Posisi Terbaik Hubungan Suami Istri Menurut Islam, Mencerminkan Suami sebagai Pemimpin

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Selasa 14 Desember 2021 06:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 330 2516498 posisi-terbaik-hubungan-suami-istri-menurut-islam-mencerminkan-suami-sebagai-pemimpin-DBQ1gSabiG.jpg Ilustrasi hubungan suami istri. (Foto: Muslimgirl)

MELAKUKAN hubungan suami istri atau jimak merupakan kebutuhan biologis yang wajib terpenuhi bagi pasangan halal. Ini juga menjadi salah satu kunci menjaga keharmonisan rumah tangga.

Konsultan spiritual Islami Ustadzah Lestari Azzahra mengatakan agama Islam memperbolehkan suami istri menggunakan beragam gaya atau posisi berhubungan intim, kecuali melalui dubur. Namun, ada juga posisi terbaik yang dapat dilakukan menurut ajaran agama Islam.

Baca juga: 2 Waktu Dilarang Berhubungan Intim Menurut Islam, Suami Istri Wajib Tahu 

"Dalam pandangan Islam sendiri suami istri diperbolehkan menggunakan beragam posisi atau gaya ketika berjimak, kecuali berhubungan melalui dubur," jelas Lestari Azzahra, seperti dikutip dari kanal YouTube-nya, Selasa (14/12/2021).

Lantas, bagaimana posisi terbaik hubungan intim suami istri menurut ajaran agama Islam?

Ustadzah Lestari Azzahra mengatakan, menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam kitab Zaadul Ma’ad, posisi terbaik hubungan suami istri menurut ajaran Islam adalah saat suami berada di atas istri. Posisi ini juga menunjukkan kepemimpinan suami atas istrinya.

Baca juga: Penghuni Surga Dapat Kenikmatan Hubungan Intim, Ustadz Khalid Basalamah: Diberi Kekuatan 100 Lelaki 

Hal tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ ۚ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ۚ وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا

"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS An-Nisa: 34)

"Posisi terbaik menurut Ibnu Qayyim adalah suami berada di atas istri. Posisi tersebut mencerminkan kepemimpinan suami atas istrinya. Jadi suami diibaratkan pakaian bagi istrinya. Dia adalah pelindung dan pengayom istrinya," terang Ustadzah Lestari Azzahra.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa sepasang suami istri tidak boleh membuka aib pasangan kepada orang lain, termasuk urusan ranjang. Apa pun yang terjadi di ranjang tidak boleh dibahas kepada orang lain.

"Seorang suami tidak boleh membukakan aib istrinya kepada orang lain ya, begitupun istri. Dilarang membuka aib suami kepada orang lain. Apalagi tentang hubungan ranjang. Anda dan istri harus menjaga apa yang ada di ranjang dan tidak membahasnya kepada orang lain," ujar Ustadzah Lestari Azzahra.

Baca juga: Hukum Suami Menolak Ajakan Istri Berhubungan Intim, Ini Kata Buya Yahya 

Sepasang suami istri wajib menjadi "pakaian" yang menutupi aib kepada orang lain. Selain itu, keduanya juga harus saling mendukung, menyayangi, serta mengingatkan satu sama lain.

"Suami dan istri harus saling jadi pakaian satu sama lain. Saling menasihati dalam kebaikan, saling menyayangi, saling mengingatkan dan saling mendukung," sambung Ustadzah Lestari Azzahra.

Baca juga: Hukum Memperbesar Alat Vital, Boleh atau Haram? Simak Penjelasan Buya Yahya 

Sebagai penutup, dirinya menegaskan bahwa posisi apa pun saat berhubungan intim diperbolehkan dalam Islam. Namun, utamakan posisi yang terbaik dan lakukanlah secukupnya.

"Sebenarnya posisi yang lain juga diperbolehkan kok. Tapi ingat, utamakan yang terbaik dan jangan berlebihan," pungkasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya