Share

Barakallah, Lombok NTB Jadi Model Pengembangan Wisata Ramah Muslim

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 31 Januari 2022 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 31 615 2540635 barakallah-lombok-ntb-jadi-model-pengembangan-wisata-ramah-muslim-NAor7lOhYO.jpeg Pulau Lombok di NTB terpilih menjadi destinasi wisata ramah Muslim. (Foto: Kemenparekraf)

PULAU Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih menjadi salah satu destinasi wisata halal terbaik versi Global Muslim Travel Index (GMTI) sejak 2019. Sampai sekarang peran NTB untuk kebangkitan ekonomi kreatif dan membuka lapangan kerja di Indonesia makin menunjukkan kemajuan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan NTB menjadi model pengembangan wisata ramah Muslim (moslem friendly) di Indonesia sebagai upaya membangkitkan ekonomi serta membuka lapangan kerja.

Baca juga: Telanjur Hubungan Intim saat Istri Haid, Ini Dendanya Kata Ustadz Khalid Basalamah 

Sandiaga melanjutkan, NTB memiliki modal besar dalam mengembangkan wisata halal ramah Muslim. Hal ini dikarenakan terdapat sederet penghargaan internasional telah didapat wilayah yang disebut sebagai julukan "Pulau Seribu Masjid" itu.

Ia menjelaskan, usai covid-19 kelak pengembangan sektor pariwisata akan difokuskan pada quality and sustainable tourism, yakni dengan mengutamakan produk-produk unggulan pariwisata. Salah satunya wisata halal atau muslim friendly based.

Pulau Lombok di NTB terpilih menjadi destinasi wisata ramah Muslim. (Foto: Kemenparekraf)

"NTB sudah memiliki modal untuk itu sebagai upaya membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja," kata Sandiaga dalam acara Muktamar I Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) yang digelar secara virtual, Ahad 30 Januari 2022.

Dalam gelaran penghargaan GMTI 2019, sejumlah destinasi mendapat halal travel award. Di antaranya Lombok, NTB, yang ditetapkan sebagai The World Best Halal Tourism Destination dan The World Best Halal Honeymoon Destination.

Baca juga: Abu Nawas Bikin Imam Syafii Nangis Kejer Gara-Gara Baca Secarik Kertas, Apa Sih Isinya? 

Sandiaga menuturkan, wisata halal fokus untuk extension of service ketika berwisata dengan mengusung tiga konsep yaitu Good to Have, Nice to Have, dan Must to Have. Konsep ini dijabarkan dalam lima Major component dari pariwisata ramah Muslim/pariwisata halal, yakni halal hotels, halal transport, halal food, halal tour packages, dan halal finance.

"Ini bisa kita temui di seluruh wilayah NTB. Indonesia mempunyai potensi besar untuk mengembangkan wisata halal dan menjadi destinasi muslim friendly based terkemuka di dunia," tambahnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pengembangan potensi wisata halal tersebut dalam upaya menciptakan lapangan kerja dan menarik devisa dari Muslim traveler dengan optimal. Menurut data State of The Global Islamic Economy Report 2019, jumlah pengeluaran wisatawan Muslim dunia sebesar USD200,3 miliar atau sebesar 12 persen dari total pengeluaran wisatawan global sebesar USD1,66 triliun.

Baca juga: Habib Munzir Ungkap Kasih Sayang Allah: Dosa Dicatat 1, Amal Dibalas hingga 700 Kali Lipat 

Baca juga: Rasulullah Sering Bantu Pekerjaan Rumah Istri, Ternyata Ini Keutamaannya 

"Dengan demikian, Indonesia berada di urutan kelima dari 'Top 5 Negara Muslim Traveler' dengan pengeluaran terbesar setelah Saudi Arabia, UAE, Qatar, dan Kuwait," papar Sandiaga.

Dia mengatakan, dibandingkan negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim lainnya, Indonesia termasuk konsumen produk halal terbesar. Tapi disayangkan, masih banyak produk yang dibelanjakan merupakan hasil impor.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini