Share

Ini Biaya Termurah hingga Termahal Perjalanan Umrah Selama Pandemi Covid-19

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 07:25 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 614 2531414 ini-biaya-termurah-hingga-termahal-perjalanan-umrah-selama-pandemi-covid-19-3xD5XXaLBw.jpg Ilustrasi ibadah umrah. (Foto: Shutterstock)

JAMAAH Indonesia kini sudah bisa melakukan perjalanan umrah lagi. Hal tersebut bisa dilakukan setelah mendapat izin dari Pemerintah Arab Saudi. Tapi, jamaah umrah Tanah Air wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat, baik di dalam negeri maupun Arab Saudi, mengingat merebaknya covid-19 varian omicron.

Terkait dibukanya kembali perjalanan umrah untuk jamaah Indonesia, terungkap juga biaya melaksanakannya. Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi mengatakan biaya termurah perjalanan ibadah umrah pada masa pandemi covid-19 mencapai Rp32 juta.

Baca juga: Masa Tunggu Haji Mencapai 30 Tahun, Kemenag Akan Isi dengan Pembinaan 

"Karena angka menjadi lebih mahal yang awalnya Rp20 juta, kita sekarang minimal Rp32 juta," ungkapnya, Rabu 12 Januari 2022, seperti dikutip dari Antara.

Ia mengatakan angka tersebut termasuk biaya karantina di Arab Saudi dan Indonesia ketika sudah pulang kelak.

Sementara biaya termahalnya dapat menyentuh angka Rp45 juta hingga Rp55 juta. Adapun fasilitas yang didapat salah satunya penginapan hotel bintang 5 internasional.

"Sekarang minimal Rp32 juta dengan karantina di Arab Saudi maupun Indonesia. Itu paling murah. Mendapat hotel bintang 4 lokal," paparnya.

Baca juga: Minimalisir Penyebaran Covid-19, Kemenag Minta Operator PPIU Patuhi Kebijkan Satu Pintu 

Sapuhi sendiri akan memberangkatkan jamaah umrah pada 15 Januari 2022. Syam menyebut sejumlah hal sudah disiapkan dan telah mengikuti aturan yang ada. Persyaratan yang telah disiapkan seperti paspor, visa, hingga sertifikat vaksinasi.

Jamaah yang berangkat akan menjalani karantina di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur. Calon jamaah umrah akan dicek status kesehatannya dan jika dinyatakan layak berangkat, maka bisa melanjutkan menuju Bandara Soekarno-Hatta.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sesampainya di Arab Saudi, jamaah umrah akan kembali menjalani karantina di hotel yang telah dipesankan. Usai menjalani karantina dan tes PCR-nya dinyatakan negatif, maka diperbolehkan untuk menjalani ibadah umrah.

Sebelumnya Kementerian Agama (Kemenag) mengingatkan operator penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mematuhi kebijakan satu pintu (One Gate Policy) sebagai upaya untuk meminimalisasi potensi terjadinya penularan covid-19.

Baca juga: Abu Nawas Divonis Mati Gara-Gara Buang Air Besar di Sungai, Kok Bisa? 

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Hilman Latief mengatakan kebijakan satu pintu ini merupakan aturan sistem pemberangkatan jamaah secara terpusat yang telah ditetapkan pihaknya. Aturan tersebut mengatur seluruh jamaah umrah berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta dan menjalani karantina di Jakarta.

Kebijakan ini juga mengatur tentang pemeriksaan kesehatan, tes PCR/SWAB, pengecekan status vaksinasi, keimigrasian, hingga pengurusan dokumen lainnya secara terpusat.

"Intinya melindungi jamaah, memberikan proteksi dengan maksimal, serta memastikan jamaah dalam kondisi siap dengan dokumen yang valid dan terjaga," jelasnya.

Baca juga: Cerita Mualaf Sukses Miliki 50 Toko Berkat Bacaan Bismillah Ibunya 

Menurut dia, kebijakan ini harus menjadi perhatian bersama mengingat dalam perjalanan ibadah umrah, peran Kemenag ada pada fungsi fasilitasi dan koordinasi. Sementara untuk operator pelaksanaan menjadi tanggung jawab PPIU.

"Umrah itu bussiness to bussiness, artinya jika dapat visa, bisa berangkat umrah," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini