Share

5 Hal yang Diperbolehkan dalam Itikaf, Salah Satunya Mengantar Istri

Rina Anggraeni, Jurnalis · Rabu 27 April 2022 13:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 27 330 2585918 5-hal-yang-diperbolehkan-dalam-itikaf-salah-satunya-mengantar-istri-jOr7tyFsao.jpg Ilustrasi hal-hal yang boleh dalam itikaf. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

ADA beberapa hal yang diperbolehkan dalam itikaf di masjid selama 10 hari terakhir bulan Ramadan. Itikaf sendiri merupakan berasal dari bahasa Arab yakni Akafa yang berarti menetap, mengurung diri, atau terhalangi.

Pengertian itikaf dalam konteks ibadah menurut ajaran Islam adalah berdiam diri di masjid dalam rangka mencari keridaan Allah Subhanahu wa ta'ala dan bermuhasabah (introspeksi) atas perbuatan-perbuatannya. Orang yang sedang beriktikaf disebut juga muktakif.

Baca juga: 7 Rukun Itikaf di Masjid agar Ibadahmu Diterima Allah Ta'ala 

Iktikaf wajib tergantung pada berapa lama waktu yang dinazarkan. Sedangkan iktikaf sunah tidak ada batasan waktu tertentu, kapan saja pada malam atau siang hari, waktunya boleh lama atau singkat.

Itikaf adalah ibadah yang besar, hukumnya sunah, tetapi jika menelantarkan kewajiban yang lebih penting maka menjadi makruh.

Baca juga: 3 Syarat Itikaf di Masjid pada 10 Malam Terakhir Ramadan 

Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi Lc menjelaskan, itikaf makruh bisa terjadi dan sangat mungkin terjadi. Hal tersebut dapat muncul bila tidak memperhatikan seperti hal-hal di bawah ini yaitu pegawai yang hendak beritikaf, pekerjaan pegawai itu merupakan kewajibannya, jika ia meninggalkan pekerjaannya untuk beritikaf maka ini haram baginya, seandainya ada yang mengatakan bahwa itikafnya dihukumi tidak sah pun, ini merupakan pendapat yang mendekati kepada kebenaran, karena waktu bekerja merupakan waktu yang harus ia penuhi di tempat di mana dia menjadi pegawai, tidak bisa lari dari kewajiban.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berikut hal-hal yang diperbolehkan dalam itikaf di masjid pada hari-hari terakhir bulan Ramadan:

1. Keluar dari tempat iktikaf untuk mengantar istri, sebagaimana yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam terhadap istrinya Shafiyah binti Huyay Radhiyallahu anha. (HR Riwayat Bukhari dan Muslim)

2. Menyisir atau mencukur rambut, memotong kuku, membersihkan tubuh dari kotoran dan bau badan.

3. Keluar untuk keperluan yang harus dipenuhi, seperti buang air besar dan kecil, makan, minum (jika tidak ada yang mengantarkannya), dan segala sesuatu yang tidak mungkin dilakukan di masjid, tetapi ia harus segera kembali setelah menyelesaikan keperluannya.

4. Selain itu hal yang dibolehkan dalam itikaf yakni makan, minum, dan tidur di masjid dengan senantiasa menjaga kesucian dan kebersihan masjid.

5. Menemui tamu di masjid untuk hal-hal yang diperbolehkan dalam agama.

Demikian penjelasan mengenai hal-hal yang dibolehkan dalam itikaf di masjid selama 10 hari terakhir bulan Ramadan. Semoga bermanfaat. Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini