Share

Demi Beli Sepatu Sekolah, Bocah SD Ini Kumpulkan Rongsokan Setiap Hari

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 09 Mei 2022 18:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 09 614 2591227 demi-beli-sepatu-sekolah-bocah-sd-ini-kumpulkan-rongsokan-setiap-hari-cY7jyI03D3.jpg Kisah bocah SD di Karawang bernama Fauzan rela memulung demi bisa membeli sepatu. (Foto: Ryan Ferdiana/ACT News)

WAKTU menunjukkan pukul 07.00 WIB ketika Fauzan (10) bergegas untuk mandi dan berangkat sekolah. Dibantu sang nenek, Fauzan memakai seragam sekolahnya. Ia memakai sepatu berwarna hitam yang sudah lusuh dengan velcro yang tak lagi merekat sempurna.

Sepatu itu pun ia gunakan untuk memulung. Sepulang sekolah, Fauzan memulung botol dan barang bekas di sepanjang jalan menuju sekolah dan di sekitar rumahnya di Desa Cigentis, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang.

Baca juga: Kisah 3 Muslimah Tangguh Tulang Punggung Keluarga: Jadi Tukang Sampah hingga Gembala Kambing 

Kisah bocah SD di Karawang bernama Fauzan rela memulung demi bisa membeli sepatu. (Foto: Ryan Ferdiana/ACT News)

"Mulung enggak ada yang menyuruh. Itu keinginan sendiri karena ingin bantu ummi (nenek) dan bapak. Saya juga mau beli sepatu karena sepatu ini sudah sempit," ujar Fauzan, Senin 7 Maret 2022.

Pendapatan memulung Fauzan bergantung barang yang ia kumpulkan, biasanya botol plastik dan kardus bekas. Paling sedikit Fauzan mendapat Rp10 ribu, terbanyak ia pernah mendapatkan Rp400 ribu.

Baca juga: 5 Tips Simpel Ampuh Siapkan Puasa Ramadan, Sehat Fisik dan Mental 

"Saya tumpuk dulu kalau masih ada uang. Kalau sudah banyak baru dijual," cerita anak yang tinggal bersama nenek, dua orang adik, dan ayahnya itu. Ibu Fauzan meninggal empat tahun lalu.

Pekerjaan itu harus Fauzan lakoni karena untuk membantu kebutuhan keluarga. Ayah Fauzan berjualan donat dengan penghasilan Rp50 ribu sehari.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Selain memulung, tiap pulang sekolah Fauzan juga mengambil air di Sungai Cikareo. Sumur di rumah Fauzan kering. Ia pun mengambil air di sungai yang berjarak sekitar 500 meter dari rumah.

Baca juga: Kisah Jamaah Kampung Khusyuk Beribadah di Mushola Sederhana Terbuat dari Kayu 

Tim ACT Karawang Ryan Ferdiana mengatakan saat ini pihaknya sudah menemui Fauzan. Namun, belum ada bantuan pasti yang bisa diberikan kepada Fauzan.

"Sebab itu kami mau mengajak Sahabat Dermawan yang membaca kisah ini untuk membantu Fauzan. Untuk membantu Fauzan lebih lanjut, Sahabat Dermawan bisa menghubungi ACT Karawang," kata Ryan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini