Share

Hukum Mandi Junub Siang Hari saat Puasa Ramadan

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 27 April 2022 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 330 2585900 hukum-mandi-junub-siang-hari-saat-puasa-ramadan-94Wz2KYyDe.jpg Ilustrasi hukum mandi junub siang hari saat puasa Ramadan. (Foto: Pixabay)

HUKUM mandi junub siang hari saat puasa Ramadan, apakah dibolehkah atau justru terlarang? Lalu bagaimana puasa yang dijalani? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Mandi junub siang hari saat puasa Ramadan bisa saja terjadi karena mengalami mimpi basah. Mimpi basah adalah mimpi menggairahkan sehingga membuat seseorang yang tengah memimpikannya mengeluarkan air mani tanpa sadar karena masih dalam keadaan tidur. Tentu hal ini di luar kendali karena ketika bermimpi, tidak bisa mengontrol tubuh.

Baca juga: Artis-Artis Bollywood yang Rayakan Idul Fitri, Nomor 4 Pernah Kunjungi Istiqlal 

Dilansir nu.or.id, ulama besar dari Universitas Al Azhar Kairo Mesir Syekh Ali Jum’ah mengatakan, "Puasanya diteruskan sampai waktu magrib, dan dia tidak berkewajiban membayar utang puasa." Demikian tulis Syekh Jum'ah dalam bukunya Syekh Ali Jum'ah Menjawab 99 Soal Keislaman.

Ia menjelaskan bahwa mimpi basah pada siang hari di bulan Ramadan tidak akan membatalkan puasa seseorang. Bagi mereka yang mengalami mimpi basah diperintahkan untuk segera mandi junub dan meneruskan hingga waktu berbuka puasa dan tidak berkewajiban menggantinya di lain hari.

Baca juga: Kasus Tri Suaka dan Zinidin Zidan, Ustadz Ainul Yaqin: Jadi Peringatan Muhasabah Diri 

Batas Waktu Mandi Junub saat Puasa

Menurut para ulama, berpuasa dalam keadaan junub atau dalam keadaan hadas besar hukumnya adalah sah. Tidak masalah seseorang berpuasa dalam keadaan junub, baik puasa wajib maupun puasa sunah. Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut:

إذا جامع في الليل وأصبح وهو جنب صح صومه بلا خلاف عندنا وكذا لو انقطع دم الحائض والنفساء في الليل فنوتا صوم الغد ولم يغتسلا صح صومهما بلا خلاف عندنا

"Jika seseorang berjima’ di waktu malam hari, dan memasuki waktu Subuh dalam keadaan masih junub, maka puasanya tetap sah tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan kami (ulama Syafiiyah). Begitu juga jika darah haid dan darah nifas sudah putus di waktu malam, kemudian keduanya (perempuan yang haid dan nifas) berniat untuk melakukan puasa keesokan harinya namun keduanya tidak mandi wajib, maka puasa keduanya dihukumi sah tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan kami (ulama Syafiiyah)."

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sehingga yang menjadi akhir batas mandi junub bukan puasa itu sendiri, melainkan sholat. Lantaran seseorang wajib melaksanakan Sholat Subuh, maka dia wajib mandi dari junub sebelum melaksanakan Sholat Subuh. Ini berlaku untuk puasa wajib maupun puasa sunah.

Dengan demikian yang menjadi batas akhir mandi junub ketika seseorang memulai berpuasa dalam keadaan junub adalah ketika ingin melaksanakan sholat. Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Aturan dan Cara Membayar Fidyah Puasa Ramadan 

Baca juga: Hukum Memakai Lipstik saat Puasa 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini