Share

Masya Allah, Lebih dari 500 Mualaf Mengucap Syahadat di Masjid Ini

Novie Fauziah, Jurnalis · Kamis 10 Februari 2022 07:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 10 615 2544933 masya-allah-lebih-dari-500-mualaf-mengucap-syahadat-di-masjid-ini-Cl2gTPpW03.jpg Ilustrasi masjid mualaf center. (Foto: Shutterstock)

MUALAF Center Masjid Darussalam Cibubur, Jawa Barat, mengajak setiap orang yang ingin memeluk agama Islam untuk dibimbing dan membuat mereka menjadi Muslim yang kaffah. Di masjid ini, para mualaf juga tidak akan pernah merasa sendiri ketika sudah beriman kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Salah satu pengurus Mualaf Center Masjid Darussalam yang akrab disapa Bunda Yeni mengatakan sudah lebih dari 500 orang mengucap dua kalimat syahadat di masjid ini.

Baca juga: 5 Crazy Rich Mualaf Indonesia yang Banyak Bangun Masjid, Ada Suami Maia Estianty 

"Kalau dari mulai mualaf center itu ada sampai sekarang itu mungkin ada 500-an orang mualaf. Rata-rata satu minggu satu orang, jadi sebulan rata-rata 5 orang," ujar Bunda Yeni, seperti dikutip dari kanal YouTube Ngaji Cerdas, Kamis (10/2/2022).

Ia menerangkan, pembinaan terhadap para mualaf tidak bisa general, tapi harus personal. Hal ini karena latar belakang serta karakter setiap mualaf berbeda-beda, dan harus dibina dari hati ke hati.

Selain itu, lanjut Bunda Yeni, di Masjid Darussalam sendiri memiliki beberapa program yang nantinya membina para mualaf. Baik sebelum maupun sesudah membaca dua kalimat syahadat, serta diberikan secara kekeluargaan.

Baca juga: Kisah Mualaf Gadis Cantik Mantan Ateis, Berawal Anggap Orang Beragama Bodoh 

"Karena Bunda adalah seorang ibu, jadi ya layaknya seorang ibu. Ada yang manja, manja banget. Perlu kesabaran," paparnya.

Progam yang Masjid Darussalam miliki mulai pendampingan syahadat. Ketika akan melakukan pendampingan syahadat, pihaknya akan mewawancarai atau mengobrol lebih dulu. Mulai dari pra-syahadat, pelaksanaan syahadat, hingga pasca-syahadat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Pra-syahadat dilakukan tiga poin: Pertama, mengapa mau masuk Islam, karena di Islam tidak ada paksaan. Kedua, bagaimana latar belakang keluarga. Ini karena sebagian keluarganya belum berkenan.

"Ada juga yang berkenan, jadi kita perlu tahu, mengatisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Bunda Yeni.

Baca juga: Kisah Kepala Polisi London Jadi Mualaf Gara-Gara Novel yang Menghina Islam 

Ketiga, apakah calon mualaf itu sudah mengenal Islam, sejauh mana. Nanti saat pasca-syahadat, para pembina akan memulai pembinaannya dari mana.

Bunda Yeni juga mengingatkan jangan sampai ketika sudah menjadi mualaf justru menjual keimanannya agar dikasihani orang lain, karena dari Yayasan Masjid Darrusalam sendiri telah menyediakan berbagai bantuan.

Baca juga: Gara-Gara Pemilu, Pemuda Belanda Ini Mantap Masuk Islam 

"Insya Allah Darrusalam bisa memberikan fasilitas yang diinginkan, walaupun ada batasannya," tukasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini