Share

Apakah Orang yang Masih Punya Utang Puasa Ramadan Boleh Berpuasa Syawal?

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 18 Mei 2022 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 18 330 2595911 apakah-orang-yang-masih-punya-utang-puasa-ramadan-boleh-berpuasa-syawal-i6OWUoIpaz.jpg Ilustrasi hukum puasa Syawal bagi orang yang masih punya utan puasa Ramadan. (Foto: Shutterstock)

APAKAH orang yang masih punya utang puasa Ramadan boleh berpuasa Syawal? Hal ini ternyata cukup banyak ditanyakan sejumlah orang. lantas, bagaimana jawabannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Dikutip dari nu.or.id, puasa Syawal memiliki keutamaan yaitu apabila berpuasa sunah selama enam hari di bulan Syawal seakan mendapatkan pahala puasa setahun penuh. Namun bagi orang yang belum membayar utang puasa Ramadan dianjurkan untuk meng-qadha-nya terlebih dahulu. Setelah itu baru boleh melanjutkan dengan puasa Syawal.

Baca juga: Hukum Menggabungkan Puasa Syawal, Ayyamul Bidh, dan Senin Kamis 

ولو صام في شوال قضاء أو نذرا أو غير ذلك ، هل تحصل له السنة أو لا ؟ لم أر من ذكره ، والظاهر الحصول. لكن لا يحصل له هذا الثواب المذكور خصوصا من فاته رمضان وصام عنه شوالا ؛ لأنه لم يصدق عليه المعنى المتقدم ، ولذلك قال بعضهم : يستحب له في هذه الحالة أن يصوم ستا من ذي القعدة لأنه يستحب قضاء الصوم الراتب ا هـ

"Kalau seseorang meng-qadha puasa, berpuasa nadzar, atau berpuasa lain di bulan Syawal, apakah mendapat keutamaan sunah puasa Syawal atau tidak? Saya tidak melihat seorang ulama berpendapat demikian, tetapi secara zahir, dapat. Tetapi memang ia tidak mendapatkan pahala yang dimaksud dalam hadis khususnya orang luput puasa Ramadan dan meng-qadha-nya di bulan Syawal karena puasanya tidak memenuhi kriteria yang dimaksud. Karena itu sebagian ulama berpendapat bahwa dalam kondisi seperti itu ia dianjurkan untuk berpuasa enam hari di bulan Dzulqa'dah sebagai qadha puasa Syawal." (Lihat Al Khatib As-Syarbini, Mughnil Muhtaj, Beirut, Darul Marifah, cetakan pertama, 1997M/1418H, juz I, halaman: 654)

Baca juga: Apakah Puasa Syawal Harus 6 Hari Berturut-turut? 

Apabila melakukan puasa Syawal sebelum membayar utang puasa Ramadan akan tetap dinilai melakukan puasa Syawal, namun tidak mendapat ganjaran seperti yang disebutkan di dalam sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

Untuk yang tidak berpuasa Ramadan tanpa uzur (halangan) yang jelas diharamkan untuk mengamalkan puasa Syawal. Diwajibkan meng-qadha segera utang puasa. Namun bagi mereka yang tidak berpuasa Ramadan karena uzur (halangan) tertentu, makruh mengamalkan puasa Syawal.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

وَقَضِيَّةُ كَلَامِ التَّنْبِيهِ وَكَثِيرِينَ أَنَّ مَنْ لَمْ يَصُمْ رَمَضَانَ لِعُذْرٍ أَوْ سَفَرٍ أَوْ صِبًا أَوْ جُنُونٍ أَوْ كُفْرٍ لَا يُسَنُّ لَهُ صَوْمُ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ . قَالَ أَبُو زُرْعَةَ : وَلَيْسَ كَذَلِكَ : أَيْ بَلْ يُحَصِّلُ أَصْلَ سُنَّةِ الصَّوْمِ وَإِنْ لَمْ يُحَصِّلْ الثَّوَابَ الْمَذْكُورَ لِتَرَتُّبِهِ فِي الْخَبَرِ عَلَى صِيَامِ رَمَضَانَ . وَإِنْ أَفْطَرَ رَمَضَانَ تَعَدِّيًا حَرُمَ عَلَيْهِ صَوْمُهَا. وَقَضِيَّةُ قَوْلِ الْمَحَامِلِيِّ تَبَعًا لِشَيْخِهِ الْجُرْجَانِيِّ ( يُكْرَهُ لِمَنْ عَلَيْهِ قَضَاءُ رَمَضَانَ أَنْ يَتَطَوَّعَ بِالصَّوْمِ كَرَاهَةُ صَوْمِهَا لِمَنْ أَفْطَرَهُ بِعُذْرٍ

"Masalah di tanbih dan banyak ulama menyebutkan bahwa orang yang tidak berpuasa Ramadhan karena uzur, perjalanan, masih anak-anak, masih kufur, tidak dianjurkan puasa sunah enam hari di bulan Syawal. Abu Zur‘ah berkata, tidak begitu juga. Ia tetap dapat pahala sunah puasa Syawal meski tidak mendapatkan pahala yang dimaksud karena efeknya setelah Ramadhan sebagaimana tersebut di hadits. Tetapi jika ia sengaja tidak berpuasa di bulan Ramadhan tanpa uzur, maka haram baginya puasa sunah. Masalah yang disebutkan Al-Mahamili mengikuti pandangan gurunya, Al-Jurjani. (Orang utang puasa Ramadhan makruh berpuasa sunah, kemakruhan puasa sunah bagi mereka yang tidak berpuasa Ramadhan karena uzur)." (Lihat Syamsuddin Ar-Ramli, Nihayatul Muhtaj, Beirut, Darul Kutub Al Ilmiyah, cetakan ketiga, 2003M/1424H, juz III, halaman: 208)

Kesimpulannya, seorang Muslim yang masih memiliki utang puasa Ramadan disarankan meng-qadha utang puasanya itu terlebih dahulu. Kemudian barulah boleh melakukan ibadah sunah puasa Syawal enam hari.

Allahu a'lam bisshawab.

Baca juga: Puasa Syawal 2022 Belum Berakhir, Ini Keutamaan dan Tata Caranya 

Baca juga: Apakah Boleh Puasa Syawal pada Hari Jumat? 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini