Share

7 Perbedaan Taaruf dan Pacaran yang Jarang Diketahui

Ahmad Muhajir, Jurnalis · Kamis 05 Mei 2022 14:36 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 05 614 2589581 7-perbedaan-taaruf-dan-pacaran-yang-jarang-diketahui-8Cya5typrO.jpg 7 perbedaan taaruf dan pacaran yang jarang diketahui (Foto: Freepik)

JAKARTA - Taaruf merupakan proses berkenalan antara pria dan wanita secara Islami yang bertujuan untuk mencari jodoh. Secara syari, taaruf diperintahkan oleh Rasulullah untuk setiap pasangan yang ingin menikah.

Berbeda dengan pacaran, berpacaran lebih mengarah kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Banyak orang-orang yang berniat taaruf, tetapi dalam praktiknya mereka melakukan hal-hal layaknya orang pacaran.

Lantas sebenarnya apa perbedaan nyata antara pacaran dan taaruf? Berikut telah Okezone rangkum dari berbagai sumber.

1. Tujuan

Taaruf bertujuan untuk mengenal calon pasangan hidup kita, dengan harapan jika ada kecocokan di antara keduanya maka akan berlanjut ke pernikahan. Sedangkan pacaran bertujuan untuk mengenal calon pacar baik laki-laki ataupun perempuan, dengan harapan jika ada kecocokan diantara keduanya maka akan berlanjut dengan pacaran (belum tentu berlanjut dengan pernikahan atau tidak sama sekali). Selain itu, pacaran juga lebih mengarah kepada kenikmatan sesaat, maksiat, dan zina.

2. Proses

Proses saat melakukan taaruf sangat disembunyikan dan dilakukan dengan kesadaran sendiri tanpa dipengaruhi orang lain. Melakukan taaruf juga tidak perlu mempublikasikan hubungan ataupun update status di sosial media. Sedangkan proses pacaran dilakukan secara terang-terangan dan biasanya selalu update status di sosial media sebagai tanda pengakuan bahwa mereka tengah memiliki hubungan spesial.

3. Pertemuan

Pertemuan taaruf dilakukan sesuai dengan adab bertamu biasa, di rumah sang calon, atau di tempat pertemuan lainnya. Tentunya dalam taaruf tidak ada yang namanya jalan berdua. Taaruf memerlukan pihak ketiga untuk mendampingi prosesnya sehingga menutup celah setan menjadi yang ketiganya. Pihak ketiga ini bukan berarti seorang saja, tapi bisa juga saudara atau beberapa orang terdekat yang anda percayai untuk mendampingi selama proses ta’aruf anda jalani.

Rasulullah SAW juga bersabda: “Jangan sekali-kali salah seorang kalian berkhalwat dengan wanita kecuali bersama mahram.” Hal itu karena tidaklah terjadi khalwat kecuali setan bersama keduanya sebagai pihak ketiga sebagaimana dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka jangan sekali-kali dia berkhalwat dengan seorang wanita tanpa disertai mahram karena setan akan menyertai keduanya.”

Selama pertemuan, kedua belah pihak dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing, seperti kondisi pribadi, keluarga, harapan, serta keinginan di masa depan.

Sedangkan pertemuan pacaran biasanya dilakukan hanya berdua, tidak ada pihak ketiga yang mendampingi. Begitu juga tempat pertemuannya, mau di mana pun tempatnya terserah. Seperti di rumah sang kekasih, di mal, di jalan atau di tempat yang lainnya.

4. Jangka waktu

Prinsip dari melakukan ta'aruf adalah lebih cepat lebih baik, jika dari kedua belah pihak sudah tidak ada lagi keraguan dan sudah mantap untuk serius ke jenjang pernikahan tetapi jika memang tidak ada kecocokan maka bisa segera berhenti sampai di proses taaruf. Sedangkan jangka waktu dalam pacaran bisa 3 bulan, 6 bulan, setahun, 2 tahun, bahkan mungkin 10 tahun. Tidak ada batas maksimalnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

5. Kriteria

Dalam taaruf saat mencari pasangan hidup, kriteria agama menjadi syarat utama yang tidak bisa diganggu gugat. Kriteria lain boleh bermacam-macam sesuai selera, namun terkait agama haruslah yang baik agamanya. Seperti tidak meninggalkan ibadah wajib, memiliki akhlak yang baik, serta memiliki semangat untuk terus berubah menjadi baik.

Sebagaimana firman Allah swt. “... Wanita yang baik untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula ..." (QS. An Nur : 26)

Sabda Rasulullah Saw “Wanita itu dinikahi karena empat hal, yaitu karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, atau agamanya. Pilihlah berdasarkan agamanya agar selamat dirimu.” (HR. Bukhari – Muslim)

Rasulullah Saw bersabda “Bila seorang laki-laki yang kau ridhai agama dan akhlaknya meminang anak perempuanmu, nikahkanlah dia. …" (HR. Tirmidzi)

Sedangkan kriteria dalam pacaran lebih melihat dari ketampanan atau kecantikan dan kekayaan hartanya. Sementara yang mengutamakan agamanya sangat sedikit.

6. Serius dan main-main

Tanda keseriusan dalam taaruf berarti kesiapan untuk menikah. Karena salah satu syarat dari taaruf adalah siap menikah baik dari sisi mental, sisi keuangan dan juga izin dan restu dari orang tua.

Sedangkan arti dari pacaran hanya untuk main-main yaitu di mana tidak ada komitmen dan kejelasan kapan akan menikah dari awal menjalin hubungan pacaran. Istilah yang sering diucapkan bagi mereka yang pacaran “Jalanin aja dulu".

7. Cinta

Dalam taaruf tidak ada yang namanya ungkapan rasa cinta dan sayang di awal atau sebelum akad pernikahan. Cinta pada taaruf dibangun setelah akad pernikahan. Jika sewaktu-waktu taaruf gagal maka tidak ada kekecewaan yang timbul dari kedua belah pihak.

Sedangkan pacaran di awali dengan ungkapan rasa cinta lalu terciptanya ikatan hati dan rasa satu sama lain. Ketika sewaktu-waktu gagal menuju pernikahan mereka merasa kecewa, dirugikan, dan bahkan ada juga yang merasa tidak rela atau belum bisa mengikhlaskan mantan kekasihnya itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini