Share

Niat Sholat Sunah Rawatib Qobliyah Badiyah Subuh, Zuhur, Magrib, Isya

Hantoro, Jurnalis · Senin 04 April 2022 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 04 618 2572669 niat-sholat-sunah-rawatib-qobliyah-badiyah-subuh-zuhur-magrib-isya-Nx52EGBAu5.jpg Ilustrasi niat sholat sunah rawatib. (Foto: Shutterstock)

NIAT sholat sunah rawatib banyak dicari di momen bulan Ramadan yang penuh keberkahan ini. Sholat sunah rawatib qobliyah (sebelum) dan badiyah (sesudah) adalah sholat sunah yang mengiringi sholat lima waktu dengan hukum yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan. Pahala yang di baliknya sangat besar.

Dijelaskan dalam riwayat dari โ€˜Aisyah radhiyallahu โ€˜anhuma, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wasallam bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ุซูŽุงุจูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุซูู†ู’ุชูŽู‰ู’ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฑูŽูƒู’ุนูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุณูู‘ู†ูŽู‘ุฉู ุจูŽู†ูŽู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽู‡ู ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ููู‰ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ุฑูŽูƒูŽุนูŽุงุชู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ุธูู‘ู‡ู’ุฑู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽู‡ูŽุง ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ูˆูŽุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

"Barang siapa merutinkan sholat sunah dua belas rakaat dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas rakaat tersebut adalah empat rakaat sebelum zhuhur, dua rakaat sesudah zhuhur, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah โ€˜Isya, dan dua rakaat sebelum shubuh." (HR Tirmidzi Nomor 414; Ibnu Majah 1140; An-Nasa'i 1795. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan sanad hadis ini hasan)

Baca juga: Niat Sholat Qobliyah dan Badiyah Isya: Arab, Terjemahan Indonesia, Keutamaannyaย 

1. Niat sholat sebelum subuh

ุงูุตูŽู„ูู‘ู‰ ุณูู†ู‘ูŽุฉูŽ ุงู„ุตู‘ูุจู’ุญู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ููŠู‘ูŽุฉู‹ ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ูู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Usholli sunnatash-shubhi rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillahi ta'aala

"Saya niat sholat sunah sebelum subuh dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."

2. Niat sholat sebelum zuhur

ุงูุตูŽู„ูู‘ู‰ ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ููŠู‘ูŽุฉู‹ ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ูู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Usholli sunnatazh-zhuhri rok'ataini qobliyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala

"Saya niat shalat sunnah sebelum dzuhur dua rakaat, dengan menghadap kiblat karena Allah ta'ala.

3. Niat sholat setelah zuhur

ุงูุตูŽู„ูู‘ู‰ ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุงู„ุธู‘ูู‡ู’ุฑูุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏููŠู‘ูŽุฉู‹ ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ูู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Usholli sunnataz-zhuhri rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'aalaa

"Saya niat sholat sunah setelah dzuhur dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."

4. Niat sholat sunah setelah magrib

ุงูุตูŽู„ูู‘ู‰ ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุฑูุจู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏููŠู‘ูŽุฉู‹ ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ูู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Usholli sunnatal maghribi rok'ataini ba'diyyatan mustaqbilal qiblati lillaahi ta'ala

"Saya niat shalat sunnah setelah maghrib dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah ta'ala."

5. Niat sholat sunah sebelum Isya

ุงูุตูŽู„ูู‘ู‰ ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ู‚ูŽุจู’ู„ููŠู‘ูŽุฉู‹ ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ูู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Ushollii Sunnatal Isyaaโ€™i Rokโ€™ataini Qabliyata Mustaqbilal Qiblati Lillahi Taโ€™ala.

"Aku niat mengerjakan sholat sunah sebelum Isya dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."

6. Niat sholat sunah setelah Isya

ุงูุตูŽู„ูู‘ู‰ ุณูู†ู‘ูŽุฉู‹ ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุฑูŽูƒู’ุนูŽุชูŽูŠู’ู†ู ุจูŽุนู’ุฏููŠู‘ูŽุฉู‹ ู…ูุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุจู’ู„ูŽุฉู ูู„ู„ู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰

Ushollii Sunnatal Isyaaโ€™i Rokโ€™ataini Baโ€™diyatta Mustaqbilal Qiblati Lillahi Taโ€™ala.

"Aku niat mengerjakan sholat sunah sesudah Isya dua rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta'ala."

Baca juga: Humor Abu Nawas: Lolos dari Pukulan Istri Cerewet, Malah Maling yang Jadi Korbanย 

Dilansir laman Almanhaj, niat adalah salah satu syarat sah sholat. Definisi niat adalah sengaja melakukan shplat yang akan dikerjakan dan menentukannya dengan hati, tidak disyariatkan melafazkannya. Sebab, Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassallam sebagai panutan umat Islam tidak melafadzkannya.

Rasulullah Shallallahu โ€˜alaihi wassallam langsung mengucapkan "Allahu Akbar" dan tidak membaca sesuatu apa pun sebelumnya. Beliau tidak membaca "Ushalli" dan tidak ada satu riwayat shahih pun bahkan yang lemah yang dinukil dan menerangkan bahwa beliau melakukan hal tersebut.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tidak itu saja, bahkan tidak juga dinukilkan dari para sahabat dan tabiin bahwa ada di antara mereka yang berniat dengan membaca "Ushalli". Kemudian bila dikembalikan kepada pengertian niat secara bahasa, maka niat adalah bermakna kehendak yang ada di hati. Jadi, niat itu letaknya di dalam hati dan tidak diucapkan. Inilah yang difatwakan oleh para ulama.

Al Qadhi Abu Rabi' Sulaiman bin Umar As-Syafi'i rahimahullah mengatakan, "Mengucapkan niat dengan keras dan membaca Al Fatihah di belakang imam dengan suara keras bukan pekerjaan sunah, tapi makruh. Jika hal itu mengganggu orang yang sedang sholat, maka hukumnya haram. Orang yang mengatakan bahwa mengucapkan niat itu termasuk sunah, maka orang itu keliru. Orang ini juga selain dia tidak boleh berbicara tentang agama Allah ini tanpa dasar ilmu." (Lihat Al Qaulul Mubin Fi Akhtha'il Mushallin, Syaikh Mashur Salman halaman 91)

Baca juga: Bacaan Surat Yasin Lengkap 83 Ayat, Arab, Terjemahan Indonesia, Keutamaannyaย 

Ibnu Abil Izzi rahimahullah menjelaskan bahwa niat tidak pernah diucapkan oleh imam yang empat, hanya sebagian ulama muta'khirin mengatakan itu wajib. Mereka mewajibkan karena salah memahami perkataan Imam As-Syafi'i rahimahullah yang berbunyi:

ุฅูุฐูŽุง ู†ูŽูˆูŽู‰ ุญูŽุฌู‘ู‹ุง ูˆูŽุนูู…ู’ุฑูŽุฉู‹ ุฃูŽุฌู’ุฒูŽุฃูŽ ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุชูŽู„ูŽูู‘ูŽุธู’ ูˆูŽู„ูŽูŠู’ุณูŽ ูƒูŽุงู„ุตู‘ูŽู„ุงูŽุฉู ู„ุงูŽ ุชูŽุตูุญู‘ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุงู„ู†ู‘ูุทู’ู‚ู

"Jika dia berniat berhaji dan umrah,maka itu sah meski tidak diucapkan, tidak sebagaimana sholat yang tidak sah kecuali dengan ucapan."

Imam Nawawi rahimahullah (salah seorang ulama besar pengikut Imam As-Syafi'i rahimahullah) mengatakan: "Ashabuna (kawan-kawan kami) mengatakan: Orang yang berpendapat seperti ini keliru. Perkataan Imam As-Syafi'i rahimahullah 'Bin nuthqi' bukanlah maksudnya mengeraskan bacaan niat tapi maksudnya adalah (mengeraskan) Takbiratul ihram." (Al Majmuuโ€™ 3/243. Lihat Al Qaulul Mubin Fi Akhtha'il Mushallin, Syaikh Mashur Salman, halaman 94)

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kisah Aktor Laga George Rudy Masuk Islam Gara-Gara Lihat Orang Wudhuย 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini