Share

Tata Cara Sholat Witir: Niat, Waktu, Bacaan, dan Keutamaannya

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Minggu 24 April 2022 18:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 24 330 2584449 tata-cara-sholat-witir-niat-waktu-bacaan-dan-keutamaannya-xxnEqLCb8J.jpg Ilustrasi tata cara sholat witir. (Foto: Shutterstock)

TATA cara sholat witir: niat, waktu, bacaan, dan keutamaannya. Shalat witir adalah salah satu ibadah sunnah muโ€™akkad (sangat dianjurkan) dalam ajaran agama Islam. Sholat sunah satu ini dilakukan sebagai penutup sholat di malam hari.

Terdapat berbeda pendapat soal status hukum sholat witir. Menurut mayoritas ulama Mazhab Hanafiyah, sholat witir hukumnya wajib dilakukan, sehingga akan berdosa orang-orang yang tidak mengerjakannya.

Baca juga: 7 Bulan Dalami Islam, Model Cantik Mantan Bintang Majalah Playboy Ini Mantap Jadi Mualafย 

Sedangkan menurut mayoritas ulama Mazhab Syafiโ€™iyah, hukum shalat witir adalah sunnah. Artinya, jika dilakukan mendapatkan pahala, jika ditinggalkan tidak berkonsekuensi dosa. Adapun dalil yang dijadikan landasan oleh ulama mazhab Syafiโ€™iyah adalah hadits Rasulullah ๏ทบ, yaitu:

ุฃูŽูˆู’ุชูุฑููˆู’ุง ูŠูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขู†ูุŒ ููŽุฅูู†ู‘ูŽ ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูŽ ูˆูุชู’ุฑูŒ ูŠูุญูุจู‘ู ุงูŽู„ู’ูˆูุชู’ุฑูŽ

Artinya, โ€œBerwitirlah kalian semua, wahai ahli Al-Qurโ€™an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjilโ€ (HR Khuzaimah).

Waktu Pelaksanaan Sholat Witir

Menurut mayoritas ulama, sebagaimana yang dikutip oleh Syekh Wahbah Zuhaili dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, pelaksanaan sholat witir dimulai setelah melaksanakan shalat Isyaโ€™ sampai terbitnya fajar shadiq, dan bukan setelah masuknya shalat Isyaโ€™.

Artinya, jika sudah masuk waktu shalat Isyaโ€™ tetapi seseorang belum melaksanakannya, maka ia tidak dianjurkan melakukan shalat sunnah witir sebab kesunnahan shalat witir dimulai setelah melaksanakan shalat Isyaโ€™.

Ketentuan waktu ini sudah final, tanpa diperdebatkan oleh para ulama. Para ulama sepakat bahwa shalat sunnah witir tidak bisa dilakukan dan tidak sah sebelum melaksanakan shalat Isyaโ€™, atau setelah terbitnya fajar shadiq (masuk waktu shalat Subuh).

Baca juga: Humor Abu Nawas: Terima Tugas Ambil Mahkota dari Surga, Caranya Bikin Pusing!ย 

Sedangkan waktu yang lebih baik untuk melakukannya adalah pada akhir malam, tepatnya sebagai penutup dari segala ibadah-ibadah shalat yang dilakukan pada malam hari. Hal ini berlandaskan pada sebuah hadits Rasulullah:

ุงูุฌู’ุนูŽู„ููˆู’ุง ุงูฐุฎูุฑูŽ ุตูŽู„ูŽุงุชููƒูู…ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู‘ูŽู„ูŠู’ู„ู ูˆูุชู’ุฑุงู‹

Artinya, โ€œJadikanlah akhir shalat kalian semua di malam hari dengan dengan shalat witirโ€ (Syekh Wahbah Zuhaili, al-Fiqhul Islami wa Adillatuh, [Bairut: Darul Fikr, Damaskus, 2010], juz II, h. 185).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bacaan Setelah Sholat Witir

Setelah melakukan shalat witir dianjurkan untuk membaca dzikir berikut:

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู…ูŽู„ููƒู ุงู„ู‚ูุฏู‘ููˆุณู

Artinya, โ€œMaha Suci Allah Dzat Yang Maha Merajai dan Yang Maha Esa.โ€

Bacaan dzikir di atas dibaca sebanyak 3 kali, dan pada bacaannya yang ketiga dianjurkan untuk lebih mengeraskan suaranya melebihi bacaan pertama dan kedua. Setelah itu, dilanjut dengan membaca doa berikut:

ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู…ูŽู„ููƒู ุงู„ู‚ูุฏู‘ููˆู’ุณู ุฑูŽุจู‘ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑู‘ููˆู’ุญูุŒ ุฌูŽู„ู‘ูŽู„ู’ุชูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูฐูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุจูุงู„ุนูŽุธูŽู…ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูŽุจูŽุฑููˆู’ุชูุŒ ูˆูŽุชูŽุนูŽุฒู‘ูŽุฒู’ุชูŽ ุจูุงู„ู’ู‚ูุฏู’ุฑูŽุฉูุŒ ูˆูŽู‚ูŽู‡ู‘ูŽุฑู’ุชูŽ ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽ ุจูุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู. ุงูŽู„ู„ู‘ูฐู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅู†ู‘ููŠู’ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจูุฑูุถูŽู€ุงูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุณูุฎู’ุทููƒูŽ ุจูู…ูุนูŽุงููŽุงุชููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู‚ููˆุจูŽุชููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ูƒูŽ ู„ูŽุง ุฃูุญู’ุตููŠู’ ุซูŽู†ูŽุงุกู‹ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽุซู’ู†ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ. ุฃูŽุนููˆู’ุฐู ุจูุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุฌููŠู’ู…ู ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู… (ูˆูŽุฐูŽุง ุงู„ู†ู‘ููˆู’ู†ู ุงูุฐู’ ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจูŽ ู…ูุบูŽุงุถูุจู‹ุง ููŽุธูŽู†ู‘ูŽ ุงูŽู†ู’ ู„ู‘ูŽู†ู’ ู†ู‘ูŽู‚ู’ุฏูุฑูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ููŽู†ูŽุงุฏูฐู‰ ููู‰ ุงู„ุธู‘ูู„ูู…ูฐุชู ุงูŽู†ู’ ู„ู‘ูŽุงู“ ุงูู„ูฐู‡ูŽ ุงูู„ู‘ูŽุงู“ ุงูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูฐู†ูŽูƒูŽ ุงูู†ู‘ููŠู’ ูƒูู†ู’ุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูฐู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ)

Artinya, โ€œMaha Suci Allah Penguasa Yang Kudus, Tuhan para malaikat dan Jibril. Engkau penuhi langit dan bumi dengan kemuliaan dan keperkasaan-Mu. Engkau memiliki keperkasaan dengan kekuasaan-Mu, dan Engkau tundukkan hamba-Mu dengan kematian. โ€œYa Allah, aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu, aku berlindung dengan maafMu dari siksaan-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, aku tidak bisa menyebut semua pujian untuk-Mu sebagaimana Engkau memuji diriMu sendiri. Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan terkutuk dari tiupan dan bisikannya, dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, โ€˜Tidak ada tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.โ€

Setelah membaca doa di atas, kemudian dilanjutkan dengan membaca bacaan berikut, dan dibaca paling baik sebanyak 40 kali bacaan,

ูŠูŽุงุญูŽูŠู‘ู ูŠูŽุงู‚ูŽูŠู‘ููˆู’ู…ู ู„ูŽุงุฅูู„ูฐู‡ูŽ ุงูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุณูุจู’ุญูŽู€ู€ุงู†ูŽูƒูŽ ุฅูู†ู‘ููŠู’ ูƒูู†ู’ุชู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ

Artinya, โ€œWahai Dzat Yang Mahahidup dan berdiri sendiri, tiada tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.โ€

Setelah itu, diakhiri dengan membaca ayat berikut:

ููŽุงุณู’ุชูŽุฌูŽุจู’ู†ูŽุง ู„ูŽู‡ู ูˆูŽู†ูŽุฌู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุงู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽู…ู‘ู ูˆูŽูƒูŽุฐูฐู„ููƒูŽ ู†ูู†ู’ุฌููŠ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ

Artinya, โ€œMaka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedudukan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.โ€ (Habib Zain bin Sumaith, Taqriratus Sadidah, 2003, halaman 287).

Keutamaan Sholat Witir

Ada banyak hadits Rasulullah yang menyebutkan keutamaan shalat witir, di antaranya:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ูŽ ุนูŽุฒู‘ูŽ ูˆูŽุฌูŽู„ู‘ูŽ ู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽู…ูŽุฏู‘ูŽูƒูู…ู’ ุจูุตูŽู„ุงูŽุฉู ู‡ูู‰ูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูู†ู’ ุญูู…ู’ุฑู ุงู„ู†ู‘ูŽุนูŽู…ูุŒ ูˆูŽู‡ูู‰ูŽ ู„ูŽูƒูู…ู’ ู…ูŽุง ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ุทูู„ููˆุนู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑ

Artinya, โ€œSesungguhnya, Allah SWT telah menyediakan kepada kalian semua sebuah shalat, yang ia lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu shalat witir, dan menjadikannya berada di antara shalat Isyaโ€™ hingga terbitnya fajar (shadiq)โ€ (HR Abu Daud).

Pada hadits di atas, dijelaskan bahwa Allah memberikan waktu secara khusus dan ibadah secara khusus pula, agar umat Islam bisa mendapatkan pahala yang lebih besar dan lebih banyak dari Tuhan-Nya. Ibaratnya, shalat witir sebagai pelengkap dan penyempurna bagi ibadah wajib lainnya yang masih belum sempurna.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini