Share

Membayar Zakat Fitrah Lebih Baik Pakai Beras atau Uang?

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 26 April 2022 17:15 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 330 2585418 membayar-zakat-fitrah-lebih-baik-pakai-beras-atau-uang-7KTcLulSJ5.jpg Ilustrasi membayar zakat fitrah. (Foto: Shutterstock)

MEMBAYAR zakat fitrah hukumnya wajib bagi kaum Muslimin. Zakat fitrah sendiri hukumnya wajib bagi umat Islam. Zakat berarti mengeluarkan sebagian harta untuk menyucikannya.

Zakat fitrah khusus dibayarkan ketika bulan Ramadan. Ini berbeda dengan zakat maal yang bisa dikeluarkan kapan saja. Adapun membayar zakat fitrah dapat dilakukan dengan dua cara.

Pertama, langsung disetorkan kepada pengurus masjid yang menerima zakat. Kedua, langsung dibayarkan kepada orang yang membutuhkan (mustahik).

Baca juga: Syarat Wajib Zakat Fitrah 

Lantas muncul pertanyaan, membayar zakat fitrah lebih baik memakai beras atau uang?

Menurut Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karanganyar KH Ahmad Hudaya, zakat fitrah sebaiknya dibayarkan dalam bentuk makanan pokok ketimbang uang.

"Zakat fitrah dibayarkan dengan makanan pokok. Kalau di Indonesia lazimnya ya beras. Besarnya 2,76 kilogram, atau kalau mau lebih aman ya 2,8 kilogram," terangnya.

Baca juga: Artis-Artis Korea yang Mendapat Hidayah Islam, Nomor 5 Langsung Fokus Belajar Bahasa Arab 

Ia menambahkan, sebagian ulama melarang pembayaran zakat fitrah dengan uang. Dalam keterangannya, perbedaan pendapat soal pembayaran zakat fitrah sudah menjadi perbincangan ulama terdahulu.

"Membayar zakat fitrah sebaiknya pakai makanan pokok saja, kalau di sini ya beras. Tapi, kalau mau bayar pakai uang, berarti amil (panitia pengelola zakat) harus mewujudkan uang itu menjadi beras sebelum diserahkan kepada penerima. Karena pada dasarnya zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok," sambung KH Ahmad Hudaya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Menurut sejumlah ulama fikih, besaran zakat fitrah yang dikeluarkan adalah sesuai penafsiran terhadap hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yakni sekitar 1 sha’ (1 sha’=4 mud, 1 mud=675 gram) kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2,76 kilogram makanan pokok (tepung, kurma, gandum, beras) atau yang biasa dikonsumsi di daerah bersangkutan (Mazhab Syafi’i dan Maliki).

Adapun penerima zakat secara umum ditetapkan dalam delapan golongan yakni fakir, miskin, amil (pengelola zakat), mualaf, hamba sahaya, gharim alias orang yang terlilit utang, fiisabilillah atau pejuang di jalan Allah Subhanahu wa ta'ala, dan ibnu sabil alias orang yang kehabisan bekal di tengah perjalanan.

Baca juga: Humor Abu Nawas: Raja Terjebak Cium Bau Kentut, tapi Kok Malah Ketawa Terbahak-bahak? 

Tapi, beberapa ulama berpendapat zakat fitrah semestinya diberikan kepada dua golongan pertama, yakni fakir dan miskin. Pendapat ini disandarkan dengan alasan bahwa jumlah atau nilai zakat yang sangat kecil. Sementara salah satu tujuan dikelurakannya zakat fitrah adalah agar para fakir dan miskin dapat ikut merayakan hari raya dan saling berbagi sesama umat Islam.

Wallahu a'lam bishawab.

Info grafis zakat fitrah. (Foto: Okezone)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini