Share

Sholat Hajat atau Tahajud Dulu? Ini Urutannya yang Tepat

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 17 Mei 2022 20:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 17 616 2595542 sholat-hajat-atau-tahajud-dulu-ini-urutannya-yang-tepat-tas5Dl0d8N.jpg Ilustrasi sholat hajat dan sholat tahajud. (Foto: Shutterstock)

SHOLAT hajat atau tahajud dulu? Ternyata hal ini banyak ditanyakan kaum Muslimin. Mana lebih afdhal dikerjakan terlebih dahulu? Simak penjelasannya berikut ini.

Dikutip dari nu.or.id, pada umumnya orang memahami bahwa sholat tahajud dan sholat hajat adalah dua sholat berbeda yang biasa dilakukan pada malam hari. Sehingga, seseorang yang hendak sholat hajat harus menunggu malam. Demikian pula dengan sholat tahajud yang hanya bisa didirikan pada tengah malam. Anggapan seperti ini tidak salah, namun kurang tepat.

Baca juga: Masjidil Haram Miliki Robot Canggih, Mampu Jawab Pertanyaan Jamaah dalam 11 Bahasa 

Shalat hajat termasuk sholat sunah yang dilakukan karena sebab tertentu. Sebagaimana sholat minta hujan (istisqa’), sholat minta petunjuk memilih (istikharah), sholat gerhana mataharai dan bulan, sholat jenazah, dan sebagainya.

Sholat-sholat tersebut boleh dilaksankan ketika terjadi beberapa sebab. Tidak ada sholat jenazah tanpa kematian, sholat istikharah dilakukan hanya dalam kebimbangan untuk memilih, begitu juga sholat hajat yang dilaksanakan karena kebutuhan yang mendesak.

Artinya, sholat hajat bisa dilakukan setiap saat ketika seseorang dalam kondisi terdesak dan membutuhkan. Jadi sholat hajat tidak harus dilakukan malam hari, karena hajat atau kebutuhan seseorang datang tanpa mengenal waktu. Sebagaimana diterangkan Imam Ghazali dalm Ihya’ Ulumuddin:

الثامنة صلاة الحاجة فمن ضاق عليه الأمر ومسته حاجة فى صلاح دينه ودنياه الى امر تعذر اليه فليصل هذه الصلاة

Yang kedepalan (dari beberapa sholat sunah yang memiliki sebab) adalah sholat hajat. Siapa saja yang berada dalam kondisi terjepit dan membutuhkan sesuatu baik urusan dunia maupun akhirat sedangkan dia tidak mampu menyelesaikannya, hendaklah dia melaksanakan shalat (hajat) ini.

Hal ini berbeda dengan sholat tahajud yang memang termasuk dalam kategori sholat sunah yang tergantung pada waktu seperti sholat dhuha hanya boleh dilakukan selama waktu dhuha, sholat isyraq yang dilakukan ketika matahari terbit, dan juga sholat zawal yang dilakukan ketika matahari tenggelam.

Baca juga: Peran Para Perempuan dalam Perang Uhud yang Tak Banyak Diketahui 

Sholat-sholat tersebut hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, tidak bisa sembarangan waktu. Bahkan dalam kasus shalat tahajjud disyaratkan pula tidur terlebih dahulu. Sebagaimana disebutkan dalam Hasyiyatul Bajuri:

وهو لغة رفع النوم بالتكلف واصطلاحا صلاة بعد فعل العشاء ولومجموعة مع المغرب جمع تقديم وبعد نوم ولوكان النوم قبل العشاء وسواء كانت تلك الصلاة نفلا راتبا اوغيره ومنه سنة العشاء والنفل المطلق والوتراو فرضا قضاء او نذرا

Tahajjud secara bahasa adalah bangun dari tidur yang berat. Sedangkan menurut istilah adalah sholat yang dilakukan setelah Sholat Isya (walaupun Sholat Isya-nya dijama’ taqdim dengan maghrib) dan setelah tidur.

Meskipun tidurnya sebelum memasuki waktu isya, (demikian pula dinggap sebagai tahajud) walaupun sholat sunah rawatib, sunah mutlaq, witir. Juga (bisa dinggap sebagai tahajud) sholat wajib yang karena qadha atau nadzar.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa tahajud adalah sholat yang dilakukan di waktu malam dan setelah tidur, meskipun sholat itu dimaksudkan sebagai sholat karena sebab tertentu, misalkan sholat hajat atau istikharah.

Dengan kata lain sholat hajat yang kebetulan dilakukan malam hari setelah tidur maka dapat dikatakan sebagai sholat tahajud. Demikian pula sholat witir, istikharah dan lain-lainnya, asalkan didirikan malam hari dan setelah tidur bisa dianggap sebagai sholat tahajud.

Adapun mengenai waktu pelaksanaannya diutamakan sepertiga malam terakhir. Karena pada malam-malam inilah waktu musatajabah.

Memasukkan dua kategori ibadah dalam satu pelaksanaan semacam ini dalam konteks ilmu fikih termasuk dalam qaidah الصموم والخصوص الوجهي yang keterangan panjangnya demikian:

اجتماع الشيئين فى مادة وانفراد كل منهما فى أخرى

Yaitu berkumpulnya dua perkara dalam satu kategori, dan keterpisahan keduanya menjadi kategori yang berbeda. Dengan kata lain dapat diartikan bahwa bisa saja satu sholat berkedudukan sebagai sholat tahajud sekaligus sholat hajat.

Seperti keterangan di atas (sholat hajat yang dilakukan malam hari setelah Shalat Isya’ dan setelah tidur). Bisa juga sholat tahajud yang bukan sholat hajat, seperti sholat sunah muthlaq atau sholat witir yang dilakukan setelah Shalat Isya dan setelah tidur.

Lalu bisa jadi sholat hajat bukan sholat tahajud. Misalnya, seperti sholat hajat yang dilakukan siang hari bolong atau malam sebelum tidur.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini