Share

Membentuk Anak Qurrota A'yun di Bulan Puasa

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 18 April 2022 14:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 18 330 2580847 membentuk-anak-qurrota-a-yun-di-bulan-puasa-piEnqgZq8l.jpg Ustadz Roni Hidayat memberi kiat mendidik anak yang qurrota a'yun di bulan Ramadan. (Foto: Istimewa via Okezone)

RAMADAN merupakan bulan pendidikan dan latihan yang sangat efektif dalam membentuk karakter anak. Pada bulan ini banyak terkandung nilai-nilai pendidikan yang diajarkan melalui ibadah puasa. Bulan ini adalah momentum yang bisa dimanfaatkan oleh orang tua dalam mendidik anaknya menjadi anak yang qurrota a'yun (penyejuk hati).

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat At-Tahrim Ayat 6 yang menegaskan bahwa tanggung jawab orangtua dalam mendidik putra putrinya secara baik dan akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat.

يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيْكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ والحِجَارَةُ وعَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَ يَفعَلُونَ مَا يُؤْمَرُنَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."

Ustadz Roni Hidayat. (Foto: Istimewa via Okezone)

Anak-anak yang sholih dan sholihah dalam Alquran dinisbahkan sebagai qurrota a’yun, penyenang hati. Qurrota a’yun secara harfiah diartikan sebagai anak yang menyejukkan pandangan mata. Tidak hanya menyejukkan mata secara lahiriah, namun juga menyejukkan mata batin. Karena mereka senantiasa mengikuti petunjuk Allah Subhanahu wa ta'ala dalam menjalani setiap langkah hidupnya dan mengamalkannya dengan penuh kesadaran dan kerelaan hanya demi mengharap ridha Allah Ta'ala.

Harapan mulia tersebut pastinya terpatri dalam setiap hati orangtua. Namun, mencapai harapan tersebut, orangtua hendaklah mengusahakannya dengan sungguh-sungguh dan senantiasa meningkatkan kualitas serta membekali diri dengan ilmu pengasuhan dan perkembangan anak.

Membesarkan anak menjadi qurrota a’yun dapat dilakukan dengan cara memenuhi hak-hak dan kebutuhannya untuk bertumbuh secara optimal. Hak dan kebutuhan jasmani anak selalu menjadi prioritas utama para orangtua. Namun tak kalah penting adalah kebutuhan rohani atau spiritual emotional.

Ramadan merupakan bulan kebersamaan. Dalam bulan Ramadan ini orangtua dapat mempererat hubungan dan kedekatan dengan anak-anaknya, dalam kebersamaan itu orangtua dapat menanamkan nilai-nilai spiritual, moral serta nilai-nilai kebaikan lainnya kepada putra putrinya melalui nasehat dan kebiasaan-kebiasaan positif yang bisa diteladani oleh anak. Melalui kebiasaan tersebut anak merekam segala hal yang ia lihat.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Beberapa hal yang dapat dilakukan orangtua dan anak di bulan Ramadan dalam membentuk anak yang qurrota a’yun di antaranya yaitu:

Pertama, menanamkan akidah bagi anak. Akidah sangat penting untuk ditanamkan sejak usia dini. Kehadiran bulan suci ramadhan tentu dapat meningkatkan iman seseorang. Akidah di sini dapat ditanamkan pada anak melalui alasan mengapa ia harus berpuasa di bulan ramadahan, Allah maha melihat kejujuran anak dalam berpuasa, janji pahala berlipat ganda yang Allah berikan bagi ibadah-ibadah di bulan puasa, dan lain-lain.

Kedua, memaksimalkan ibadah di bulan Ramadan. Kebiasaan yang dapat orangtua lakukan adalah membuat check list atau target ibadah wajib maupun sunnah di bulan Ramadan, dan mengajak si anak secara perlahan sedikit demi sedikit.

Orangtua dapat menyampaikan keutamaan dari ibadah tersebut serta istimewanya melaksanakan ibadah di bulan Ramadan dengan berbagai keutamaan yang akan didapatkan. Di bulan puasa ini ajarkan anak agar hatinya terpaut kepada masjid, sholat berjamaah di masjid, tadarus Alquran.

Ketiga, pendidikan akhlak. Ajarkan anak akhlak yang mulia sebagaimana teladan kita yakni Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Orangtua mencontohkan bagaimana menjaga kebiasaan -kebiasaan yang baik selama berpuasa, misalnya sabar, menahan amarah, menahan lisan untuk berkata tidak baik, jujur, rajin bersedekah, menolong orang, kebiasaan disiplin bangun pagi.

Di bulan Ramadan ini juga waktu mustajab untuk berdoa, mari kita doakan anak-anak kita semua menjadi anak yang qurrota a'yun sebagaimana yang Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam ajarkan:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Artinya: "(Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami dan keturunan kami serta istri-istri kami penyejuk mata kami. Jadikanlah pula kami sebagai imam bagi orang-orang yang bertakwa)." (QS Al Furqon: 74)

Wallahu a’lam bish shawab.

Oleh: Ustadz Roni Hidayat

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini