khalid Basalamah Lc MA

Ustadz Dr Khalid Basalamah Lc MA mengatakan umat Islam dilarang mengucapkan selamat Natal kepada non-Muslim lantaran ucapan itu sama saja menyatakan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala memiliki anak. Sementara diketahui, Allah Ta'ala adalah Maha Esa, yakni hanya satu dan tiada dua.

"Mengucapkan selamat Natal sama mengatakan, "Selamat Allah punya anak." Bagaimana bisa Anda berani Allah punya anak? Itu kalimat sangat berat," kata Ustadz Khalid Basalamah.

Baca juga: Ingin Diringankan Ujian di Dunia? Amalkan Doa Nabi Yunus Ini 

Lebih lanjut dai lulusan Universitas Islam Madinah ini mengatakan bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala telah menjelaskan dalam Surah Al Maidah Ayat 73:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ إِلَٰهٍ إِلَّا إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۚ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: 'Bahwasanya Allah salah seorang dari yang tiga', padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih." (QS Al Maidah: 73)

Dari ayat suci tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa umat Islam yang mengucapkan selamat Natal sama saja termasuk orang-orang kafir. Ucapan selamat hari Natal berarti memberi selamat atas keyakinan non-Muslim.

Meski demikian, kata Ustadz Khalid Basalamah, umat Islam tentu boleh bertoleransi dan melakukan hal-hal baik kepada non-Muslim. Di antaranya berteman, bertetangga, berbisnis, dan kegiatan sosial lainnya.

Baca juga: Tenangkan Perasaan Cukup Lakukan Rutinitas Ini, Ustadz dr Zaidul Akbar Ungkap Keutamaannya 

Hal yang paling penting adalah tidak boleh mendukung urusan agama serta ibadahnya, termasuk mengucapkan hari Natal. Ini bisa saja membuat umat Islam menjadi murtad dan masuk neraka.

"Jangan sama sekali berhubungan dengan masalah keyakinan dan ibadah mereka. Enggak boleh dalam masalah ibadah. Kalau Anda bilang itu cuma kata-kata, kata-kata bisa membuat Anda murtad saudaraku, bisa masuk neraka," pungkas Ustadz Dr Khalid Basalamah Lc MA.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya