Share

Hukum Mencicipi Makanan saat Puasa, Benarkah Tidak Bikin Batal?

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Senin 25 April 2022 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 25 330 2584884 hukum-mencicipi-makanan-saat-puasa-benarkah-tidak-bikin-batal-QVT7hH1kry.jpg Ilustrasi hukum mencicipi makanan saat puasa. (Foto: Freepik)

HUKUM mencicipi makanan saat puasa kerap kali menjadi pertanyaan di kalangan ibu rumah tangga. Pasalnya untuk memastikan rasa makanan berbuka sesuai yang diharapkan, terkadang para ibu harus mencicipinya terlebih dahulu.

Hanya saja, tidak jarang ibu-ibu merasa waswas, sebab khawatir puasanya batal. Lantas, bagaimana hukum mencicipi makanan saat puasa, apakah boleh?

Baca juga: Hal-Hal Makruh dalam Berpuasa, Nomor 10 Harus Dihindari agar Pahala Tidak Berkurang 

Menurut para ulama, mencicipi makanan saat berpuasa hukumnya boleh. Baik itu dilakukan karena ada kebutuhan, seperti untuk memastikan rasa makanan, maupun tidak ada kebutuhan.

Hanya saja, jika mencicipi makanan dilakukan tanpa ada kebutuhan tertentu, meskipun boleh dan tidak membatalkan puasa, hukumnya adalah makruh. Ini sebagaimana disebutkan oleh Syekh Al-Syarqawai dalam kitab Hasyiyatusy Syarqawi 'ala Tuhfah Al-Thullab yang menjelaskan bahwa:

Di antara perkara yang dimakruhkan saat berpuasa adalah mencicipi makanan karena dikhawatirkan makanan tersebut sampai ke tenggorokan. Dengan kata lain, khawatir dapat menjalankan makanan itu ke tenggorokan lantaran begitu dominannya syahwat.

Baca juga: 7 Fakta Felixia Yeap Mantan Bintang Playboy Masuk Islam, Nomor 5 Keputusan Sangat Berat 

Kemakruhan itu sebenarnya terletak pada ketiadaan alasan atau hajat tertentu dari orang yang mengecap makanan itu. Adapun para juru masak, baik laki-laki maupun perempuan dan orang yang memiliki anak kecil yang berkepentingan mengobatinya, maka mencicipi makanan bagi keduanya tidak dimakruhkan. Mengecap masakan tidaklah makruh sebagaimana dikatakan oleh Imam Al-Zayyadi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sejalan dengan itu, dalam kitab Al-Sunan Al-Kubra, Imam Al-Baihaqi menyebutkan sebuah riwayat yang bersumber dari Ibnu Abbas yang menyatakan bahwa beliau membolehkan seseorang mencicipi makanan selama makanan tersebut tidak sampai pada tenggorokannya. Riwayat tersebut adalah sebagai berikut:

Tidak masalah bagi seseorang untuk mencicipi makanan, baik makanan berupa cuka atau makanan lainnya, selama tidak masuk tenggorokannya, dalam keadaan dia berpuasa. Dengan demikian, meskipun mencicipi makanan hukumnya boleh, namun hal itu sebaiknya ditinggalkan jika memang tidak ada kebutuhan. Namun jika ada kebutuhan, maka boleh mencicipi makanan dan hendaknya segera diludahkan agar tidak tertelan sampai tenggorokan.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Humor Abu Nawas: Kejar Maling yang Lari ke Arah Barat, Cegat dari Timur Saja! 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini