Share

Asal-usul Malam Lailatul Qadar

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 09 Mei 2022 02:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 08 330 2590777 asal-usul-malam-lailatul-qadar-XwLDtny5YJ.jpg Ilustrasi asal-usul malam Lailatul Qadar. (Foto: Daarul Quran)

ALLAH Subhanahu wa ta'ala menjelaskan mengenai Lailatul Qadar dalam QS. Al-Qadr/97: 1-5. Allah Ta'ala menjelaskan bahwa pada malam Lailatu Qadar, Allah Ta'ala menurunkan kitab suci al-Qur’an. Allah Ta'ala berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar.”

Kemudian, Allah Subhanahu wa ta'ala menjelaskan bahwa malam Lailatul Qadar adalah malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Jika dikonversikan ke dalam hitungan tahun, maka itu berarti sekitar 83 tahun. Allah swt berfirman:

Artinya: “Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Ilustrasi asal-usul malam Lailatul Qadar. (Foto: Daarul Quran)

Lebih lanjut, pada malam Lailatul Qadar, Allah swt menurunkan para malaikat-Nya guna mengurus segala urusan. Pada malam itu, seluruh makhluk Allah swt akan merasakan kesejahteraan hingga waktu fajar tiba. Allah swt berfirman:

Artinya: “Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”

Keterangan Mengenai Asal-usul Malam Lailatul Qadar

Ayat yang menjelaskan secara gamblang mengenai Lailatul Qadar adalah QS. Al-Qadr/97: 1-5. Mengenai sebab turunnya ayat-ayat ini (asbab al-nuzul)¸ mufasir kenamaan, yakni Ibnu Katsir, mengungkapkan sebuah riwayat menarik.

Berdasarkan penuturan Ibn Katsir dalam kitab tafsirnya, Tafsir al-Qur’an al-Adzim, dulu, Nabi Muhammad saw pernah menceritakan sebuah kisah umat masa lalu, yakni umat Bani Israil.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dahulu kala, ada empat orang dari Bani Israil yang amat taat sekali kepada Allah swt. Mereka bernama Zakariya, Ayub, Yusya, dan ‘Ajuz. Diketahui bahwa mereka telah menyembah Allah swt selama 80 tahun tanpa sedikit pun berbuat maksiat atau berbuat dosa. Sungguh luar biasa.

Dari cerita tersebut, sontak para sahabat Nabi Muhammad saw terkagum-kagum dengan keempat orang Bani Israil tersebut. Kemudian, Jibril datang kepada Nabi Muhammad saw untuk menurunkan sebuah wahyu.

Jibril berkata bahwa Allah swt menurunkan sesuatu yang lebih baik dari pada ibadah keempat orang tersebut selama 80 tahun lamanya yang tanpa berbuat dosa sedikit pun. Kemudian Jibril membaca QS. Al-Qadr/97.

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.”

Lebih lanjut, Jibril mengatakan kepada Nabi Muhammad saw bahwa Lailatul Qadar lebih mulia dari pada apa yang dikagumi oleh para sahabat Nabi Muhammad saw tersebut. Mendengar hal ini, wajah Nabi Muhammad saw langsung berseri-seri.

Dari riwayat sebab turunnya ayat-ayat tersebut (asbab al-nuzul), umat Islam dapat mengetahui sedikit informasi mengenai malam Lailatul Qadar.

Hal ini, seyogyanya, harus membuat umat Islam semakin bertambah semangatnya dalam beribadah. Jangan sampai di akhir-akhir bulan Ramadan, umat Islam menurunkan intensitas ibadahnya. Malahan, sebagaimana, anjuran Nabi Muhammad saw melalui perilakunya, umat Islam mesti meningkatkan ibadahnya pada 10 hari terakhir di bulan suci Ramadan.

Wallahu a’lam.

Oleh: KH Ahmad Kosasih M.Ag.

Pimpinan Dewan Syariah Daarul Qur’an

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini