Share

Ceramah Singkat Ramadan: Hikmah Nuzulul Quran

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 18 April 2022 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 330 2580643 ceramah-singkat-ramadan-hikmah-nuzulul-quran-S09XrN7BEF.jpg Ilustrasi ceramah singkat Ramadan tentang Nuzulul Quran. (Foto: Daarul Quran)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ؛

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta'ala Tuhan semesta alam. Tuhan yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan ihsan. Tidak lupa pula kita curahkan selawat serta salam kepada junjungan kita semua, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Semoga kita menjadi umat-umatnya yang kelak diberikan ampunan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: Perbedaan Sedekah dan Amal Jariyah 

Hadirin yang berbahagia.

Ramadan adalah salah satu bulan mulia dan istimewa dalam Islam. Pada bulan ini, Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan Alquran untuk pertama kalinya kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam melalui Malaikat Jibril. Kitab suci ini dibaca setiap saat oleh umat Islam. Kitab suci ini paling banyak dihafal di muka bumi ini.

Pada prosesnya, Allah Subhanahu wa ta'ala menurunkan Alquran sampai kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, setidaknya, melalui dua tahapan besar. Kita sebagai umat Islam seyogianya mengetahui kedua tahap penurunan Alquran tersebut. Hal ini telah dijelaskan oleh banyak ulama Islam.

Hadirin yang berbahagia.

Mungkin, sebagian dari kita akan bertanya satu hal: bagaimana caranya ulama mengetahui proses penurunan Alquran tersebut? Apakah ada ayat Alquran atau hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yang menginformasikan hal tersebut? Jawabannya, proses penurunan Alquran tersebut termaktub dalam ayat-ayat Alquran.

Dalam Surat Al Qadr/97: 1, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) pada malam qadar."

Kemudian, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al Dukhan/44: 3:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُبَارَكَةٍ ۚ إِنَّا كُنَّا مُنْذِرِينَ

Artinya: "Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan."

Kedua ayat ini setidaknya dapat menjelaskan proses penurunan Alquran tahap pertama. Berdasarkan kedua ayat tersebut, kita mengetahui bahwa Alquran diturunkan pada malam Qadar atau malam kemuliaan. Alquran juga diturunkan pada malam yang diberkahi oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

Ada satu kesamaan dari dua ayat di atas, yakni keduanya sama-sama menggunakan redaksi kata anzala (انزل) untuk menunjukkan proses penurunan Alquran. Menurut sebagian ulama, kata anzala (انزل) ini berarti penurunan Alquran yang dilakukan secara sekaligus. Jadi, seluruh ayat Alquran diturunkan secara utuh, mulai Surat Al Fathihah/1 hingga An-Nas/114.

Dalam proses penurunan ini, menurut sebagian ulama, Alquran diturunkan secara sekaligus dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah (Langit Dunia). Namun, tidak ada yang tahu bagaimana bentuk Alquran dalam proses penurunan ini: Apakah berbentuk bunyi, tulisan, atau ada bentuk lain? Para ulama mengembalikan persoalan ini kepada Allah Subhanahu wa ta'ala sebab tidak ada dalil yang jelas mengenai ini.

Baca juga: Tausiyah Ramadan: Ini Cara Ampuh Mencintai Alquran 

Hadirin yang berbahagia.

Kemudian, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al Isra’/17: 106:

وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَه عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا

Artinya: "Dan Alquran (Kami turunkan) berangsur-angsur agar engkau (Muhammad) membacakannya kepada manusia perlahan-lahan dan Kami menurunkannya secara bertahap."

Berbeda dengan penjelasan sebelumnya, ayat ini menjelaskan bahwa Alquran diturunkan secara berangsur-angsur. Ada satu perbedaan antara ayat ini dengan dua ayat sebelumnya.

Jika ayat sebelumnya menggunakan kata anzala (انزل) untuk menjelaskan proses penurunan Alquran, maka dalam ayat ini Allah Subhanahu wa ta'ala menggunakan kata nazzala (نزّل) untuk menjelaskan proses penurunan Alquran.

Menurut sebagian ulama, ada perbedaan yang cukup mencolok antara kata anzala (انزل) dan nazzala (نزّل). Jika anzala (انزل) berarti penurunan Alquran yang dilakukan sekaligus, maka nazzala (نزّل) berarti penurunan Alquran secara berangsur-angsur. Inilah proses penurunan Alquran tahap kedua.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Alquran diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam selama sekira 23 tahun, baik di pada periode Mekah maupun periode Madinah.

Adapun ayat yang pertama kali diturunkan Allah Subhanahu wa ta'ala kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, menurut mayoritas ulama, adalah Surat Al ‘Alaq/96. Sekali lagi, proses penurunan Alquran tahap kedua inilah yang kita pahami sebagai Nuzulul Quran.

Hadirin yang berbahagia.

Setelah kita mengetaui proses penurunan Alquran, lalu hikmah apa yang bisa kita ambil? Sebenarnya banyak hikmah yang bisa kita ambil dari kebesaran Allah Subhanahu wa ta'ala ini.

Namun, setidaknya, ada satu hikmah yang cukup penting untuk kita renungkan dan amalkan. Karena Ramadan adalah malam diturunkannya Alquran, maka meningkatkan intensitas interaksi dengan Alquran adalah hal yang perlu dilakukan. Interaksi ini bisa dalam berbagai bentuk, bisa dengan membaca, menghafal, bahkan mentadaburi Alquran.

Pada bulan Ramadan ini seyogianya umat Islam lebih fokus pada Alquran. Ini juga dianjurkan oleh para ulama. Menurut para ulama, setidaknya umat Islam mesti mengkhatamkan Alquran satu kali selama Ramadan. Semoga dengan kemuliaan Alquran kita mendapatkan keridaan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Wallahu a'lam.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Oleh: KH Ahmad Kosasih, M. Ag.

Pimpinan Dewan Syariah Daarul Qur’an

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini