Bolehkah Mengganti Nama? Buya Yahya Jelaskan Hukumnya Menurut Syariat Islam

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 330 2527605 bolehkah-mengganti-nama-buya-yahya-jelaskan-hukumnya-menurut-syariat-islam-EXP7h4aacn.jpg Buya Yahya menjelaskan hukum mengganti nama. (Foto: Dok YouTube Al Bahjah TV)

NAMA adalah identitas penting yang diberikan orangtua kepada anak. Nama bisa menjadi doa dan harapan hingga anak dewasa kelak. Maka itu, orangtua akan selalu menyematkan nama terbaik untuk anak-anaknya.

Tapi terkadang ada kejadian mengganti nama. Entah karena tidak cocok ataupun alasan lain. Lantas, bagaimana hukum mengganti nama anak menurut syariat Islam?

Baca juga: Tren Adopsi Boneka Arwah, Buya Yahya: Mana Ada Pahalanya 

Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon Kiai Haji Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya menerangkan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam memang memberikan anjuran untuk mengubah nama anak jika terasa tidak pantas atau maknanya kurang bagus.

"Contoh namanya pahit kan enggak enak, gantilah yang manis, yang bagus, jadi dianjurkan memberi nama dari yang baik," jelas Buya Yahya, seperti dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Rabu (5/1/2022).

Baca juga: MUI Angkat Bicara soal Boneka Arwah, Ini Penjelasan KH Cholil Nafis 

Ia mengatakan nama yang bagus tidak harus memakai bahasa Arab. Menurut Buya Yahya, hal yang terpenting adalah nama harus mengandung dua unsur, yakni makna yang baik dan tersambung dengan orang yang bersikap baik pula.

"Contoh Anda memberi nama Salman, beri nama anak namanya Salman, atau Anda memberi nama yang lainnya nama Muhammad, kemudian kita tahu maknanya baik lalu kita sambungkan dengan orang mulia, Salman Al Farisi. Seperti itu, maka boleh," papar Buya Yahya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa syariat Islam memperbolehkan seseorang mengganti nama anak jika nama tersebut mengandung kemudaratan. Hal ini juga dijelaskan dalam kitab 'Tanwirul Qulub' yang berbunyi:

"Mengubah nama-nama yang haram itu hukumnya wajib, dan nama-nama yang makruh hukumnya sunah." (Syekh M Amin Al-Kurdi, Tanwirul Qulub, [Beirut, Darul Fikr: 1994 M/1414 H], halaman 234)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Masya Allah, Ini Rahasia KH Ma'ruf Amin Tetap Bugar di Usia 78 Tahun 

Baca juga: Muhammadiyah Tanggapi soal Boneka Arwah, Ustadz Faozan Amar: Lebih Baik Rawat Anak Yatim 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya