Share

Khotbah Idul Fitri Sedih tentang Evaluasi Capaian Ramadan 2022

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Sabtu 30 April 2022 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 04 30 614 2587634 khotbah-idul-fitri-sedih-tentang-evaluasi-capaian-ramadan-2022-RuRt4fmlim.jpg Ilustrasi khotbah Idul Fitri. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

KHOTBAH Idul Fitri sedih. Tidak terasa hari raya Idul Fitri 2022 tinggal sesaat lagi. Sebentar lagi seluruh umat Islam tiba di hari kemenangan setelah menjalani ibadah puasa, menahan lapar, haus, hawa nafsu di bulan Ramadan.

Banyak persiapan yang harus dilakukan jelang menyambut hari raya Idul Fitri 2022. Seperti makanan hidangan lebaran, pakaian terbaik, perlengkapan sholat Id, dan tentu saja khotbah Idul Fitri.

Banyak tema khotbah yang sudah didapatkan mulai dari khutbah Jumat, khutbah Ramadan, dan khotbah Idul Fitri lebaran 2022 yang akan datang sebentar lagi.

Tema-tema tersebut di antaranya adalah tentang silaturahmi, berbakti orang tua, menebar maaf, tata cara zakat fitrah, tanda-tanda lailatul qadar, keistimewaan bulan Ramadhan, dan keistimewaan bulan Syawal.

Baca juga: Viral Sholat Berjamaah di Tengah Festival Ramadan Liverpool, sang Imam Muda Jadi Sorotanย 

Untuk khotbah Idul Fitri sedih yang akan dibahas tentang evaluasi capaian Ramadhan 2022. Sebelumnya, khutbah akan berisi tentang pembukaan khutbah, materi inti tentang kelompok orang yang memahami hak-hak Ramadhan, materi kelompok yang lalai akan hak Ramadhan, dan penutup khutbah.

Dikutip dari nu.or.id. berikut ini khotbah tentang evaluasi capaian Ramadhan yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Mundzir, pengajar di Pesantren Raudhatul Quran an-Nasimiyyah, Semarang.

ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ (ูฉร—) ู„ูŽุง ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ ูุฃูƒู’ุจูŽุฑู’ ูˆูŽู„ู„ู‡ู ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ู…ูŽุง ุชูŽุนูŽุงู‚ูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽูŠู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูŽู‡ูŽุงุฑูุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ู…ูŽุง ุงุตู’ุทูŽู„ูŽุญูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุงุฆูู‡ููˆู’ู†ูŽ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽู‡ู ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ููŽุตูŽููŽุญูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ู ูˆูŽุชูŽุงุจูŽ ูˆูŽุบูŽููŽุฑูŽ. ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ุŒ ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู’. ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุฑูŽุจูู‘ูŠู’ ู…ูู„ู’ุกูŽ ุงู„ู’ู…ููŠู’ุฒูŽุงู†ูุŒ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณูŽุจู‘ูŽุญู ููู‰ู’ ูƒูู„ูู‘ ู…ูŽูƒูŽุงู†ูุŒ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ู…ูŽู†ู’ ุงูŽุฏู’ุฎูŽู„ูŽ ุนูุจูŽุงุฏูŽู‡ู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ุงูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุฌูู†ูŽุงู†ูุŒ ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ูˆูŽู„ูŽุง ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงู„ู‘ูŽุง ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ุญูŽู…ู’ุฏู‹ุง ูŠููƒูŽุงูููŠู’ ู†ูุนูŽู…ูŽู‡ูุŒ ูˆูŽูŠููƒูŽุงููุฆู ู…ูŽุฒููŠู’ุฏูŽู‡ูุŒ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ูŽูƒูŽ ุงู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ูƒูŽู…ูŽุง ูŠูŽู†ู’ุจูŽุบููŠู’ ู„ูุฌูŽู„ูŽุงู„ู ูˆูŽุฌู’ู‡ููƒูŽ ุงู„ู’ูƒูŽุฑููŠู’ู…ู ูˆูŽู„ูุนูŽุธููŠู’ู…ู ุณูู„ู’ุทูŽุงู†ููƒูŽ. ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ู„ูŽุง ุฃูุญู’ุตููŠู’ ุซูŽู†ูŽุงุกู‹ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽุซู’ู†ูŽูŠู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู†ูŽูู’ุณููƒูŽ. ุงูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุงูŽู†ู’ ู„ุง ุงู„ู‡ ุงู„ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุง ุดุฑูŠูƒ ู„ู‡ุŒ ูˆุงุดู‡ุฏ ุงู† ู…ุญู…ุฏุง ุนุจุฏูู‡ ูˆุฑุณูˆู„ูู‡ ูˆูŽุตูŽูููŠูู‘ู‡ู ูˆูŽุฎูŽู„ููŠู’ู„ูู‡ูุŒ ุฎูŠุฑู ู†ูŽุจููŠูู‘ ุงูŽุฑู’ุณูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‡ู ู„ูู„ู’ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุจูŽุดููŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽู†ูŽุฐููŠู’ุฑูŽุง. ุงู„ู„ู‡ ุตู„ ูˆุณู„ู… ุนู„ู‰ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏุŒ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ ุณูŠุฏู†ุง ู…ุญู…ุฏุŒ ุตู„ุงุฉ ูˆุณู„ุงู…ุง ุฏุงุฆู…ูŠู† ู…ุชู„ุงุฒู…ูŠู† ุงู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ุฏูŠู†. ุงู…ุง ุจุนุฏ ููŠุง ุนุจุงุฏ ุงู„ู„ู‡. ุฃููˆู’ุตููŠู’ู†ููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ุงู„ู…ูุชู‘ูŽู‚ููˆู’ู†ูŽ. ููŽู‚ูŽุฏู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽุฒู‘ูŽ ู…ูŽู†ู’ ู‚ูŽุงุฆูู„ูŒ ู‚ูู„ู’ ุจูููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ููŽุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุฑูŽุญููˆุง ู‡ููˆูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุฌู’ู…ูŽุนููˆู†ูŽ

Hadirin, sidang jamaah shalat idul fitri hafidhakumullah,

Kita baru saja berpisah dengan bulan Ramadhan. Ramadhan telah pergi, dan kita tak pernah tahu, apakah akan berjumpa lagi dengannya di tahun berikutnya atau tidak. Dalam menjalani Ramadhan, setidaknya ada dua kelompok jenis manusia yang perlu kami sampaikan.

Yang pertama adalah orang yang mengerti dan memenuhi hak-hak Ramadhan sebagaimana mestinya. Mereka puasa di siang harinya, beribadah di malam harinya, dan makan dari harta yang halal, menjauhi kemaksiatan yang dilarang oleh Allah subhanahu wa taโ€™ala. Mereka bersungguh-sungguh beribadah dengan tujuan meraih ridha Allah subhanahu wa taโ€™ala. Mereka adalah orang-orang yang pagi ini mendapatkan upah atas segala jerih payah yang mereka kerahkan.

Kelompok orang dari jenis yang pertama ini adalah ahlullah. Mereka akan menjadi orang spesial di hadapan Allah pada waktu bumi ini sudah diganti bukan berbentuk bumi, langit sudah berganti tidak sebagaimana langit yang kita saksikan, dunia ini sudah rusak luluh lantak, di mana para manusia telah memasuki era baru akhirat. Hasil tanaman amal-amal hamba mulai ditampakkan, peluh keringat ibadah mereka selama di dunia akan dibayar gajinya dengan ganjaran yang berlipat ganda.

ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ุชููˆูŽูู‘ูŽูˆู’ู†ูŽ ุฃูุฌููˆุฑูŽูƒูู…ู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ููŽู…ูŽู†ู’ ุฒูุญู’ุฒูุญูŽ ุนูŽู†ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽุฃูุฏู’ุฎูู„ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ

Artinya: โ€œDan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung.โ€ (QS Ali Imran: 185)

Orang-orang yang beriman, menjalani puasa dengan baik, kelak akan tampak riang gembira, bersuka cita, menikmati anugerah yang begitu agung yaitu bisa memandang Allah subhanahu wa taโ€™ala:

ูˆูุฌููˆู‡ูŒ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽุฆูุฐู ู†ูŽุงุถูุฑูŽุฉูŒ

โ€œWajah-wajah pada hari itu (hari kiamat) ada yang berseri-seri.โ€

ุฅูู„ูŽู‰ ุฑูŽุจู‘ูู‡ูŽุง ู†ูŽุงุธูุฑูŽุฉูŒ

โ€œKepada Tuhannyalah mereka melihat.โ€ (QS Al-Qiyamah 22-23)

Pada hari itu pula para malaikat gembira melihat orang-orang mukmin, mereka masuk ke surga dari semua pintu-pintu yang disediakan atas buah kesabaran mereka menahan hawa nafsu makan, minum, dan maksiat lain di bulan Ramadhan serta mereka juga sabar menjalankan ibadah malam dan ibadah lain, sehingga atas kesabaran mereka, dikatakan:

ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุง ุตูŽุจูŽุฑู’ุชูู…ู’ ููŽู†ูุนู’ู…ูŽ ุนูู‚ู’ุจูŽู‰ ุงู„ุฏู‘ูŽุงุฑู

Artinya: โ€œMalaikat-malaikat itu mengucapkan (Kesejahteraan buat kalian) yakni pahala ini (berkat kesabaran kalian) sewaktu kalian di dunia (maka alangkah baiknya tempat kesudahan ini) akibat dari perbuatan kalian itu.โ€ (QS Ar-Raโ€™d: 24)

Baca juga: Hijrah! 10 Artis Cantik Bollywood Ini Mantap Berhijab dan Tinggalkan Dunia Glamorย 

Allรขhu akbar, Allรขhu akbar, Allรขhu akbar, walillรขhil hamdu

Dalam sebuah hadits, Rasulullah menyatakan, di dalam bulan Ramadhan ada lima hal yang tidak pernah diberikan kepada satu umat pun sebelum Nabi Muhammad ๏ทบ yaitu pada malam pertama Ramadhan, Allah memandang kepada semua umat Muhammad. Barangsiapa pernah dipandang oleh Allah, tidak pernah disiksa selamanya. Kedua, mulut orang yang berpuasa ketika memasuki sore hari, baunya secara hakikat, menjadi lebih harum daripada minyak kasturi. Ketiga, setiap sehari semalam, selama Ramadhan, para malaikat memintakan ampunan kepada Allah subhanahu wa taโ€™ala. Keempat, Allah bersabda kepada surga, โ€œPersiapkan tempatmu, hiasilah dirimu dengan perhiasan yang indah untuk hamba-Ku yang meluangkan diri meninggalkan kerepotan atau hiruk pikuk duniawi, kemudian sibuk menuju kepada kemurahan-Ku.โ€

Dan ini yang paling penting, Hadirin. Yang kelima, pada malam terakhir bulan Ramadhan, Allah mengampuni dosa mereka semua.

Mendengar Rasulullah SAW menyatakan tentang pengampunan dosa ini, salah satu sahabat lalu bertanya kepada Baginda Nabi Muhammad SAW:

ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽู‡ููŠูŽ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏูŽุฑูุŸ

โ€œApakah karena mereka memperoleh malam lailatul qadar, Ya Rasul?โ€

ู‚ูŽุงู„ูŽ : ู„ูŽุง ุฃูŽู„ูŽู…ู’ ุชูŽุฑูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนูู…ู‘ูŽุงู„ู ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู’ู†ูŽุŒ ููŽุฅูุฐูŽุง ููŽุฑูŽุบููˆู’ุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูู‡ูู…ู’ ูˆููู‘ููˆู’ุง ุฃูุฌููˆู’ุฑูŽู‡ูู…ู’

Rasul menjawab: โ€œBukan, apakah kamu tidak melihat para karyawan yang sedang bekerja? Ketika mereka telah menyelesaikan tugas mereka, tentu mereka akan mendapatkan gajian. (Syuโ€™abul Iman: 3331)

Pada intinya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qurโ€™an:

ููŽู„ูŽุง ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู†ูŽูู’ุณูŒ ู…ูŽุง ุฃูุฎู’ูููŠูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ู‚ูุฑู‘ูŽุฉู ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ุฌูŽุฒูŽุงุกู‹ ุจูู…ูŽุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

Artinya: โ€œTak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.โ€ (QS As-Sajdah: 17)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Allรขhu akbar, Allรขhu akbar, Allรขhu akbar, walillรขhil hamdu

Kelompok atau jenis manusia yang kedua adalah orang-orang yang tidak menghormati Ramadhan dengan baik. Kelompok ini dibagi menjadi dua bagian. Yang pertama adalah orang-orang yang tidak mengindahkan perintah Allah atas dasar sombong. Mereka tidak mau puasa dan lain sebagainya karena tidak percaya kepada perintah Al-Qurโ€™an dengan faktor keangkuhan di hati mereka. Orang-orang yang seperti ini, sebagaimana difirmankan oleh Allah dalam Al-Qurโ€™an:

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽุฐู‘ูŽุจููˆุง ุจูุขูŠูŽุงุชูู†ูŽุง ูˆูŽุงุณู’ุชูŽูƒู’ุจูŽุฑููˆุง ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู„ูŽุง ุชูููŽุชู‘ูŽุญู ู„ูŽู‡ูู…ู’ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฏู’ุฎูู„ููˆู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ูŠูŽู„ูุฌูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู…ูŽู„ู ูููŠ ุณูŽู…ู‘ู ุงู„ู’ุฎููŠูŽุงุทู ูˆูŽูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ู†ูŽุฌู’ุฒููŠ ุงู„ู’ู…ูุฌู’ุฑูู…ููŠู†ูŽ

Artinya: โ€œSesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS Al-Aโ€™raf: 40)

ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽุณู’ุชูŽูƒู’ุจูุฑููˆู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽุชููŠ ุณูŽูŠูŽุฏู’ุฎูู„ููˆู†ูŽ ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ุฏูŽุงุฎูุฑููŠู†ูŽ

Artinya: โ€œSesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina". (QS Al-Muโ€™min:60)

Satu kelompok lagi adalah orang-orang yang tidak berpuasa, tidak memenuhi hak-hak Ramadhan dengan baik namun tidak didasari dengan kesombongan. Mereka orang-orang yang sembrono dalam menjalani hidup namun dalam hati mereka tertancap keyakinan bahwa yang mereka lakukan adalah kesalahan, maksiat kepada Allah, akan tetapi mereka merasa kalah dengan serangan nafsu amarah mereka, mereka adalah termasuk orang yang lemah.

ูˆูŽุฎูู„ูู‚ูŽ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ู ุถูŽุนููŠูู‹ุง

Artinya: โ€œManusia diciptakan dalam keadaan lemah.โ€ (QS An-Nisaโ€™: 28)

Pada kelompok ini, ketika mereka meninggalkan kewajiban puasa, misalnya, mereka sembari bermunajat kepada Allah, โ€œYa Allah, saya sedang sembrono, tidak mengindahkan perintah-Mu, kami kalah dengan godaan hawa nafsu, godaan saya teramat berat, semoga Engkau mengampuni kami, terimalah tobat kami.โ€

Maka, tidak diragukan lagi, Allah pasti akan mengampuni mereka sebab Allah maha pengampun, meskipun kewajiban seperti qadha puasa dan lain sebagainya tetap harus dijalankan.

Pada satu hadits Qudsi shahih, Allah berfirman:

ุฃูŽุฐู†ูŽุจ ุนุจู’ุฏูŒ ุฐูŽู†ู’ุจู‹ุง ูู‚ุงู„ูŽ: ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบููุฑู’ ู„ููŠ ุฐูŽู†ู’ุจููŠุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุนุงู„ู‰: ุฃูŽุฐู’ู†ูŽุจูŽ ุนุจุฏููŠ ุฐูŽู†ู’ุจู‹ุงุŒ ููŽุนูŽู„ูู… ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู‹ุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูŽู†ู’ุจูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุฎูุฐู ุจูุงู„ุฐู‘ูŽู†ุจูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุนูŽุงุฏูŽ ููŽุฃูŽุฐู’ู†ูŽุจูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃูŽูŠู’ ุฑุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ุฐูŽู†ู’ุจููŠุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰: ุฃูŽุฐู’ู†ูŽุจูŽ ุนุจุฏููŠ ุฐูŽู†ู’ุจู‹ุงุŒ ููŽุนูŽู„ูู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู‹ุง ูŠูŽุบููุฑู ุงู„ุฐู‘ูŽู†ุจูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุฃุฎูุฐู ุจูุงู„ุฐู‘ูŽู†ู’ุจูุŒ ุซูู…ู‘ูŽ ุนูŽุงุฏูŽ ููŽุฃูŽุฐู’ู†ูŽุจูŽุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฃูŽูŠ ุฑูŽุจู‘ู ุงุบููุฑู’ ู„ููŠ ุฐูŽู†ุจูŠุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ูˆูŽุชูŽุนูŽุงู„ู‰: ุฃูŽุฐู’ู†ูŽุจูŽ ุนูŽุจุฏููŠ ุฐูŽู†ุจู‹ุงุŒ ูุนูŽู„ูู…ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู„ูŽู‡ู ุฑูŽุจู‘ู‹ุง ูŠูŽุบู’ููุฑู ุงู„ุฐู‘ูŽู†ู’ุจูŽุŒ ูˆูŽูŠูŽุฃู’ุฎูุฐู ุจูุงู„ุฐู‘ูŽู†ุจูุŒ ู‚ุฏ ุบูŽููŽุฑู’ุชู ู„ูุนูŽุจู’ุฏููŠ ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุนูŽู„ู’ ู…ูŽุง ุดูŽุงุกูŽ

Artinya: โ€œAda hamba-Ku yang melaksanakan dosa, lalu ia berdoa โ€˜Ya Allah, ampunilah dosa kamiโ€™, lalu Allah bersabda lagi, ada hamba-Ku yang melaksanakan dosa, ia sadar, tahu bahwa dia punya Tuhan yang maha mengampuni dosa, ia melakukan dosa lagi, ia berdoa lagi, โ€˜Ya Allah, ampunilah dosa kamiโ€™, lalu ia berdoa โ€˜Ya Allah, ampunilah dosa kamiโ€™, lalu Allah bersabda lagi, ada hamba-Ku yang melaksanakan dosa, ia sadar, tahu bahwa dia punya Tuhan yang maha mengampuni dosa, ia melakukan dosa lagi, ia berdoa lagi, โ€˜Ya Allah, ampunilah dosa kamiโ€™, Aku ampuni hamba-Ku, maka lakukan apa saja yang ia mau.โ€ (Muttafaq โ€˜alaih) Hal penting yang perlu dicatat pada hadits ini adalah jika ada hamba melaksanakan dosa dengan diikuti perasaan diawasi oleh Allah selalu dan kemudian menyesali, tiba-tiba mengulangi lagi dan seterusnya, namun ia selalu meminta ampun kepada Allah seraya merasa bersalah dan meyakini bahwa Allah maha pengampun, Allah akan mengampuni mereka.

Dosa yang sangat besar adalah apabila ada orang bermaksiat kepada Allah namun motifnya ia sombong kepada Allah, tidak mau merunduk dan mengakui kesalahannya kepada Allah, padahal nyata-nyata yang ia kerjakan adalah kesalahan, dosa yang seperti ini sangat berbahaya.

Berbeda apabila dalam hati kecil selalu merasa bersalah, namun terkadang tergelincir secara berulang-ulang dan meminta ampun, gelisah, menyesal dan bertobat terus, walaupun berulang, akan diampuni Allah, karena memang manusia tempatnya kelemahan. Ia tidak bisa membentengi pribadinya masing-masing secara seratus persen. Masing-masing sesuai dengan kekuatan iman yang tidak sama.

Allรขhu akbar, Allรขhu akbar, Allรขhu akbar, walillรขhil hamdu

Pada pagi yang sangat indah ini, kami mengajak kepada saudara-saudara sekalian. Marilah kita mensyukuri nikmat-nikmat yang Allah berikan berupa kita bisa menjalankan puasa sebulan penuh serta ibadah malam-malamnya. Kita patut bergembira atas anugerah dan rahmat Allah tersebut.

ู‚ูู„ู’ ุจูููŽุถู’ู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ูˆูŽุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชูู‡ู ููŽุจูุฐูŽู„ููƒูŽ ููŽู„ู’ูŠูŽูู’ุฑูŽุญููˆุง

Artinya: โ€œKatakanlah Wahai Muhammad โ€˜Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembiraโ€ (QS Yunus: 85)

Apabila di antara kita ada yang tidak memenuhi Ramadhan dengan sebaik-baiknya, marilah kita bermunajat kepada Allah, memohon ampun kepada Allah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita. Sebagai konsekuensinya, secara syariat, apabila ada yang meninggalkan puasa, seharusnya puasa yang ditinggalkan untuk di qadha atau diganti puasa pada hari yang lain.

Mari kita berdoa, semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan, taufiq, hidayah serta inayah-Nya supaya kita dan keluarga kita selalu menjadi orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, pada puncaknya, kelak saat kita akan menghadap Allah sang Pencipta, kita akan meninggalkan dunia ini dengan husnul khatimah, amin.

ุฌุนู„ู†ุง ุงู„ู„ู‡ ูˆุฅูŠุงูƒู… ู…ู† ุงู„ุนุงุฆุฏูŠู† ูˆุงู„ูุงุฆุฒูŠู† ูˆุงู„ู…ู‚ุจูˆู„ูŠู† ูƒู„ ุนุงู… ูˆุฃู†ุชู… ุจุฎูŠุฑ. ุขู…ูŠู† ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…ุŒ ูˆูŽุณูŽุงุฑูุนููˆู’ุง ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽุบู’ููุฑูŽุฉู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุจูู‘ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุนูŽุฑู’ุถูู‡ูŽุง ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽูˆูŽุงุชู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ุฃูุนูุฏู‘ูŽุชู’ ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู’ู†ูŽ. ูˆูŽู‚ูู„ู’ ุฑู‘ูŽุจูู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ูˆุงุฑู’ุญูŽู…ุก ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ.

Demikian khutbah idul fitri sedih tentang evaluasi pencapaian Ramadan.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini