Share

3 Syarat Itikaf di Masjid pada 10 Malam Terakhir Ramadan

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Selasa 26 April 2022 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 26 330 2585498 3-syarat-itikaf-di-masjid-pada-10-malam-terakhir-ramadan-uahWaps1Dc.jpg Ilustrasi syarat itikaf di masjid. (Foto: Shutterstock)

SYARAT itikaf di masjid wajib diketahui kaum Muslimin agar ibadah yang dilakukan dapat diterima Allah Subhanahu wa ta'ala. Saat akan melakukan sebuah ibadah, baik wajib maupun sunah, pasti ada syaratnya, dan harus dipenuhi.

Sebagai informasi, itikaf adalah ibadah sunah yang biasanya dilakukan di sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan. Tujuan dilakukannya itikaf semata-mata ingin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Baca juga: Artis-Artis Korea yang Mendapat Hidayah Islam, Nomor 5 Langsung Fokus Belajar Bahasa Arab 

Hukum itikaf sendiri adalah sunah. Namun jika sebelumnya sudah bernazar untuk melakukan itikaf, maka hukumnya menjadi wajib dilakukan.

Mengutip dari nu.or.id, berikut syarat yang harus dipenuhi Muslimin yang ingin melakukan ibadah itikaf.

1. Muslim. Seorang non-Muslim hukumnya tidak sah melakukan itikaf.

2. Berakal. Orang yang tidak berakal tidak sah melakukan itikaf sebagaimana ibadah lainnya.

3. Suci dari hadas besar maupun kecil.

Baca juga: Syarat Wajib Zakat Fitrah 

Ada pula beberapa hal yang dapat membatalkan ibadah itikaf, yaitu:

- Bercampur bersama suami atau istri, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Surat Al Baqarah Ayat 187:

وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمۡ عَٰكِفُونَ فِي ٱلۡمَسَٰجِدِۗ تِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقۡرَبُوهَاۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمۡ يَتَّقُونَ

Artinya: "… Dan janganlah kamu campuri mereka (istrimu) itu, sedang kamu beritikaf di masjid, itulah ketuntuan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia agar mereka bertakwa." (QS Al Baqarah: 187)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

- Dilarang keluar dari masjid apabila tidak ada udzur. Tetapi diperbolehkan keluar jika memang ada udzur, seperti buang hajat atau buang air kecil. Sebagaimana yang dituturkan oleh Aisyah Radhiyallahu anha:

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا اعْتَكَفَ يُدْنِي إِلَيَّ رَأْسَهُ فَأُرَجِّلُهُ وَكَانَ لَا يَدْخُلُ الْبَيْتَ إِلَّا لِحَاجَةِ الْإِنْسَانِ

Dari Aisyah radhiyallahu anha menuturkan, "Nabi Shallallahu alaihi wassallam apabila beritikaf, beliau mendekatkan kepalanya kepadaku, lalu aku sisir rambutnya, dan beliau tidak masuk rumah kecuali untuk keperluan hajat manusia (buang air besar atau buang air kecil)." (HR Al Bukhari nomor 1889 dan Muslim 445)

Demikian penjelasan mengenai syarat itikaf di masjid pada 10 malam terakhir Ramadan. Semoga jelas dan bermanfaat. Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini