Hukum Mencukur Bulu Ketiak Menurut Islam, Wajib atau Sunah?

Hantoro, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 10:48 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 614 2530927 hukum-mencukur-bulu-ketiak-menurut-islam-wajib-atau-sunah-1H6dyyQYh0.jpg Ilustrasi hukum mencukur bulu ketiak. (Foto: Shutterstock)

HUKUM mencukur bulu ketiak menurut ajaran agama Islam hendaknya diketahui kaum Muslimin. Apakah wajib atau sunah? Berikut ini penjelasan lengkapnya.

Dikutip dari Konsultasisyariah, Rabu (12/1/2022), Ustadz Ammi Nur Baits ST BA mengatakan ada perbedaan antara mencukur dan mencabut bulu ketiak. Mencukur bentuknya memangkas dengan alat, tapi akar rambut tetap di kulit. Ini berbeda dengan mencabut.

Baca juga: Hukum Melakukan Kremasi Jenazah, Ini Penjelasannya Menurut Syariat Islamย 

Terkait urusan rambut di badan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam telah memberikan penjelasan masing-masing. Ada yang beliau anjurkan dicabut, dicukur sampai pangkal (dikerok), atau hanya dipendekkan. Ajaran yang sesuai sunah adalah mengamalkan masing-masing sesuai petunjuk.

Berdasarkan hadis dari Abu Hurairah radhiallahu โ€˜anhu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

ุงู„ู’ููุทู’ุฑูŽุฉู ุฎูŽู…ู’ุณูŒ ุงู„ู’ุฎูุชูŽุงู†ู ูˆูŽุงู„ูุงุณู’ุชูุญู’ุฏูŽุงุฏู ูˆูŽู‚ูŽุตู‘ู ุงู„ุดู‘ูŽุงุฑูุจู ูˆูŽุชูŽู‚ู’ู„ููŠู…ู ุงู„ู’ุฃูŽุธู’ููŽุงุฑู ูˆูŽู†ูŽุชู’ูู ุงู„ู’ุขุจูŽุงุทู

"Ada lima macam fitrah, yaitu khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak." (HR Bukhari Nomor 5891 dan Muslim Nomor 258)

Baca juga: Hukum Menceraikan Istri atas Perintah Orang Tuaย 

Kemudian dalam hadis dari โ€˜Aisyah radhiallahu โ€˜anha, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda:

ุนูŽุดู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุงู„ู’ููุทู’ุฑูŽุฉู ู‚ูŽุตู‘ู ุงู„ุดู‘ูŽุงุฑูุจู ูˆูŽุฅูุนู’ููŽุงุกู ุงู„ู„ู‘ูุญู’ูŠูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ููˆูŽุงูƒู ูˆูŽุงุณู’ุชูู†ู’ุดูŽุงู‚ู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽู‚ูŽุตู‘ู ุงู„ู’ุฃูŽุธู’ููŽุงุฑู ูˆูŽุบูŽุณู’ู„ู ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุงุฌูู…ู ูˆูŽู†ูŽุชู’ูู ุงู„ู’ุฅูุจูุทู ูˆูŽุญูŽู„ู’ู‚ู ุงู„ู’ุนูŽุงู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู†ู’ุชูู‚ูŽุงุตู ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู…ูุตู’ุนูŽุจูŒ ูˆูŽู†ูŽุณููŠุชู ุงู„ู’ุนูŽุงุดูุฑูŽุฉูŽ ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ ุชูŽูƒููˆู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุถู’ู…ูŽุถูŽุฉูŽ

"Ada 10 macam fitrah, yaitu memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinjaโ€™ (cebok) dengan air."

Musโ€™ab (perawi hadis) berkata, "Aku lupa yang ke-10, aku merasa yang ke-10 adalah berkumur." (HR Muslim Nomor 261, Abu Dawud 52, dan yang lainnya)

Bisa perhatikan bahwa dalam dua hadis tersebut anjuran yang disampaikan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam untuk bulu ketiak adalah dicabut dan tidak dipangkas atau dicukur.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagaimana jika Sakit?

Ibnu Qudamah menjelaskan:

ูˆู†ุชู ุงู„ุฅุจุท ุณู†ุฉ ู„ุฃู†ู‡ ู…ู† ุงู„ูุทุฑุฉ ูˆูŠูุญุด ุจุชุฑูƒู‡ ูˆุฅู† ุฃุฒุงู„ ุงู„ุดุนุฑ ุจุงู„ุญู„ู‚ ูˆุงู„ู†ูˆุฑุฉ ุฌุงุฒ ูˆู†ุชูู‡ ุฃูุถู„ ู„ู…ูˆุงูู‚ุชู‡ ุงู„ุฎุจุฑ ู‚ุงู„ ุญุฑุจ : ู‚ู„ุช ู„ุฅุณุญุงู‚ ู†ุชู ุงู„ุฅุจุท ุฅู„ูŠูƒ ุฃูˆ ุจู†ูˆุฑุฉ ุŸ ู‚ุงู„ ู†ุชูู‡ ุฅู† ู‚ุฏุฑ

"Mancabut bulu ketiak adalah sunah karena bagian dari fitrah. Membiarkannya tidak dicabut adalah perbuatan yang buruk. Jika dihilangkan dengan mencukur atau dengan tawas hukumnya boleh, akan tetapi dicabut lebih afdhal, karena lebih sesuai teks hadis. Imam Harb mengatakan, 'Aku bertanya kepada Ishaq: Mana yang lebih Anda sukai, mencabut bulu ketiak ataukah menghilangkannya tawas?' Jawab Ishaq, 'Mencabutnya jika dia mampu'." (Al-Mughni, 1/65)

Demikian penjelasan hukum mencukur bulu ketiak, sebagaimana diajarkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Terkait Kasus Herry Wirawan, Ini Pandangan Islam Mengenai Hukuman Kebiriย 

Baca juga: Hukum Meminum Obat Kuat bagi Suami Menurut Syariat Islamย 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya