Share

Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar, Dua Momen Spesial Selama Ramadan

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Senin 18 April 2022 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 330 2580762 perbedaan-nuzulul-quran-dan-lailatul-qadar-dua-momen-spesial-selama-ramadan-7y2TVUoNRX.jpg Perbedaan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar, dua momen spesial selama Ramadan (Foto: Freepik)

JAKARTA - Dua momen spesial selama Ramadan, Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar, selalu dinanti-nantikan oleh umat Islam untuk merayakannya.

Dilansir dari NU Online, Senin (18/4/2022), Nuzulul Quran merupakan momen di mana Alquran pertama kali diturunkan. Di Indonesia, lazim diperingati setiap tanggal 17 Ramadan, umumnya ketika malam hari.

Sementara itu, Allah SWT menegaskan bahwa Alquran diturunkan pada malam Lailatul Qadar (Surat al-Qadar ayat 1), yaitu malam paling spesial di bulan suci Ramadan, malam yang sangat diharapkan seluruh umat Muhammad SAW, sebab lebih baik dari pada seribu bulan.

Pendapat yang paling populer, Lailatul Qadar terjadi di sepuluh akhir bulan Ramadan, salah satu indikasinya Nabi Muhammad SAW sangat menekankan Itikaf dan ibadah lainnya di waktu-waktu tersebut.

Lantas, kenapa bisa berbeda antara peringatan Nuzulul Quran dan Lailatul Qadar? Ustadz M. Mubasysyarum Bih, Dewan Pembina Pondok Pesantren Raudlatul Quran, Geyongan, Arjawinangun, Cirebon, Jawa Barat, memberikan jawaban.

Beberapa pakar tafsir menjelaskan, Alquran diturunkan dua kali proses. Pertama, diturunkan secara keseluruhan (jumlatan wahidah). Kedua, diturunkan secara bertahap (najman najman).

Sebelum diterima Nabi Muhammad SAW di Bumi, Allah SWT terlebih dahulu menurunkannya secara menyeluruh di langit dunia, dikumpulkan jadi satu di Baitul Izzah.

Selanjutnya, malaikat Jibril menurunkannya kepada Nabi Muhammad SAW di Bumi secara berangsur, ayat demi ayat, di waktu yang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan selama dua puluh tahun, pendapat lain dua puluh satu tahun.

Pakar tafsir terkemuka, Syekh Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi menegaskan:

ูˆูŽู„ูŽุง ุฎูู„ูŽุงููŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูˆู’ุญู ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ูููˆุธู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู‘ูŽู†ู‘ูŽุงู‡ู ุฌูู…ู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ุŒ ููŽูˆูุถูุนูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ุนูุฒู‘ูŽุฉู ูููŠ ุณูŽู…ูŽุงุกู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุงุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูŠูŽู†ู’ุฒูู„ู ุจูู‡ู ู†ูŽุฌู’ู…ู‹ุง ู†ูŽุฌู’ู…ู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽูˆูŽุงู…ูุฑู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽูˆูŽุงู‡ููŠ ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุณู’ุจูŽุงุจูุŒ ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูููŠ ุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹

โ€œTidak ada perbedaan bahwa Alquran diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh pada malam Lailatul Qadar secara keseluruhan seperti penjelasan kami. Maka Alquran terlebih dahulu diletakan di Baitul Izzah di langit dunia. Kemudian Jibril menurunkannya secara berangsur tentang perintah, larangan dan sebab-sebab lainnya. Demikian itu terjadi selama 20 tahun.โ€

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูˆู’ุญู ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ูููˆุธู ุฌูู…ู’ู„ูŽุฉู‹ ูˆูŽุงุญูุฏูŽุฉู‹ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ูƒูŽุชูŽุจูŽุฉู ูููŠ ุณูŽู…ูŽุงุกู ุงู„ุฏู†ูŠุงุŒ ุซู… ู†ุฒู„ ุจูู‡ู ุฌูุจู’ุฑููŠู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ู†ูุฌููˆู…ู‹ุง- ูŠูŽุนู’ู†ููŠ ุงู„ู’ุขูŠูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุขูŠูŽุชูŽูŠู’ู†ู- ูููŠ ุฃูŽูˆู’ู‚ูŽุงุชู ู…ูุฎู’ุชูŽู„ูููŽุฉู ูููŠ ุฅูุญู’ุฏูŽู‰ ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹

โ€œSahabat Ibnu Abbas berkata, Alquran diturunkan dari Lauh al-Mahfuzh secara menyeluruh kepada para malaikat pencatat wahyu di langit dunia, kemudian Jibril turun membawanya secara berangsur, satu dan dua ayat, di waktu yang berbeda-beda selama 21 tahun.โ€ (Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad al-Qurthubi, al-Jamiโ€™ li Ahkam Al-Qurโ€™an/Tafsir al-Qurthubi, juz 2, hal. 297).

Proses turunnya Alquran, secara total terjadi di bulan malam Lailatul Qadar, tepatnya malam 24 Ramadan. Pendapat ini, sebagaimana ditegaskan dalam riwayat Ibnu Abbas dan Watsilah bin al-Asqaโ€™. Imamul Mufassirin (pemimpin para pakar tafsir), Syekh Abu Jaโ€™far Muhammad bin Jarir al-Thabari menyampaikan riwayat tersebut dalam kitab tafsirnya sebagai berikut:

ูƒูŽู…ูŽุง ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุจููˆ ูƒูุฑูŽูŠู’ุจู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุซู†ุง ุฃูŽุจููˆ ุจูŽูƒู’ุฑู ุจู’ู†ู ุนูŽูŠู‘ูŽุงุดูุŒ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุดูุŒ ุนูŽู†ู’ ุญูŽุณู‘ูŽุงู†ูŽ ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุดู’ุฑูŽุณูุŒ ุนูŽู†ู’ ุณูŽุนููŠุฏู ุจู’ู†ู ุฌูุจูŽูŠู’ุฑูุŒ ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนูŽุจู‘ูŽุงุณูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุฌูู…ู’ู„ูŽุฉู‹ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฐู‘ููƒู’ุฑู ูููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ููŽุฌูุนูู„ูŽ ูููŠ ุจูŽูŠู’ุชู ุงู„ู’ุนูุฒู‘ูŽุฉู

โ€œSebagaimana bercerita kepadaku Abu Kuraib, beliau berkata, bercerita kepadaku Abu Bakr bin โ€˜Ayyasy dari al-Aโ€™masy dari Hassan bin Abi al-Asyras dari Saโ€™id bin Jubair dari Ibnu Abbas beliau berkata; Alquran diturunkan secara keseluruhan pada malam 24 dari bulan Ramadan, kemudian diletakan di Baitul Izzah.โ€

ุญูŽุฏู‘ูŽุซูŽู†ูŽุง ุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏู ุจู’ู†ู ู…ูŽู†ู’ุตููˆุฑูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุซู†ุง ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ู‡ู ุจู’ู†ู ุฑูŽุฌูŽุงุกูุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุซู†ุง ุนูู…ู’ุฑูŽุงู†ู ุงู„ู’ู‚ูŽุทู‘ูŽุงู†ูุŒ ุนูŽู†ู’ ู‚ูŽุชูŽุงุฏูŽุฉูŽุŒ ุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุงู„ู’ู…ูŽู„ููŠุญูุŒ ุนูŽู†ู’ ูˆูŽุงุซูู„ูŽุฉูŽุŒ " ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุจููŠู‘ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู†ูŽุฒูŽู„ูŽุชู’ ุตูุญููู ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽุชู ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ุฑูŽุงุฉู ู„ูุณูุชู‘ู ู…ูŽุถูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽุŒ ูˆูŽุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุฌููŠู„ู ู„ูุซูŽู„ูŽุงุซูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ ุฎูŽู„ูŽุชู’ุŒ ูˆูŽุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ู ู„ูุฃูŽุฑู’ุจูŽุนู ูˆูŽุนูุดู’ุฑููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ

โ€œBercerita kepadaku Ahmad bin Manshur, ia berkata, bercerita kepadaku Abdullah bin Rajaโ€™, ia berkata, bercerita kepadaku Imran al-Qatthan dari Qatadah dari Ibnu Abil Malih dari Watsilah dari Nabi, beliau bersabda; lembaran-lembaran Nabi Ibrahim turun pada awal bulan Ramadan, Taurat diturunkan pada 6 Ramadan, Injil diturunkan pada 13 Ramadan, Alquran diturunkan pada 24 Ramadan.โ€ (Syekh Abu Jaโ€™far Muhammad bin Jarir al-Thabari, Jamiโ€™ al-Bayan โ€˜an Taโ€™wili Ayil Quran/ Tafsir al-Thabari, juz 3, hal. 188).

Dalam proses turunnya Alquran secara bertahap, wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW adalah Surat al-โ€˜Alaq dari ayat satu sampai lima.

Saat Nabi Muhammad SAW mencapai usia 40 tahun, Allah SWT mengutusnya untuk alam semesta, mengeluarkan mereka dari sesatnya kebodohan menuju terangnya pengetahuan. Tepatnya pada tanggal 17 Ramadan, 13 tahun sebelum hijrah, Nabi Muhammad SAW menerima wahyu untuk pertama kalinya.

Pakar sejarah Nabi Muhammad SAW, Syekh Muhammad al-Khudlari Bik menegaskan:

ู€ )ุจูŽุฏู’ุกู ุงู„ู’ูˆูŽุญู’ูŠู (ู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูŽู„ูŽุงู…ู ุณูู†ู‘ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู…ูŽุงู„ู ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููˆู’ู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ู„ูู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุจูŽุดููŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽู†ูŽุฐููŠู’ุฑู‹ุง ู„ููŠูุฎู’ุฑูุฌูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุธูู„ูู…ูŽุงุชู ุงู„ู’ุฌูŽู‡ูŽุงู„ูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‰ ู†ููˆู’ุฑู ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูููŠู’ ุฃูŽูˆู‘ูŽู„ู ููŽุจู’ุฑูŽุงูŠูุฑู’ ุณูŽู†ูŽุฉูŽ ูฆูกู  ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ููŠู’ู„ูŽุงุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽูˆู’ุถูŽุญูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุญููˆู’ู…ู ู…ูŽุญู’ู…ููˆู’ุฏู’ ุจูŽุงุดูŽุง ุงูŽู„ู’ููŽู„ูŽูƒููŠู‘ูุŒ ุชูŽุจูŽูŠู‘ูŽู†ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฏูู‚ู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุจูŽุญู’ุซู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ูููŠู’ 17 ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉูŽ 13 ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ู‡ูุฌู’ุฑูŽุฉู ูˆูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ูŠููˆูŽุงููู‚ู ูŠููˆู’ู„ููŠููˆู’ ุณูŽู†ูŽุฉูŽ ูฆูกู 

โ€œ(Fasal Pertama kali wahyu turun). Saat Nabi menginjak usia matang, yaitu 40 tahun, Allah mengutusnya untuk alam semesta seraya menggembirakan dan memperingatkan, untuk mengeluarkan mereka dari gelapnya kebodohan menuju cahaya ilmu. Demikian itu terjadi di awal bulan Februari tahun 610 Masehi seperti yang dijelaskan Syekh Mahmud Basya sang pakar astronomi. (Namun) setelah penelitian yang cermat, telah jelas bahwa peristiwa itu terjadi pada tanggal 17 Ramadhan, 13 tahun sebelum hijrah, bertepatan dengan bulan Juli tahun 610 Masehi.โ€ (Syekh Muhammad al-Khudlari Bik, Nur al-Yaqin Fi Sirati Sayyid al-Mursalin, hal. 19).

Dari referensi di atas dapat dipahami bahwa peringatan Nuzulul Quran yang populer di Indonesia mengacu pada sejarah pertama kali turunnya Alquran dalam proses kedua, yaitu dari Baitul Izzah kepada Nabi Muhammad SAW di Bumi.

Perbedaan pendapat mengenai kapan wahyu pertama turun memang tidak bisa dihindari. Selain tanggal 17 Ramadan ada pula yang berpendapat terjadi tanggal 7, 8, dan 21 Ramadan. Bahkan beberapa pendapat ada yang menyebut bukan di bulan Ramadan.

Namun, perayaan Nuzulul Quran di setiap tanggal 17 Ramadan yang telah turun-temurun terlaksana tanpa ada pengingkaran dari para ulama, setidaknya memiliki pembenaran dari sudut pandang sejarah menurut satu versi.

Oleh karenanya, tidak perlu fanatik secara berlebihan dengan menyalahkan pihak yang berbeda dengan pendapat yang diyakini. Siapa pun boleh merayakan Nuzulul Quran di selain tanggal 17 Ramadan dengan tetap menghormati pendapat lain yang berbeda.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini