Share

Viral Pria Minta Hapus 300 Ayat Alquran, Buya Yahya Beri Jawaban Tegas dan Cerdas

Wilda Fajriah, Jurnalis · Senin 21 Maret 2022 08:43 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 21 330 2564965 viral-pria-minta-hapus-300-ayat-alquran-buya-yahya-beri-jawaban-tegas-dan-cerdas-MPXFw3xIXy.jpg Buya Yahya. (Foto: Dok YouTube Al Bahjah TV)

BEREDAR video viral seorang pria bernama Saifuddin Ibrahim yang berkomentar bahwa agama Islam menjadi seperti saat ini karena adanya kurikulum yang tidak sesuai. Ia pun menyarankan agar pesantren merombak kurikulum yang sudah ada.

"Karena sumber kekacauan itu adalah dari kurikulum yang tidak benar. Bahkan, kurikulum di pesantren jangan takut untuk dirombak. Karena pesantren itu melahirkan kaum radikal semua," ucap Saifuddin, seperti dikutip dari akun Facebook Qiwek Renvio, Senin (21/3/2022).

Baca juga: Viral Seorang Pria Minta 300 Ayat Alquran Dihapus, MUI: Periksa Kejiwaannya 

Tidak sampai di situ, dia juga meminta 300 ayat Alquran dihapus. "Bahkan kalau perlu 300 ayat yang menjadi pemicu hidup intoleran, pemicu hidup radikal, dan membenci orang lain karena beda agama itu di-skip atau direvisi atau dihapuskan dari Alquran Indonesia," sambungnya.

Berkat pernyataannya yang menyudutkan umat Islam, video tersebut pun menjadi viral, bahkan sempat mendapat perhatian dari pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah KH Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya.

Buya Yahya mengatakan ada orang-orang yang menggalangkan persatuan, rindu akan kedamaian, dan tidak bukan adalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Ia juga mengatakan umat Islam harus menjadi juru damai di semesta alam ini.

"Akan tetapi yang harus kita pahami, di dalam kita menggalang persatuan ini enggak boleh ada sesuatu yang sangat pribadi. Apalagi jika ada urusan dengan akidah, jangan dicampuradukkan," papar Buya Yahya.

Baca juga: Viral Pria Minta 300 Ayat Alquran Dihapus, MUI Minta Aparat Berikan Sanksi Hukum 

Ia juga mengatakan terkait keyakinan ada baiknya dibahas dengan keluarga yang memiliki akidah sama. Hal yang disebut dalam toleransi kehidupan adalah kegiatan sosial, bukan keagamaan.

"Seperti jual beli, saya tidak bohong kepada Anda dan Anda tidak bohong kepada saya. Kalau Anda sakit saya kasih obat, saya sakit pun Anda kirim obat. Anda menjaga lisan Anda, saya menjaga lisan saya untuk tidak saling mencaci," jelasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Buya Yahya juga memberikan contoh lain. Sesungguhnya kehidupan berdampingan antar-umat beragama adalah dalam hal bersosialisasi. Akan tetapi, jelas salah jika seseorang dari agama lain coba mengutak-atik sebuah ajaran agama lain dan meminta merombaknya.

"Saya tidak memaksa Anda wahai saudaraku yang Nasrani, tidak memaksa Anda untuk mengatakan bahwasanya saya boleh masuk surgamu atau tidak? Itu pertanyaan konyol," tuturnya.

Baca juga: Humor Abu Nawas: Diusir dari Kampung Sendiri, tapi Bisa Pulang Pakai Cara Unik Banget 

"Kepada kaum Hindu atau Buddha, saya enggak pernah bertanya, 'Hai kaum Hindu dan Buddha, apakah saya boleh masuk nirwana yang Anda yakini?' Itu pertanyaan konyol, apa urusannya?" sambungnya.

Buya Yahya menyimpulkan tidak pantas seseorang memaksakan keyakinannya untuk memenuhi kepentingan dirinya sendiri. Misalnya, memaksakan umat agama lain untuk masuk surga Allah Subhanahu wa ta'ala. Itu percuma, karena mereka tidak percaya dengan adanya surga yang dibuat oleh Allah Ta'ala, begitu juga sebaliknya.

Baca juga: Segera Bayar Utang Puasa Ramadan, Ketahui Cara Mengqodhonya atau Fidyah 

"Aneh sekali. Makanya kalau orang menggalang persatuan, toleransi ini harus benar-benar punya ilmu. Kalau enggak ini malah ngacak-ngacak dalam imannya sendiri. Umat sendiri diporak-porandakan, kacau," tukasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini